
Ke esokan harinya.
Keluarga dari Bandung sudah tiba pukul dua belas tadi malam. Sedikit delay dari waktu yang di tentukan.
Dan pagi ini kediaman Kinara sudah heboh sajakarena kedua Nenek yang sudah berkumpul dan memandikan kedua bayi Kinara.
Ummi Siti tidak menyangka bisa memiliki cucu lagi dari Ali. Putra sulungnya. "Ummi pikir, Teteh sudah tidak hamil lagi karena takut akan melahirkan."
"Nggak ah Ummi. Mana ada Teteh kayak begitu. Yang ada tuh ya. Abang yang ngebolehin Teteh lagi untuk hamil." Ucap Kinara cemberut mengingat perkatan Ali kemarin yang tidak bisa di bantahnya.
"Tapi kenapa?" tanya Ummi Siti lagi pada Kinara yang kini sedang terkekeh-kekeh teringat ucapan Ali kemarin.
__ADS_1
"Ada ya Ummi lelaki itu takut saat melihat jarum?"
"Ada. Suami kamu takut banget sama jarum dan benang. Apalagi kalau langsung di praktekkan di depan matanya, pastilah ia akanm ketakutn setengah mati karena dikira mulutnya yang akan di jahit." Jawab Ummi Siti membuat Kinara tertegun
"Jadi.. yang Abang bilang kemarin itu benar adanya??"
"Apa yang suami kamu katakan?" tanya Ummi Siti masih sibuk dengan mengurus bayi kembar Kinara.
Yang satunya sedang ia susui. Yang satu lagi sedang dipakaikan baju oleh Neneknya.
"Hem, pantas saja suami kamu melarangnya. Lah wong dia nya sendiri yang melihat jarum dan benang itu. Suami kamu memiliki kisah kelam hingga ia sangat takut meihat jarum dan benang langsung di depan matanya. Beruntungnya kamu saat ini suami kamu baru bisa menemani saat melahirkan. Jika pada saat si kembar tiga, pastilah cukup disana saja. Teteh pasti sudah tidak di izinkan hamil lagi."
__ADS_1
"Ada apa dengan benang dan jarum Ummi?"
UmmiSiti menimang cucunya yang sudah siap ia kenakan baju dan bedong nya.
"Suami kamu pernah mengalami kejadian yang sangat menakutkan ketika ia berusia lima belas tahun. Saat itu, kami tidak mengetahui keberadaannya ada dimana setelah pulang sekolah. Ummi dan Abi sempat mencarinya. Namun, tidak kami temukan. Dua hari setelahnya baru kami mendapat kabar kalau suami kamu jatuh ke dalam kubangan lumpur tempat kerbau milik tetangga kami berendam. Yang kami sangat terkejut, saat ia sadar. Suami kamu takut saat melihat benang dan jarum pada waktu adiknya masuk karena terburu-buru saking terkejutnya karena suami kamu histeris lagi." Jelas Ummi Siti membuat Kinara termenung.
"Apa mungkin Abang ada mengalami kejadian yang sangat menakutkan hingga ia trauma sama jarum dan Benag. Pantas saja waktu Teteh pertama kali pindah kerumah ini, Teteh kehilangan kotak jarum yang saat itu sudah berakhir di kotak sampah. Ketika Teteh tanya, Abang cuma bilang. Nggak usah main jaru, bahaya! Kalau baju kamu koyak, jangan ditambal atau diajhit lagi. Beli saja yang baru. Begitu katanya Ummi." ujar Kinara membuat Ummi Siti menghela nafasnya.
"Kami tidak tau apa yang terjadi dengannya. Tapi jika kamu ingin tau, coba tanyakan padanya. Barangkali ia punya alasan sampai kami tidak boleh tau dengan hal itu."
Kinara tersenyum, "Tentu Ummi. Nanti akan Teteh tanyakan. Teteh pun penasaran sih sebenarnya!" Kinara lantas tertawa
__ADS_1
Ummi Siti pun ikut tertawa.
Kinara akan bertanya pada Ali tentang ketakutannya pada jarum dan benang nanti malam.