Penantian Kinara

Penantian Kinara
Kedatangan keluarga dari Bandung


__ADS_3

"Ayo, kita bersiap! Sebentar lagi mertua kamu akan datang 'kan?" Kinara mengangguk dan tersenyum


"Iya Kak. Adek harus menyiapkan kamar mereka dulu di kamar tamu. Kakak tidur di kamar Gading aja ya?"


"Nggak. Kakak ingin tidur sama kamu." Tolak Annisa yang membuat Kinara tertawa


"Jangan kak. Nanti Abang bingung nyariin Kakak loh.."


"Biarin! Kalau dia mau tidur sama kakak, biar aja kita satu kamar. Kan nggak akan terjadi apapun?" ucap Annisa yang membuat Kinara tertawa lagi


"Iya deh iya. Kita tidur satu kamar. Gading pun akan ikut sama kita nantinya. Maklum kak. Kamar di rumah adek cuma ada tiga. Jadi ya.."


Annisa tertawa saja. "Tak apa Dek. Kakak malahan senang kalau kita tidur sama-sama kayak gitu. Bukankah dulu saat kamu kecil, kamu tidur pun sama kakak walau ada Kak Ira?"


Kinara tersenyum hingga menunjukkan giginya yang putih. "Biar aja. Memang adek mau nya sama Kakak Kok. Kalau pun Kak Ira marah, ya biarin!" balas Kinara yang akhirnya membuat keduanya pun tertawa.


Mereka berdua pun bersiap untuk menyambut kedatangan mertua Kinara. Ternyata, pesawat mereka lebih cepat dari yang mereka perkirakan.

__ADS_1


Seluruh keluarga Ali saat ini sedang berada di perjalanan untuk tiba di kediaman Kinara. Baru saja Annisa membuka kunci pintu rumah Kinara, Papi Gilang dan Mami Alisa beserta Algi saat ini baru saja tiba.


"Assalamu'alaikum nak? Udah lama?" tanya Mami Alisa pada Annisa yang segera mengulurkan tangan nya untuk di salimi oleh annisa.


"Sedari jam lima tadi Mak. Saat Mak ngasi tau Abang, saat itu juga Kakak bergegas kemari." Jawab Annisa


Ia pun menggamit tangan sang Papi dan dibalas pelukan hangat oleh nya. Algi pun demikian. Ia pun memeluk Kakak tersayang nya itu.


Sampai saat ini, ia belum punya kesempatan untuk mengatakan hal nya kepada Annisa. Entah apa yang akan Annisa katakan nanti pada nya saat tau jika Algi pun sangat miris sama seperti Kinara.


"Terus, Tama dan anak kamu mana?" tanya Mami Alisa pada Annisa yang matanya kini sedang melihat kedepan di mana mobil Tama pun baru masuk kepekarangan rumah Kinara.


Annisa tersenyum saat melihat kedua anak sulungnya sudah turun dari mobil di susul dengan tiga Mbak si kembar yang saat ini sedang menggendong si kembar.


Tama pun ikut menyusul mereka dengan membawa dua buah ransel serta satu koper untuk keperluan si kembar dan Annisa Nantinya.


Seperti kata Annisa tadinya, mereka akan menginap disana akan sebulan lamanya.

__ADS_1


Kinara yang mendengar suara heboh di luar rumahnya segera keluar. Ia pun tersenyum lebar saat meliaht si kembar sulung dan si kembar tiga datang ke rumah nya lengkap dengan Mbak sus nya.


"Ontiiiiiiii!!!" pekik si kembar sulung.


"Sayangkuuuuu!!! Ih, kangen banget Onti sama kalian! Ayo, masuk dulu. Onti udah masak banyak loh.." ucap Kinara pada si bocil biang rusuh Annisa itu


Semua nya tertawa dan tersenyum melihat keakraban Kinara dan Si kembar. Mereka pun masuk ke rumah Kinara dan mulai bercanda bersama.


Annisa masih menoleh pada rumah sebelah. Ia pun menghela nafasnya. "Kamu benar-benar berubah Bang Lana. Jangan salahkan kami yang menjauh darimu karena kamu sendiri yang menjauhi kami. Kamu lebih mementingkan istrimu hingga sudah masuk waktu isya kamu belum juga kembali. Kita lihat nanti. Apakah kamu akan keluar saat keluarga suami Kinara datang, atau kamu masih betah bersama istrimu? Kita lihat saja nanti!" gumam Annisa dengan segera berlalu masuk kedalam rumah Kinara.


Tepat pukul sebelas malam, terdengar suara deru mesin mobil yang berhenti di hadapan rumah KInara.


Annisa dan Kinara yang memang sedang menunggu kedatangan keluarga Ali itu dengan segera keluar dan membuka pintu dengan lebar.


Dimana seluruh keluarga Ali saat ini menangis ketika melihat Kinara tersenyum kepada mereka semua.


"Assalamu'alaikum Ummi.. Abi.." Ucap Kinara dengan segera menggamit tangan kedua paruh baya itu dan dibalas pelukan hangat oleh kedua nya dengan air mata bercucuran.

__ADS_1


Kinara pun ikut menangis.


__ADS_2