Penantian Kinara

Penantian Kinara
Maura kesepian


__ADS_3

Sementara di Medan, Dua hari sudah sejak kepergian Nara dan Mak Alisa menuju ke Bandung untuk menyusul putra kecil Nara dan Ali. Putra angkat yang sama dengan nya.


Maura duduk termenung seorang diri di dalam kamarnya. Ia melihat kedua anaknya sudah tertidur dengan lelap setelah ia susuai tadi. Begitu pun dengan Malda.


Bocah perempuan berusia dua tahun lebih itu kini tumbuh semakin cantik saja. Maura menghela nafasnya saat mengingat jika bukan depan pujaan hatinya akan pulang kerumah mereka. Seperti perjanjian dulunya.


Itupun cuma lima puluh hari. Setelah itu, mereka berdua akan balik lagi untuk bertugas.


''Hah. Bulan depan Abang akan pulang. Aku bahagia tapi sekarang aku kesepian mabk Sus. Nara pergi ke Bandung untuk menyusul putra angkat nya. Biasanya kalau ada Nara, rumah ini sudah ribut sedari pagi hingga malam karena tingkah Nara yang selalu berhasil membuat dua keponakan nya ini bisa tertawa lepas. Tapi hari ini?? Seakan tau jika Onti mereka tidak ada di sisi mereka. Kamu lihat mereka selama dua hari kepergian Nara kan Mbak Sus??'' tanya Maura pada Mbak Sus.


Mbak Sus tersenyum, ''Walaupun mereka bayi, mete itu sangat mengenal Onti nya. Tak apa. Non Kinara kan cuma seminggu aja disana. Setelah itu ia akan kembali lagi kesini? Bukankah tiga Minggu lagi acara perpisahan non Nara ya Bu??''

__ADS_1


''Ya kamu benar. Nara hanya seminggu disana. Untuk perpisahan sekolahnya memang benar. Mereka akan mengadakan perpisahan sekolah lebih cepat dari biasanya. Katanya sis, ketua OSIS mereka. itu akan segera berangkat. Ia calon perwira juga. Maka nya di percepat. Semoga... saat perpisahan sekolah adek, Abang dan suaminya sudah tiba disini.''


''Amiiin... semoga saja Bu. Doakan saja Bapak dan Den Ali bisa cepat pulang sebelum waktu yang di tentukan.''


''Amiin..'' sahut Maura.


''Saya tidur sebentar ya Bu, sebelum adek kembar bangun untuk nyusu lagi.''


''Tentu, Bu. Semoga saja tidak. Adek kembar kan baik Budi??''


Maura tertawa tertahan. Begitu pun dengan Mbak sus. Keduanya memilih untuk terlepas walau sebentar saja. Karena merek tau kapan jadwal kedua bayi kembar itu bangun dari tidurnya.

__ADS_1


Sementara Lana dan Ali disana masih saja bertugas. Mereka ingin cepat menyelesaikan tugas mereka dan harus segera bersiap-siap untuk pulang ke Medan.


Tetapi sebelum pulang ke Medan, mereka berdua harus di tolak ke Bengkulu dulu untuk dua Minggu. Dua orang calon jendral itu begitu di butuhkan disana untuk menjaga perbatasan.


Malam ini malam terakhir mereka bertugas. Karena besok, mereka bertiga akan berangkat ke Bengkulu. Ya, bertiga. Salah satunya Fatir. Pemuda itu begitu ingin mengikuti Ali kemana pun ia pergi.


Lana sempat terkekeh melihat kelkaun Fatir sama sepeti Ali dulu. Kemana-mana selalu mengikutinya. Dan sekarang, Ali yang di kintilin Fatir. Pemuda yang masih muda itu sangat ingin mengikuti jejak Ali.


Oleh karenanya, Ia mengikuti kemana pun Ali pergi. Dan salah satunya saat ini. Ia pun ingin ikut ke Bengkulu bersama kedua orang itu. Ia sudah merasa nyaman dnehn Ali dan Lana. Entah kenapa, Fatir pun tidak tau.


Yang jelas ia sangat ingin mengikuti Ali dan Lana. Dan ya, Lana dan Ali mengizinkan nya. Pemuda itu bersorak riang. Ia pun semakin giat membantu Ali dan Lana saat dibutuhkan oleh kedua orang itu.

__ADS_1


Malam ini malam terakhir mereka bertugas. Kepulangan mereka ternyata di percepat karena Ali pernah mengatakan jika ia ingin mengikuti acara perpisahan sekolah sang istri demi menyenangkan hatinya.


__ADS_2