Penantian Kinara

Penantian Kinara
Kabar baik sekaligus kabar buruk


__ADS_3

Setelah pembicaraan itu selesai, kini ketiganya sedang makan dalam diam. Wanita tua dengan senyum hangatnya, sedang Ali dan Kinara dengan sejuta pikiran buruk menghantui mereka saat ini.


"Dengar Nak, Nyak memang nggak tau tentang kalian. Tetapi melaui benda ini Nyak bisa tau jika kalian saat ini pasti sedang mencari tau keberadaan putri kerajaan malaya yang sebentar lagi akan berubah menjadi kerajaan besar dibawah tampuk kepemimpinan putri kalian. Kalian harus ingat. SETIAP YANG BERNYAWA PASTI AKAN MERSAKAN MATI. BAIK TUA ATAU MUDA, ANAK DAN DEWASA PASTI AKAN MERASAKAN HAL INI." Tekannya pada setiap kata-kata yang ia sampaikan itu.


"Kita sebagai manusia memnag dituntut untuk itu. Takdir tidak ada yang tau kapan takdir itu akan menghampiri kita. Tetapi kita bisa menolak takdir dengan berdoa. Maka dari itu berdoalah untuk Mlda tentang kesehatan, kesembuhan terutama keselamatannya. Ini Nyak temukan di saat di bandara dua bulan yang lalu."


Semenjak hari itu, Nyka sudah bisa melihat sesutu dari bros bunga mawar milik Malda ini. Darimana nyak tau? Karena nyak bisa melihat wujud seorang ratu ketika Nyak menyentuh kancing bunga mawar keemasan ini. Ini, simpan baik-baik. Ini kunci untuk kalian bertiga agar bisa masuk ke malaya. Simpan itu Nak Kinara. Kamu ibunya. Kamu yang lebih tau apa saja yang menjadi kesukaan putrimu bukan?"


Kinara tertegun lagi. Ia tidak bisa berbicara apapun. Lidah itu sangat kelu walau hanya sekedar untuk berbicara saja.

__ADS_1


"Untuk sekarang, pulang dan istirahatlah. Karena setelah ini perjalana panjang kalian berdua akan segera dimulai!" katanya membuat sepasang suami istri itu kembali tertegun.


Wanita tua itu segera beranjak setelah Ali membayar semua lemamng buatannya tadi. Kini tinggallah Ali dan Kinara yang saling merenung karena ucapan wanita tua itu tadi.


"sungguh, ini berita yang begitu mengejutkan kita. Disaat kabar baik datang disertai pula dengan kabar buruk tentang Malda. Semoga saja Malda baik-baik disana. Ayo sayang. Kita harus kerumah sakit dahulu baru setelahnay kita pulang dan mengabarkan hal ini kepada bang Lana dan Kakak ipar!" kata Ali pada Kinara dan diangguki oleh kinara.


Keduanya pun keluar dari restoran miliknya itu dengan sejuta pemikiran tentang kaliamt ambigu yang wanita tua itu tadi ucapkan.


Apalagi Kinara yang saat ini sedang hamil anak kempat mereka. Sungguh nikamta yang tiada mereka dapatkan.

__ADS_1


Tetapi operkataan setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati tadi itu apa?


Mereka tau tentang bunyi ayat itu. Hanya saja terasa aneh dan sangat ambigu. Wanita tua itu seperti cenayang saja.


Tetapi ia bukan cenayang. Hanya perantara pesan seperti yang dikatakan nya tadi.


Mereka berdua hanya bisa bersabar dan menunggu saja. Tetapi mereka tidak akan pernah putus untuk mendoakan malda yang saat ini entah seperti apa kabarnya karena ponselnya sudah tidak aktif lagi.


Inilah yang membuat semuanya semakin gelisah tidak menentu. Dan berita yang baru saja Kinara dengar dari wanita tua itu sudah menguatkan pikirannya yang selama ini jika Malda dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


Andai lana tau jika pesan terakhir malda itu seperti apa. Pastilah lana akan mati saat itu juga. Saat ini saja Lana sudah seperti mayat hidup karena kehilangan malda putri sulungnya.


__ADS_2