
Mereka tiba dirumah saat Lana baru saja pulang dari rumah kedua orangtua Maura. Kinara turun dengan langkah gontai tanpa menyapa Lana dan Maura yang kini kebingungan melihat mereka berdua.
"Ada apa dengan mereka berdua Bang?" tanya Maura pada Lana.
"Entahlah. Entah ada apa dengan mereka berdua Abang pun tak tau. Ayo, sebaiknya kamu segera masuk. Temui dulu anak-anak yang saat ini pasti sedang memasak karena kelaparan," katanya Pada Maura dan disambut tawa oleh istrinya itu.
Keduanya pun masuk ke dalam rumah. Benar seperti yang Lana katakan, ke empat anaknya sedang makan bersama hanya dengan sayur bayam di rebus, tempe goreng dan ikan sambal yang tadi pagi Maura masak sebelum pergi kerumah Abi Madan.
Mereka pun makan bersama dengan sayur dan lauk pauk itu, tetapi ditambah lagi dengan daging ayam crishpy yang baru saja Lana beli tadi.
Mereka semua makan dengan lahap.
Tetapi berbeda dengan rumah Ali dan Kinara. Saat ini kedua orang itu benar-benar diam. Setiap si kembar bertanya hanya dijawab dengan ya dan tidak saja.
Gading yang paling besar diantaranya, sadar. Pasti terjadi sesuatu dengan kedua orang tuanya. Gading sudah sangat mengenal kedua orang itu memilih diam dan membawa ketiga adiknya untuk bermain dikamar ketiganya.
Sedang dua orang dewasa itu sibuk dengan pemikirannya. Seakan lupa dan tidak mendengar, berulang kali ponsel keduanya berdering tidak juga di gubris.
__ADS_1
Mereka berkelana di dalam pikiran yang tiada usainya.
Mengingat ucapan itu begitu membuat mereka tidak fokus dan tidak menentu.
Hari-hari terus berlanjut dengan keadaan yang tidak sama lagi. Saat ini kandungan Kinara sudah memasuki enam bulan.
Empat bulan setelah pertemuan dengan orang itu belum ada titik terangnya tentang Malda. Ali ingin ke Malaysia tetapi Kinara sedang hamil.
Jadi, ia tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Tidak ada yang tau jika Kinara saat ini sedang hamil.
Karena Maura sekali ini tidak ingin hamil lagi. Saluran nya sudah di ikat saat ia melakukan operasi dulunya.
Tetapi kehamilan kali ini berbeda. Entah kenapa Kinara merasakan firasat buruk itu lagi. Firasat yang entah seperti apa.
Di setiap malamnya ia selalu berdoa untuk keselamatan Malda. Dan anehnya selama empat bulan ini, tidak ada lagi mimpi buruk tentang Malda.
Yang ada hanya mimpi baik tentangnya. Dimana Kinara melihat Malda sedang berjalan di kelilingi orang-orang berseragam perang khusus kerajaan dan juga ia memakai mahkota ratu yang sangat cantik.
__ADS_1
"Ada apa dengamu nak? Kenapa Mami tidak bisa melihatmu lagi? Apakah kamu sudah tidak mengalami hal buruk lagi?? Jika memang iya, Puji syukur kehadirat Allah SWT karena telah melindungimu. Mami berharap saat adik mu nanti lahir, kamu pulang ya nak? Mami sangat merindukan mu.." lirih Kinara di dalam hatinya saat menatap figura besar dimana foto Malda dan ke empat adiknya. Ada juga Gading dan juga anak kemar Kinara yang tertawa bersama.
Senyum cantik dan mata tajam Malda itu sangat Kinara rindukan.
"Andai kamu disini, Nak-,"
"Assalamu'alaikum Mami Kinara.. Papi Ali.."
Deg!
Deg!
Deg!
Kedua orang yang sedang melamun itu terkjut bukan main. Mereka saling pandang dan menoleh ke pintu.
"Mami.. Papi.,.. Kakak pulang seperti keinginan kalian berdua empat bulan yang lalu.."
__ADS_1
Dddduuuaaaarrrr..
Kinara dan Ali spontan berdiri.