
''Hoo.. begitu ya? Eh, Malda kok diam?'' tanya Ali yang saat ini sedang mengendarai motor nya
Kinara terkekeh, ''Malda udah tidur Abang. Udah, santai aja bawa motornya. Lagipun kita kan udah makan tadi? Sholat aja yang belum?''
''Ya, kamu benar. Semakin lama semakin tidak baik jika menunda sholat.''
''Iya Abang. Ya sudah, cepetan dikit deh..'' Ali tertawa.
Mereka berdua tiba dirumah sudah pukul satu lebih tiga puluh menit. Kinara masuk setelah Ali membiak pintu kamar mereka tadi. Kinara membawa masuk Malda dan menidurkan Malda di kamarnya dan Ali.
Sementara Ali sedang mengeluarkan semua belanjaan mereka dan ia masukkan ke dalam kulkas. Sedangkan Kinara masuk ke kamar mandi dan mulai melakukan ritualnya.
Ali pun demikian. Dirasa cukup, Kinara keluar bersamaan dengan Ali yang juga baru masuk dan baru saja selesai mandi dari kamar sebelah.
Keduanya melempar senyum. Kinara menggelar sajadah untuk mereka sholat berjamaah. Kemudian mereka pun mulai sholat dhuhur berjamaah.
Setelah selesai, mereka pun memilih keluar dan meninggalkan Malda di kamar mereka. Kinara tidak menutup pintunya, ia sengaja merenggangkan pintu kamar itu agar nanti saat Malda bangun tidak kebingungan mencari mereka.
''Sayang?''
''Hem?'' sahut Kinara sambil berbalik mendekati Ali. ''Ada apa Bang? Abang ingin sesuatu??'' tanya Kinara sembari duduk dipangkuan Ali yang kini sudah duduk di sofa ruang tamu mereka yang sudah bersih dari tirai yang menggantung seminggu yang lalu.
Ali tidak menyahut, ia menatap dalam pada Kinara. Entah kenapa Ali merasakan seperti akan berpisah dari Kinara dalam waktu yang lama.
Ia terus saja menatap wajah cantik itu dan menghafalnya di dalam pikirannya saat ini. Agar suatu saat nanti jika terjadi sesuatu dengan nya, ia sudah memiliki ingatan tentang sang istri. Kinara. Gadis kecil yang kini telah menjadi istri Ali seutuhnya.
Kinara juga menatap wajah tampan Ali yang kini sedang menatapnya. ''Abang??''
__ADS_1
Ali tersenyum, ''Abang menginginkan mu, bisa?'' tanya Ali to the point
Kinara mengangguk sambil menunduk. Wajah itu merona seketika. Ali terkekeh, ia mendekati wajah Kinara dan mulai mengecup putik merah jambu milik sang istri yang semakin membuatnya candu.
Semakin lama semakin membuat kedua insan itu terbakar gairah. Ali membawa Kinara menuju kamar sebelah. Karena ia tau, kalau Malda saat ini ada di kamar mereka berdua.
Ali menuntaskan apa yang ingin ia tuntaskan. Mereguk manisnya madu pernikahan yang baru saja rasakan seminggu ini. Sesuatu yang membuatnya candu setiap saat.
Setelah selesai, Ali mengecup kening Kinara dengan lembut. ''Tidur lah. Abang harus lihat Malda dulu. Udah lama banget kan kita disini?'' Kinara terkekeh.
''Ya udah, Abang pergilah lihat Malda dulu. Adek mau tidur, nggak pa-pa kan ya?'' Ali tersenyum.
Cup.
Ali mengecup Kembali putik merah jambu milik Kinara yang semakin bengkak saat ini. ''Iya, kamu tidurlah. Abang keluar ya?''
Ali memakai kembali celana pendek selutut dan baju kaos berwarna putih yang tadi ia pakai sebelum ke pasar.
Ia keluar langsung menuju kamar nya dan melihat Malda yang sudah bangun sambil terduduk. Ia terduduk karena kebingungan melihat Kinara dan Ali tidak ada. Sedang dirinya berada di kamar mereka saat ini.
''Om?'' panggil nya saat melihat Ali.
Ali tersenyum, ''Ya, kakak mau pulang?'' tanya Ali sembari mendekati Malda.
Gadis kecil Lana itu menggeleng, ''Nggak. Kakak disini aja. Onti mana Om?''
''Onti lagi tidur di kamar sebelah. Udah, kakak bobok aja. Om yang temenin ya?''
__ADS_1
Gadis kecil Lana itu mengangguk patuh. Ali pun ikut berbaring di samping Malda yang tidur sambil memeluk guling.
Baru saja Ali terlelap tapi sudah terdengar suara ponsel nya berdering. ''Emm.. siapa sih?'' gerutu Ali begitu kesal karena menggangu tidurnya yang baru sebentar.
Ali mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan itu. ''Halo.. waalaikum salam Mak. Iya ada. Adek lagi tidur. Kami baru saja pulang belanja. Ya, oke-oke. Baik, nanti Abang sampaikan ya Mak? Ya, wa'alaikum salam..'' ucap Ali masih dengan mata terpejam.
Melihat Malda yang terlelap kembali, Ali beranjak keluar dan menuju kamar sebelah dimana Kinara berada.
Tiba disana, ia melihat jika Kinara masih terlelap dengan selimut sudah turun dan memperlihatkan buah melon kesukaan nya. Ia masuk ke dalam selimut setelah membuka seluruh pakaiannya.
Kinara melenguh saat merasakan sesuatu yang geli mengusik dirinya. Matanya mengerjab. Samar terlihat, jika sang suami yang kembali mengusik tidurnya. Kinara Terkekeh.
Lagi dan lagi penyatuan itu terjadi untuk yang kedua kalinya. Ali sangat bersemangat menanam bibitnya di rahim sang istri dan Kinara pun tidak menolak.
Hingga pergulatan itu selesai saat adzan selesai berkumandang. Keduanya berhenti dengan nafas memburu.
''Bangun sayang. Kita mandi yuk? Udah ashar ini.''
''Hem..'' sahut Kinara dengan mata terpejam.
Ali Terkekeh, ia kembali memancing Kinara yang terpejam. Kinara Terkekeh lagi. ''Udah ih! ayo kita mandi!''
Ali Terkekeh, ''Kalau nggak gini kamu nggak bangun. Tadi, Abang di hubungi Sama Mak. Katanya, kita besok jalan-jalan ke tempat Mak dan Papi dulu pernah pergi. Kamu mau?''
Kinara tersenyum, ''Tentu. Ayo ih kita mandi?''
Ali tertawa. ''Iya sayang iya. Ayo Abang gendong aja.'' Keduanya pun masuk kamar mandi dengan saling tertawa bersama.
__ADS_1
Rencananya besok pagi mereka jalan-jalan ke tempat dimana Mak Alisa dan Papi Gilang dulu pernah pergi.