
''Apapun yang terjadi. Kamu tetap harus kuat, sabar dan tawakal. Satu permintaan Abang. Andai.. suatu saat rumah tangga kita terguncang, jangan pernah mengucapkan kata keramat itu. Kalau Abang salah, tolong kamu bawa kembali Abang agar bisa seperti sekarang ini. Manusia itu tempatnya khilaf. Ya sayang? Ataupun Abang tidak pulang dalam waktu yang lama, Abang harap kamu tetap setia pada pria tua ini. Abang sangat mencintai mu sayangku. Sangat mencintai mu. Kalau sampai kamu pergi dengan yang lain, karena kamu tidak betah menunggu kepulangan Abang. Maka Abang akan mati!''
Ddduuaaarrr...
Tersentak Nara mendengar nya. Ia menggeleng cepat seraya memeluk tubuh Ali semakin erat.
''Enggak! Abang nggak boleh mati! Jika Abang mati maka adek pun akan mati ikut Abang! Apa gunanya adek hidup, kalau Abang sudah tidak ada di dunia ini lagi! Adek lebih memilih ikut mati bersama Abang dari pada hidup sendiri di dunia ini!''
Deg!
Berdenyut jantung Ali mendengar nya. ''Nggak sayang. Kamu nggak boleh ngomong gitu! Bagaimana kalau seandainya ketika Abang pergi kamu dalam keadaan mengandung anak kita? Apakah kamu juga ikut mati tanpa memikirkan mereka nantinya? Apakah kamu tega membunuh darah daging mu sendiri, hanya demi mengikuti Abang yang sudah mati?''
Deg!
Deg!
''Abang!!! Adek nggak mau itu! Jangan sampai terjadi hal seperti itu! Adek nggak terima!'' seru Nara dengan suara naik satu oktaf.
__ADS_1
Ali semakin erat memeluk tubuh Nara. Sedang Nara semakin tersedu di dalam pelukan Ali. ''Dengar sayang. Itu perumpamaan yang Abang katakan padamu. Jikalau suatu saat nanti Abang pergi tetapi dirimu dalam keadaan mengandung, Abang harap kamu bisa kuat dan tegar menerima suratan takdir untuk kita. Berubah lah menjadi super Mom untuk anak-anak kita. Kamu harus bisa menjadi ibu dan ayah sekaligus untuk mereka. Mereka hanya punya kamu. Jika pun kamu mau... kamu boleh menikah lagi jika seandainya Abang tidak kembali selamanya ke sisi mu..'' lirih Ali begitu sesak saat mengatakan nya.
Nara menggeleng sambil terus tersedu di dalam pelukan hangat Ali. Ia mengurai pelukannya dari dekapan nyamannya. Ia menatap tegas namun, tersirat sendu di dalam nya.
''Hiks .. kalau sampai itu terjadi pada kita berdua. Maka adek lebih memilih hidup sendiri! Adek tidak mau menikah lagi kecuali dengan Abang. Ali Jaber Al Basri! Pria tua yang sudah mencuri hatiku sejak pertama kali bertemu! Apakah Abang pikir semudah itu untuk melupakan sosok Abang didalam benakku?? Nggak! Itu nggak akan pernah terjadi! Jika cinta pertama ku adalah Papi Gilang, maka cinta terakhir ku tempat aku berlabuh rumah ku tempat bersinggah itu adalah kamu Bang Ali! Bukan yang lain! Walau beribu pemuda datang kepadaku. Aku tidak menginginkan mereka! Yang aku inginkan suamiku. Suami sah ku. Yang saat ini sedang berada dihadapan ku! Yang saat ini sedang memeluk tubuhku dengan air mata bercucuran!'' ucapnya dengan suara serak menahan tangis.
Nara menyusut cairan kental yang hampir keluar dari hidungnya. Ali terkekeh karena melihat sikap Nara tidak pernah berubah sama sekali saat pertama kali mereka bertemu.
''Kamu yang aku inginkan Abang! Bukan pria lain! Cukup satu orang saja yang menjadi suamiku! Tidak akan ada yang lain lagi! Aku akan mengunci rapat pintu hatiku agar tidak goyah karena bujukan mereka. Sekalipun anak-anak kita nanti memaksa ku, aku akan tetap memilih egois! Egois Karena aku menginginkan kita bertemu di Surga Nya Allah ketika kita bertemu nanti.''
''Apaoun yang terjadi aku akan tetap milikmu. baik hidup maupun mati. Jika mereka memaksa juga? Maka aku lebih memilih mati dari pada aku harus hidup dengan orang tidak aku inginkan sama sekali!'' tegas Nara begitu berapi-api.
Membuat Ali tertegun karena ucapan istri kecilnya ini. Ia tersenyum setelah menyadari jika Nara mengecup pipi dan bibirnya. Ali tersenyum. Ia memeluk tubuh chubby Nara yang terasa nyaman ketika ia peluk.
''Abang akan selalu mengingat hari ini. Dan juga perkataan mu ini. Jika suatu saat itu terjadi, Abang harap kamu memegang janjimu. Apakah kamu bisa berjanji sama Abang??''
''Tentu. Apapun untuk Abang akan adek lakukan!'' sahut Nara mantap yang membuat Ali semakin mencintai istri kecilnya ini.
__ADS_1
Abang beruntung bisa memiliki mu, sayang ..
Begitu juga dengan ku. Aku pun sangat beruntung memilki pria tua seperti dirimu. Semoga kelak, kita di pertemukan dan di persatukan di surga Nya Allah..
Amiiinnn...
💕💕💕💕💕
Huhuhu... so sweet....
Mulai hari Kamis, othor akan rutin updatenya ye? pantengin terus jangan sampai ketinggalan!
Tapi ingat! jangan kabur sebelum cerita ini selesai!
OKE???
See you... 😘😘😘😘
__ADS_1