Penantian Kinara

Penantian Kinara
Kemarahan Nara


__ADS_3

Komandan Kevin tersenyum sinis melihat api kemarahan yang sudah menguasai Lana saat ini. Nara bisa mencium aroma perdebatan panjang disini. Ia masih ingin melihat, apakah Lana bisa mengendalikan emosinya seperti yang dulu pernah ia ajarkan kepada Nara saat Nara juga marah seperti Lana saat ini.


''Abang Pasti bisa! Adek percaya sama Abang!'' bisik Nara saat mendekati Lana dan memegang kepalanya tanahnya itu dnwgn erat.


Lana menoleh dan menghela nafas panjang. Walau pun wajah itu masih terlihat dingin sekali, tetapi karena Nara, Lana bisa lebih sedikit tenang.


Akan tetapi Komandan Kevin tersenyum miring melihat reaksi Lana yang semakin marah karena merasa pancingannya itu berhasil. Nara mengepalkan kedua tangannya.


''Jika tujuan anda ingin mengompori Abang saya, anda berhasil tuan Kevin! Sangat berhasil! Selamat! Anda bisa diberikan hadiah karena telah berhasil memancing emosi seseorang tanpa tau, jika apa yang anda pancing itu akan membuat Anda malu! Selamat tuan Kevin, selamat!''


Prok..


Prokk..


Prokk..


Deg!


Deg!


Lana, Maura dan Ali menoleh bersamaan pada adik kecilnya. Mereka tertegun melihat wajah dingin Nara. Sementara Nara melangkah maju mendekati komandan Kevin dan berdiri menjulang dihadapan komandan Kevin, tepat dihadapan Lana dan Maura.


Komandan Kevin terkekeh namun sinis. ''Ck, ck, ck! Kau menyuruh saudara mu untuk berbicara melawan saya?! Heh! Pintar sekali!'' celutuknya semakin membuat Lana terbakar amarah.


Nara menatapnya dengan dingin. ''Kenapa?? Kau takut melawan saya yang hanya anak kecil ini??'' balas Nara tak gentar.


Ia menatap datar pada Komandan Kevin. Komandan Kevin tertawa. ''Hahaha.. kau Berani menantang ku anak kecil? Apa yang kau tau tentang ku, heh?! Bahkan sekolahmu saja kau belum lagi tamat. Sok pula ingin menantang ku!'' katanya sambil terkekeh sinis lagi.


Nara membalas nya dengan terkekeh tak kalah sinis. ''Saya tau semua tentang Anda tuan Kevin Aprilio Diningrat putra tiri dari jendral Wawan Aprilio Diningrat!''


Deg!

__ADS_1


Deg!


''Apa?!'' seru komandan Kevin dan Ibu Amanda.


Nara tertawa namun, tawa itu begitu menyeramkan. Ali sampai bergidik ngeri melihat nya. Sungguh, istri kecilnya ini sangat lembut.


Namun, sangat mematikan bila berhadapan dengan musuh yang tidak ia sukai sama sekali. Apalagi kali ini yang menjadi alasan Nara untuk bertindak yaitu, Lana. Abang kandung seibu dengannya.


''Kenapa?? Anda terkejut jika saya tau siapa Anda yang sebenarnya??''


Nara menatap komandan Kevin masih dengan kekehan menyeramkan di bibir tipisnya. Bibir yang selalu tersenyum manis pada Ali, sang suami.


''Darimana kamu tau, jika saya putra tiri jendral Wawan?! Selama ini tidak ada yang tau identitas asli saya yang sebenarnya!'' tekannya pada Nara.


Nara menatap dingin padanya. Saking dinginnya, tulang komandan Kevin rasanya beku saat itu juga. Begitu juga dengan Ibu Amanda. Tatapan mata itu begitu terkejut melihat Nara begitu berani menantang suaminya.


Seutas senyum tipis terbit disudut bibir ibu Amanda dan Maura. Mereka yakin, jika komandan Kevin akan kalah bila berdebat dengan Kinara.


Deg!


Deg!


''Anda diadopsi oleh jendral Wawan karena amanat mendiang ibu Anda, ibu Laksmi! Beliau menerima keadaan anda yang saat itu stress berat karena kasus pembunuhan itu yang terjadi tepat di depan Anda! Kejadian yang sama, saat istri pertama anda berselingkuh dengan komandan Jaya! Anda yang membunuh istri anda dan juga komandan Jaya, tapi melimpahkan nya kepada Abang saya!''


''Saya tidak menyangka, komandan Kevin. Ternyata kelakuan anda tidak lebih buruk dari seekor hewan! Bahkan hewan pemakan bangkai saja tau diri. Tapi tidak dengan Anda! Anda bahkan memakan daging orang yang menolong anda dari kesusahan! Anda membunuh nya demi mendapatkan harta serta jabatan miliknya! Anda yang kejam tuan Kevin Aprilio Diningrat! Bukan Abang saya!''


''Abang saya tidak pernah membunuh orang, tapi anda lah yang membunuh istri anda sendiri tapi melempar kan kesalahan anda terhadap Abang saya! Mentang-mentang istri anda menunjuknya, anda terus membuat asumsi para penyelidik itu untuk membuat Abang saya tertahan? Begitu?!''


''Jangan anda pikir, keluarga Bhaskara tidak tau apapun tentang masa lalu anda! Anda berhadapan dengan orang yang salah, tuan Kevin Aprilio Diningrat!!'' tukas Nara begitu dingin dan menusuk jantung komandan Kevin yang sedang berdegup kencang saat ini.


Ia terkesiap saat Nara mengetahui identitas nya yang sebenarnya. Begitu pun dengan Maura dan Lana. Mereka berdua terkejut dengan ucapan Nara untuk komandan Kevin.

__ADS_1


Komandan Kevin menatap nya dengan wajah pucat pasi. Nara terkekeh lagi. ''Kenapa?? Tidak punya kekuatan lagi untuk membela diri?! Heh! Makanya jangan anda pikir, Abang saya diam dia bisa di tindas! Tidak semudah itu tuan! Masih ada saya. Adik kandung seibu! Walau kami berbeda ayah, tapi ibu kami tetap satu! Istri anda sangat mengenal Mami saya! Mami Alisa Febriyanti! Istri dari Gilang Bhaskara! Pengusaha sukses, dimana istri anda sehari-hari menjadi pengusaha di tempat Mami dan Papi saya!''


''Jangan terlalu sombong tuan Kevin! Anda salah tempat jika ingin adu lawan! Jika ingin lawan, maka saya lah lawan Anda! Bukan Abang saya! Jangan selalu menuduh orang yang tidak terbukti bersalah komandan Kevin! Anda sudah tau kenyataan nya, jika anda lah pelakunya! Tapi dengan teganya, anda menuduh Abang saya!''


''Abang saya memang tidak suci seperti anda tuan Kevin! Tapi dia tidak pernah membunuh seperti anda!''


Deg!


''Dia memang berhati malaikat! Karena dialah Papi saya bisa menikahi Mami kita! Anda tau apa tentang nya tuan Kevin? Anda tidak tau apapun tentang nya! Jangan sekali-kali menuduh Abang saya tanpa bukti yang jelas!''


''Andai saya sudah besar saat itu, pastilah saya yang akan menghukum anda. Dan sekarang, saya ingin menuntut balas atas semua kejadian yang telah anda perbuat tuan Kevin kepada Abang saya!''


''Mulai dari pencemaran nama baik, di tuduh membunuh! Di cap sebagai pria bermuka dua dan juga haus kekuasaan! Semua itu atas tuduhan tak berdasar darimu tuan Kevin! Saya ingin menuntut balas semua itu. Semua bukti sudah ada di tangan saya! Saya hanya menunggu konfirmasi dari seseorang untuk bisa menghubungi atasan anda agar anda bisa ditahan. Karena telah melakukan kejahatan yang begitu fatal!''


''Jangan main-main dengan saya tuan Kevin! Anda salah berurusan dengan keluarga Bhaskara! Anggota keluarga Bhaskara tidak pernah takut untuk menyampaikan sebuah kebenaran apalagi buktinya pun ada!''


''Cukup sampai disini tuan Kevin!'' tukas Nara lagi begitu menggebu-gebu.


Nara tidak mengizinkan sepatah katapun luar dari mulut komandan Kevin. Beruntung nya saat ini, rumah itu sudah sunyi dari para anggota prajurit yang lainnya.


Hanya tersisa Beberapa orang saja. Dan beberapa orang itu, merupakan keluarga ibu Amanda dan juga ibu-ibu yang tadi membantunya memasak.


Mereka semua begitu terkejut, mendapati kenyataan jika komandan Kevin bahkan lebih buruk kelakuannya dibandingkan manusia di luar sana. Pangkat saja tinggi, tapi tidak punya hati nurani.


Benar kata Nara, jika dia lebih mementingkan harkat dan martabat, kedudukan dan harta.


💕💕💕💕


Nah loh, habiskan lu? 🤣🤣🤣


Adek Nara di lawan!

__ADS_1


__ADS_2