
Selesai dengan membersihkan dirinya, Nara langsung saja masuk ke dalam selimut hangat milik Ali. ''Nyaman nya.. hemm.. ada surat cinta untuk Kinara. Kinara yang mana nih? Kinara istrinya Ali Jaber, atau ada Kinara yang lain?'' Nara terkikik sendiri saat mengatakan hal itu.
~ Untuk Yang terkasih, Kinara ~
Assalamualaikum sayang Abang...
Kalau adek baca surat ini, pertanda kamu sudah masuk ke dalam kamar baru kita. Kamar baru yang sudah di renovasi sama Abi sesuai dengan permintaan Abang dulu pada saat pulang ke Bandung bersama bang Lana.
Masih ingatkan??
Nara mengangguk setuju. Bibir itu terus saja melengkungkan senyum manis saat membaca surat Cinta dari Ali untuknya.
Abang sengaja meninggalkan surat ini di dalam baju Abang. Karena Abang tau kebiasaan kamu seperti apa. Kamu pasti lebih menyukai baju kemeja Abang dibandingkan dengan baju kamu yang sudah Abang siapkan sedari dulu.
Maaf sayang.. Abang mengambil beberapa baju kamu untuk Abang smona di dalam lemari kita. Abang tidak ingin membeli yang baru. Takutnya kamu nggak suka. Jangan heran, kapan Abang mengambil baju ini dan kapan Abang menulis surat ini untuk kamu sementara Abang sedang di Papua bertugas.
__ADS_1
Semua ini sudah Abang kirimkan melalui pos. Dan Abang serahkan sama ummi untuk meletakkan nya. Dan warna apa yang akan kamu ambil untuk kamu pakai saat kamu menjenguk Gading.
Abang kangen banget sama kamu sayang. Abang tau kamu juga rindu kan sama Abang?? Kita sama sayang. Tapi kita harus apa?? Memang seperti inilah jalan takdir yang harus kita lalui.
Abang akan sabar menunggu waktu yang tepat untuk bisa memiliki mu seutuhnya. Sabar ya? Nggak akan lama lagi kita akan bertemu. Abang akan membawa mu pulang ke Bandung lagi nanti.
Kita akan bulan madu di kamar kita yang sekarang kamu tempati. Kamu harus siap-siap. Siapkan diri lahir dan batin untuk menjadi istri Abang yang sesungguhnya. Abang sudah tidak sabar ingin memilikimu.
Greget ingin gigit kamu!
Nara tertawa.
Bersiaplah. Abang akan pulang dan memberikan kejutan untukmu. Abang sayang dan cinta banget sama kamu. Semoga kamu sabar ya menunggu kepulangan Abang??
Sekarang , istirahat lah. Abang tau pun capek karena perjalanan jauh. Urus putra kota dengan baik. Didik Gading semampu mu. Selebihnya nanti Abang Yang akan mengajarkannya. Ya sayang??
__ADS_1
Reflek saja Nara mengangguk, kemudian tertawa. Suara tawa Kinara hingga terdengar keluar. Di mana kedua orang tuanya dan orang tua Ali masih berbincang bersama Gading.
Tunggu Abang pulang Sayangku. Abang sangat, sangat, mencintai mu Kinara Zivanna Bhaskara. Sangat mencintaimu. Satu untuk selamanya. Tak ada yang lain lagi...
Istirahatlah. Abang mau bertugas lagi ya? Assalamualaikum sayangku..
''Waalaikum salam Abang.. adek juga sangat mencintai Abang. Sangat. Hoaammm.. ngantuk. Selamat bobok Abang..'' lirih Nara dengan mata terpejam.
Sedangkan diluar, Papi Gilang dan Abi Husen sedang berbicara pada Gading. Putra kecil Ali itu senang sekali di ajak berkeliling rumah mereka saat ini.
Sedangkan Haliza merengut sebal. Karena dilarang Ummi Siti untuk masuk ke kamar milik Ali karena akan mengganggu Kinara yang sedang istirahat.
''Biarkan kakak iparmu istirahat. Kamu lupa apa pesan Abang mu saat dulu kamu menerima paket itu??'' peringat ummi Siti pada Haliza.
Haliza mengangguk pasrah. ''Baiklah..'' jawabnya
__ADS_1
Haliza pun memilih masuk ke kamarnya untuk mandi karena waktu pun sudah sore. Sebentar lagi akan masuk waktu ashar.
Gading dibawa Mami Alisa dan Papi Gilang ke kamar mereka yang berada di lantai atas. Khusus kamar utama tetap di bawah. Yaitu kamar Ali.