Penantian Kinara

Penantian Kinara
Pulang dari rumah sakit


__ADS_3

Seluruh keluarga masih disana hingga sore harinya. Karena sore harinya Kinara akan segera pulang karena ia sehat dan sangat baik setelah melahirkan.


"Sudah siap sayang?" Tanya Ali pada Kinara


"Sudah, tapi pelan-pelan ya jalannya?"


"Ck. siapa yang bilang kamu akan jalan? Abang yang akan gendong kamu! Eits, nggak ada bantahan!" tegas Ali membuat kinara pasrah dan tidak jadi protes lagi


Ali pun segera menggendong Kinara ala bridal style melewati seluruh perawat, dokter dan juga pasien yang ada disana.


Kinara malu sekali. Ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Ali. Sedang Ali, ia tidak peduli dengan tatapan semua orang.


Baginya itu hal biasa. Toh, Kinara merupakan istrinya bukan wanita lain. "jangan malu gitu ah. Lah Abang ini kan suami kamu?" Ucap Ali saat melihat Kinara menyembunyikan wajahnya di dada bidangnya yang membuatnya terkekeh.


"Gimana nggak malu sih Abang? Yang kayak aku perempuan manja aja yang pingin di gendong padahal punya kaki?"


Ali terkekeh, "Kamu itu bukan manja sayangku. Kamu itu baru saja siap bongkar mesin!"


"Weleh? Kok jadi nongkar mesin sih? Emang Abang pikir aku ini motor apa?" Kesal Kinara pada Ali.

__ADS_1


Ali terkekeh lagi. Sambil berjalan mereka terus tertawa bersama. Mami Alisa dan Ppai gilang yang sedang menggendong bayi Kinara pun ikut terkekeh.


"Ya iyalah bongkar mesin? Kan benar yang Abang bilang kalau kamu itu baru saja melahirkan. Ibarat mobil atau motor nih yang baru saja di bongkar dan butuh waktu lama untuk sembuh, begitu sayangku, cintaku, istriku yang cantik dan baik hati...." ledek Ali pada Kinara.


Bugh..


Bugh..


Bugh..


Hahahaha..


Mereka semua menaiki mobil dan pulang menuju kerumah Kinara.


Satu jam kemudian mereka tiba dirumah kinara karena jalan sore yang begitu padat karena banyak para pekerja yang baru saja pulang dari bekerja.


Malda dan Panglima Satria lengkap dengan pengawalnya sudah menunggu kinara dan kedua bayinya.


Ratu kerajaan telaga biru itu begitu senang saat melihat adiknya sudah lahir dengan selamat.

__ADS_1


"Masyaallah cantiknya.. Mirip mami ya Oma?" ucapnay pada mami alisa dan diangguki oleh wanita paruh baya itu.


"Benar sekali kakak. Kedua adikmu ini memanglah sangat mirip dengan Mami kamu saat baru dilahirkan dulu. Oma masih menyimpan kok fotonya!"


Malda tertawa. Ali dengan segera membawa Kinara masuk ke dalam kamar dan menunggui dirinya disana sementara kedua anaknya berada di tangan Kakak dan Oma nya.


"Istirahat aja dulu. Nanti malam kamu harus begadang sama Abang kalau kedua bocah kecil biang rusush kita ini!" celutuknya membuat Kinara tertawa.


"Tentu, Abang bersama mereka aja dulu. Adek disini aja."


"Ya sudah," jawabnya dengan segera berlalu pergi meninggalkan Kinara yang sudah berbaring seorang diri karena masih lemah.


Tiba diluar, Ali segera bergabung dengan keluarganya yang lain. saat ini seluruh keluarga dari Bandung sedangdalam perjalanan.


Mereka sangat shock kala mengetahui jika Kinara sudah melahirkan sednag mereka tidak tau hamil nya kapan dan juga Ali pun tidak memberitahunya.


Ali malah bilang, "Lah wong bang jagonyaada ya jelaslah Kinara bertelur lagi??"


Yang membuat seluruh kelyarag di Bandung tertawa mendengar guyonnanya.

__ADS_1


Othor ingatkan lagi. Hari ini vote terakhir kalian. Karena besok cerita akan end. Dan besok juga akan othor umumkan siapa yang berhak mendapat pulsa dari adek Kinara.


__ADS_2