
Lana duduk dilantai depan pintu rumah Kinara dengan Malda di dalam pelukannya. Ia tak ingin sekalipun melepaskannya.
Takut, jika Malda akan pergi lagi untuk yang kesekian kalinya. "Hiks.. Jangan pergi lagi, Nak.. Papi nggak akan sanggup.. Kalina berlima itu hidup Papi.." lirih Lana masih dengan memeluk Malda putri sulungnya.
Malda mengangguk walau sesegkukan. "Hiks.. Kakak nggak akan pergi lagi, Pi. Hiks.. Tetapi kakak harus sering bolak balik Malaysia dan Indonesia nantinya. Kakak udah diangkat menjadi Ratu disana, Pi.."
"Ya, Ratu termuda di dalam sejarah Datok Amirullah Al Syam! Tuanku Ratu Maldalya merupakan ratu termuda di masa sekarang. Pemimpim wanita yang sangat ditakuti dan disegani karena ilmu kanuragan yang dimilikinya." timpal Panglima Satria
Lana mengurai pelukannya dan melihat pada Malda dan Panglima Satria. "Benar begitu??" tanya nya pada malda dan diangguki olehnya.
"Benar Pi. Berkat doa kalian semua, kakak selamat dari marabahaya dan keluar dari sarang kematian yang begitu mengerikan. Kakak pikir kakak tidak hidup lagi saat itu. Tetapi nyatanya, kakak masih hidup dan selamat saat ini.." Malda terkenang saat dirinya begitu putus asa saat tubuhnya terasa membeku di dalam telaga biru yang ada dibelakang kerajaan ayahnya.
Masih teringat jelas saat itu, jika ia sengaja dibuang dalam keadaan tanagn di ikat. Mulut di ikat kain dan juga mata tertutup kain hitam.
dan juga sebuah rantai besi memberatkan dirinya saat ia tenggelam hingga kedasar telaga itu.
"Nak?"
__ADS_1
Malda tersentak. Ia menoleh pada seorang wanita yang masih memakai seragam dinasnya.
Mata itu berkaca-kaca. "Putriku.. Maldalya.." lirihnya
Malda tersenyum dengan air mata yang terus beruraian. "Iya Mami.. Ini Kakak. Maldalya! Kakak udah pulang.."
Grep!
Kedua nya menangis tersedu. Lana memeluk kedua orang yang ia sayangi itu. Kinara dan Ali saling merangkul. Mereka pun ikut menangis.
Panglima Satria akhirnya tersenyum saat melihat Maldalya bisa bertemu kembali dengan keluarga yang selama ini telah membesarkannya.
Ketiga orang itu menangis bersama. Kinara yang sadar jika kedua orang tua mereka pun harus diberitahu segera mengambil ponsel Ali yang berada disaku celananya.
Membuat suami Kinara itu melotot karena tanpa sengaja tanagn halus Kinara menyentuh adik kecilnya.
"Hehehe.. Maaf atuh Bang! Nggak sengaja!" katanya dengan tersenyum tetapi meringis saat melihat tatapan sayu sang suami padanya.
__ADS_1
"Kebiasaan kamu sayang!" tegurnya, tetapi tidak marah.
Ia malah senang Kinara seperti itu. Kinara pun segera menghubungi kedua orang tuanya dan semua saudaranya.
Seluruh keluarga besarnya begitu shock saat mendengar fakta ini. Fakta yang mengejutkan bagi mereka semua karena kepulangan Malda.
Dengan segera mereka semua datang kerumah Lana terkecuali Algi dan Rayyan. Mereka hanya bisa melihat dari jauh saja.
Karena keduanya kini sedang berada di Bandung. Begitupun dengan keluarga besar Ali.
Mereka sangat bersyukur akhirnya Malda kembali dengan selamat setelah kabar buruk berapa bulan yang lalu.
Semuanya bersuka cita. Dua kebahagiaan dalam satu hari mereka dapatkan. Pertama karena kepulangan Malda.
Dan kedua karena kehamilan kinara yang kembali menghebohkan keluarga besar papi Gilang yang akan semakin ramai saja.
Kemungkinan besar, Kinara hamil sepasang lagi. Sungguh, kebahagiaan yang hakiki untuk mereka semua.
__ADS_1
Nikmat mana lagi yang kamu dustakan?