
''Sayang??''
''Hem?'' sahut Nara dan menunduk melihat Ali.
Ali tersenyum dan menyentuh putik ranum milik Nara lagi. Ali menariknya dan mulai memaguut nya lagi. Kinara tidak menolak. Karena setiap kali Ali menyentuhnya, seluruh tubuh itu terasa terbakar.
Untuk kesekian kalinya Ali melakukan penyatuan dengansang istri diruang tamu mereka yang masih bertaburan bunga mawar. Gorden sudah ia tutup sebelum mereka bertempur kembali.
Setelah cukup berbagi peluh bersama, Ali membawa Kinara ke kamar mereka untuk mandi besar. Karena waktu pun sudah masuk waktu dhuhur.
Mereka melakukan sholat berjamaah bersama. Kinara yang sudah lelah pun berbaring di pangkuan Ali di Ambal beludru miliknya. Ali terkekeh. ''Maaf sayang.. Abang terlalu bersemangat ya?'' tanya nya pada Kinara dengan menunduk menatap wajah ayu Kinara.
Kinara tersenyum dan menggeleng. ''Tak apa bang. Adek ikhlas kok. Tak ada capek dan lelah. Yang penting ganjarannya Surga buat Adek!'' jawab Kinara yang semakin membuat Ali bertambah cinta padanya.
Ali mengecup seluruh wajah Kinara dengan gemas. Kinara tertawa saja. Mereka berdua terlelap di bawah di Ambal beludru milik Kinara yang memang sengaja Kinara bentangkan disana.
Mereka terlelap hingga waktu ashar tiba. Kinara tersentak saat mendengar suara alunan merdu yang memecah seluruh alam ketika sore hari.
Kinara bangun perlahan dan menuju ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu. Sementara Ali yang masih terlelap pun terkejut saat merasakan jika Kinara sudah tidak ada disampingnya.
Ia mendengar suara gemericik air dan bangkit menuju kamar mandi dimana Kinara sedang mandi. Ia masuk tanpa sadar hingga membuat Kinara terlonjak kaget sampai melompat ke samping karena sentuhan tangan Ali di perutnya yang tertutup dengan kain sarung basahan mandi.
''Astaghfirullahal'adhimm!'' Seru Kinara karena terkejut.
Aku terkekeh, ''Maaf. Ayo mandi lagi. Abang mau mandi juga. Kamu nggak bangunin Abang tadi.''
Kinara hanya nyengir saja. Ia kembali melanjutkan mandinya. Setelah selesai mereka berdua menuju lemari dan memakainya baju untuk sholat bersama.
__ADS_1
Kemudian, Kinara dan Ali menuju ke dapur. Mereka masak bersama sambil tertawa. Selesai masak, Kinara teringat dengan Abang nya yang baru pulang juga bersama Ali belum lagi ia jumpai.
''Bang?''
''Ya? Kenapa? Masih sakit?'' tanya Ali sembari mendekati Kinara di meja makan.
Kinara mendelik. Ali Terkekeh. ''Abang apaan sih? Bukan itu yang ingin adek bicarakan!'' sungut Nara tidak terima.
''Terus? Kamu mau ngomong apa sayang?''
Kinara menghela nafasnya. ''Adek kerumah bang Lana bentar ya?''
Ali tersenyum, ''Pergilah. Kamu rindu dengan bang Lana bukan??''
Kinara tersenyum, ''Hehehe.. iya Bang. Abang ikut?''
''Oke, adek cuma sebentar kok. Nanti adek cepat pulang, ya?''
''Pergilah!''
''Terimakasih Abang! Cup!'' Kinara berlari setelah mengecup singkat pipi Ali.
Ali terkejut kemudian terkikik geli saat menyadari keusilan Kinara padanya. Kinara berlalu menuju rumah Lana yang bersebelahan dengan rumahnya.
Ia membuka pintu samping dan terlihat jika ada Malda dan si kembar bersama Mbak Sus disana. ''Loh, kok di luar? Papi sama Mami mana?'' tanya Kinara pada Malda.
''Onti! Sini main sama Kakak. Papi ada. Udah pulang kok. Itu lagi di kamar sama Mami.'' Jawab Malda masih sibuk dengan kedua adiknya itu.
__ADS_1
Malada si gadis pintar. Walau umurnya belum genap tiga tahun, tapi bicara nya sudah lumayan jelas. Dan ia pun mengerti apa yang Kinara tanyakan. Mbak Sus terkekeh.
''Ya sudah, Onti masuk dulu ya? Mau ketemu Papi kamu!''
''Oke!'' sahut si kecil Malda.
Kinara masuk dengan riangnya. Ia menuju kamar Lana yang berada di atas. Tiba di depan pintu berukiran cantik itu Nara mengetuknya.
Tok, tok, tok.
''Abang! Kakak! Kalian di dalam?'' tanya Kinara pada pintu yang tertutup itu.
Sunyi.
Tidak ada sahutan dari dalam kamar kedua saudaranya itu. Lagi, Kinara mengetuknya dan memanggil nya. Namun, tidak ada juga sahutan.
Kinara berulang kali mengetuk pintu berukiran cantik itu. Hingga jari tangannya memerah. Kinara kesal. Ia menghentak-hentakkan kakinya di lantai di depan pintu kamar Lana dan Maura.
Tetap saja kedua orang itu tidak keluar sama sekali. Kesal karena tidak ada sahutan, Kinara menggebrak pintu itu hingga sang empu di dalam kamar yang sedang terlelap terjingkat kaget dari tidurnya.
Brraaakkkk...
''Abang! Kakak! Awas Kalian! Tunggu pembalasan ku!'' tukasnya begitu kesal.
Kinara berlalu berjalan keluar dan melewati ketiga bocah yang melihatnya begitu marah saat ini.
''Onti!'' panggil Malda. Tapi Kinara tidak peduli.
__ADS_1
Ia pulang kerumah dalam keadaan kesal. Hingga Ali pun dibuat bingung olehnya.