Penantian Kinara

Penantian Kinara
Menjemput Maura


__ADS_3

Setelah keluarga Jendral Sudirman pulang, kini tinggal lah keluarga inti saja. Saat ini mereka sedang makan siang bersama sebelum sebentar lagi mereka akan sholat berjamah di mesjid.


Ke empat anak Kinara saat ini sedang bercengkrama bersama sang papi. Adam dan Ijal saat ini sedang mengajukan banyak pertanyaan yang Kinara sendiri tidak tau apa maksudnya.


Hanya keempat pria itulah yang paham artinya. Alkira saat ini sedang membantu sang mami menyusun piring di lantai.


Sedang Lana sedang menghubungi kakek dan neneknya yang saat ini sudah sepuh di Aceh sana tentang kepulangan Ali.


"Ayo, kita makan dulu. Panggilkan saudara mu yang lain, Nak." Titah Kinara pada Alkira putri bungsunya, sebelum ada yang lain.


"Oke!" sahutnya dengan segera berlari menuju semua saudaranya yang kinisednag berkumpul di ruangt ivi bersama Abang dan papi nya.


Ali, Lana, papi Gilang segera berkumpul di dapur yang saat ini sudah di bentangi ambal oleh Kinara dan Malda.


Mereka semua makan bersama. Semua anak Kinara makan semdiri. Ali kagum melihatnya. Tetapi tidak dengan si bungsu.


Walau iya sudah memiliki piringnya sendiri, tetap saja ia meminta Gading yang menyuapinya. Gading denganseang hati menyuapi adik kecil kesayangannya itu.

__ADS_1


Alkira sangat manja dengannya. Berbeda dengan saudara kembar Alkira yang lainnya. Kinara terkekeh saat melihat mata Ali melotot pada putri kecilnya yang saat ini sedang merebut minuman yang sedang Gading minum.


"Ih abang! Sinikan minumnya! Adek kecekik loh.." katanya pada Gading yang saat ini sedang menenggak minumnya.


Karena ia pun sama denagn Alkira. Sedang kecekik lantaran Alkira yang menyuapinya dengan banyak makanan ke mulutnya.


Alkira merampas minuma itu dari mulut Gading membuat pemuda yang baru beranjak remaja itu menghela nafasnya.


"Kan ada minuman lain Dek. Kamu suka banget sih ambil minuman Abang, kamu?" tegur Kinara pada putri bungsunya


"Biarin! Mami kan tau, Adek selalu minum dari gelas Abang. Makan pun begitu?" jawabnya dengan santai sambil menyuapkan makanan yang dipiring Gading ke mulutnya.


Alkira yang tau, segera mengambil nasi di piring lain dan mengisikannya dengan lauk pauk. Kemudian Alkira berikan kepada Gading. Lengkap dengan minum yang baru.


Bukan bekasnya tadi. "Nah, untuk Abang!" katanya pada Gading yang kini tersenyum lembut padanya.


"Terimakasih, kesayangan Abang!" balas Gading dan diangguki oleh gadis kecil Kinara itu. Begitulah kedua anak manusia itu jika sedang makan.

__ADS_1


Mami Alisa yang baru kali ini melihat tingkah Alkira dan Gading kini tertegun. Perbuatan kedua bocah itu, sama persis dengan Annisa dulunya.


Sangat sama. Annisa pun demikian dengan Tama. Seringkali Tama mengalah padanya. Dan juga panggilan kesayangan itu jangan lupakan. Tetap saja sama.


Papi Gilang menyentuh pipi mami Alisa yang kini sedang melamun. Wanita paruh baya itu tersadar dan kembali melanjutkan makannya.


Selesai dengan makan siang, semua lelkai dirumah itu termasuk Gading dan juga anak Kinara saat ini sudah ke mesjid di komplek perumahan papi Gilang.


Sementara Kinara dan mami Alisa dirumah saja. Kinara sudah memikirkan semua ini. Ia harus ke tempat Maura setelah mereka semua kembali.


Seperti janjinya dulu pada Maura, maka inilah yang akan ia lakukan. Sambil menunggu para pria pulang, Kinara dan Malda membersihkan semua piring dan juga menggulung ambal yang tadi mereka bentang.


Setelahnya pun mereka sholat bersama. Tiga puluh menit, para lelaki sudah pulang kerumah. Kinara yang sudah tidak sabar menunggu pun langsung saja mengatakan niat hatinya.


"Maaf papi, mami, Bang Lana dan Abang. Kita harus kerumah kakak ipar siang ini juga. Tidak baik menunda-nundanya. Adek harus menunaikan janji adek padanya," ucap Kinara pada semua yang ada disana.


"Tapi, Nak. Biarkan suami kamu istirahat dulu. Ali baru pulkang loh. Masih capek kan?" balas mami Alisa yang dianggukioleh papi Gilang

__ADS_1


"Nggak bisa, mi. Harus hari ini juga. Sesuia dengan janjiku dulunya. Adek tidak mau menunda hal ini. Nnati malam, kami sudah berkumpul dengan pasangan masing-masing. Jika mami dan papi tidak mau ikut. Tak apa. Adek, Bang Lana dan Bang Ali yang akan menjemputnya. Ayo Bang! Keburu sore!" katanya pada Lana dan ali yang kini saling pandang kemudian terkekeh bersama.


__ADS_2