Penantian Kinara

Penantian Kinara
Penyelamat


__ADS_3

Pemuda tampan itu terus memeluk wanita lanjut usia yang kini sudah berumur tujuh puluh tahun itu.


Beiau ke Filipina dulu saat berumur liam puluh lima tahun. Beliau nekad mencari sang suami yang dinyatakan tewas saat bertugas sama seperti dirinya.


Beruntungnya Nenek yang bernama lengkap Ayu Pramitha Prameswari itu seseorang yang pernah keluar masuk Filipina.


Jadi itu sangat memudahkannya untuk bisa masuk kesana dan menetap disana. Ia yang seorang dokter kandungan dirumah sakit keluarganya sendiri nekad mencari sang suami hingga pindah negara.


Demi janji, bakti dan cintanya. Ia meninggalkan Indonesia yang telah memberinya nama dan juga seluruh kehidupannya ada disana.


Bahkan ketka beliau pergi, hanya satu orang yang tau. Putri bungsunya yang kini mungkin sudah menikah karena pada saat ia tinggalkan umur putrinya tersebut sudah tujuh belas tahun.


Mengingat itu, nenek Ayu semakin tersedu. Pemuda tampan itu masih saja mengusap bahunya dengan lembut demi menyalurkan ketenangan.


"Jangan menangis Nek. Ayo kita pulang. Besok Al ada panggilan ke kantor Dinas terdekat. Katanya mereka lagi mencari seseorang yang bisa berbahasa indonesia untuk bisa menterjemahkan salah satu buku cerita bagi anak-anak remaja." Katanya sambil terkekeh

__ADS_1


Nenek Ayu pun terkekeh, "Ya, ada-ada saja anak remnaja disini. Kok lebih suka dengan cerita Indonesia sih? Padahal cerita di dalam buku itu menceritakan tentang agama kita. Ini malah mereka yang menyukainya! Ck." decak Nenek Ayu tetapi tertawa.


"Mungkin penyampaian dari setiap kata-katanya itu membuat hati mereka tersentuh. Bisa jadikan?"


"Iya sih. Ya sudah, sudahh masuk waktu ashar. Ayo kita pulang dan sholat dulu!"


Al tersenyum dan mengangguk, "Iya Nek. Ayo!" katanya pada Nenek Ayu yang kini berjalan bersisisan dengannya.


Tiba dirumah kecil yang selama ini mereka tempati, keduanya langsung saja berwudhu. Selesai berwudhu, kini keduanya melaksanakan sholat berjamah.


Mereka berdua melakukan ibadah itu dengan khusyuk. Cukup lama keduanya duduk tafakkur di sajadah, hingga nenek Ayu lah yang lebih dulu selesai dan bangkit ingin mengambil sesuatu karena baru mengingatnya.


Beliau duduk dihadapan Al sambil memberikan baju seragam saat ia bertugas dulunya.


"I-ini..."

__ADS_1


Nenek ayu tersenyum, "Ya. Ini baju seragammu saat kamu terdampar kesini dulunya. Nenek heran, kenapa sampai kamu bisa terdampar kesini sedang kamu di laut Indonesia? Apa kamu mengingat sesuatu disaat kejadian itu?" tanya nya pada Al dengan memegang tangan Al dan meletakkan benda itu di kedua tangannya.


Sekilas bayangan itu melintas. Al memejamkan matanya. Ia mengingat saat itu,


"Seperti seekor ikan besar. Tetapi bisa berbicara. Ialah yang menolongku disaat tubuhku sudah jatuh ke dasar laut. Saat itu aku sudah merasakan jika inilah waktunya untukku berpulang. Tetapi ikan itu mengatakan tidak. Ia bilang, aku harus menolong seseorang dulu sebelum aku kembali ke tempat asalku. Katanya dia juga seorang tentara dan istrinya seorang dokter kandungan,"


Deg!


Deg!


Nenek Ayu terkejut. "Ia bilang jika seseorang yang sama seperti ku kini sedann terdampar disini juga. Tetapi setelah ia sembuh, penyelamatnya itu membawanya hingga ke..... Mekkah?? Hah?" Al membuka matanya dan menatap terkejut kepada nenek Ayu yang kini melotot padanya.


"Ja-jadi.. Kamu lah orang nya Al?"


"Heh? Orang apa maksud Nenek?

__ADS_1


"Kamulah yang dikatakan oleh kakek Raja. Bahwa akan ada seorang pemuda Indonesia suatu saat nanti akan datang untuk menjemputnya. Kamu kahh NaK? Ya Allah.. Berarti kamulah orangnya!"


"Hah?"


__ADS_2