Penantian Kinara

Penantian Kinara
Bertengkar


__ADS_3

Suara pekikan kedua wanita itu mengundang tanda tanya dari Arfan dan Abi Husen yang saat ini baru saja pulang dari swalayan milik Ali dan Kinara karena ada yang perlu mereka beli.


Keduanya tercenagng saat melihat empat orang di balkon yang berbeda kini sednag ribut dengan istri mereka.


Ali dengan Kinara dan lana dengan Maura. Anak-anak mereka sampai ketakuatn melihat itu.


Anak-anak Lana memeluk erat tubuh Malda. Sedangkan dirumah Kinara, ketiga anak Itu kini sednag memeluk erat Abang mereka.


Gading dan ketiga saudaranya bermaksud ingin menemui kedua orang tau mereka. Tetapi apa yang mereka dapat?


Mereka berempat malah melihat Kinara dan Ali saling bertengkar yang entah karena apa.

__ADS_1


Abi Husen dan arfan segera masuk kerumah, sementara Gading membawa ketiga adiknya masuk ke kamar mereka.


"Bang, Mami sama Papi kenapa? Apakarena kita nakal mereka jadi ribut kayak gitu? Apa karena kita ini sering ribut dirumah ya?" Ucap adam pada gading yang kini sednag memeluk ketiganya.


"Abang nggak tau Dek. Kita disisni saja ya? Kalau kalian mendengar ucapan mereka berdua, tutup telinganya. Jangan denagrkan apapun! Cukup pejamkan mata dan tidur ! Ayo."ajaka gading kepada ketihga adiknay itu.


Ketiganay mengangguk patuh.


Ranjang mereka yang terpisah kini Gading geser dan satukan menjadi satu. Ia memiliki kamar sendiri yang sudah disediakan khusus untuknya.


Bocah cantik mirip Ali itu memang selalu seperti itu. Ia selalu menjadikan dada Gading untuk dijadikan bantal dan ranjangnya.

__ADS_1


Gading pun tidak memepermasalahkan itu. Malahn jika Alkira tidur sendiri, ialah yang merasa kehilangan karena sudah terbiasa.


Sementar di bawah sana, Arfan dan Abi husen menemui istri mereka yang kini pun sednag panik karena tidak tau harus berbuat apa.


Sementara mereka tidak berani ikut campur. Suara dari atas itu semakin riuh saja dengan suara Kinara dan maura yang saling sahut menyahut satu sama lainnya.


Hanya suara kedua wanita itu yang terdengar. Tetapi tidak dengan suami mereka. Inilah yang membuat Ummi siti dan kedua anaknya menjadi panik sendiri.


"Apa sih yang mereka ributkan hingga bertengkar hebat seperti itu Bi? Lihatin gih. Ummi khawatir loh.. Yang kedengaran cuam suara Kinara sama Maura aja deh. Ada apa dengan mereka berdua? Apakah mereka berdua menolak kepergian suami mereka lagi lantaran trauma dengan masa lalu?" ucap Ummi siti pada Abi Husen.


"Abi juga nggak tau Ummi. Kita tidak bisa ikut campur selagi Ali sendiri yang meminta nya. Coba dengarkan? Apa Ali juga ikut bersuara sama seperti kinara dan Maura?" Ummi Siti menggeleng. "Maka dari itu, kita tunggu saja dulu. Eh, ke empat anak itu kemana? Apa mereka ketakuatn karena melihat Mami mereka bertengkar? Maka nya bersembunyi?"

__ADS_1


"Entahlah Ummi pun tak tahu. Yang jelas tadi Ummi lihat mereka ingin ke kamar Kedu orang tuanya. Tetapi taka lama mereka berempat beralih mask ke kamar mereka bertiga di temani Gading. Mungkin saat ini ke empat anak itu sedang tidur? Bisa jadikan?"


"Hemm.. Entahlah. Ali lagi. Entah pa yang ia lakukan pada Kinara hingga mmebuat nya sangat marah sampai bertengkar seperti itu!" Imbuh Abi Husen dengan mata menatap ke lantai atas denagn tatapn nanar.


__ADS_2