Penantian Kinara

Penantian Kinara
Makan malam romantis


__ADS_3

Ali dan Kinara tiba di rumah saat sudah Maghrib. Ali membuka pintu garasi samping yang menghubungkan pintu dapur dan pintu samping mereka.


Ia membukanya setelah membawa masuk motor miliknya sekaligus Kinara. ''Buka pintunya. Abang mau ngunci pintu garasi dulu,'' katanya pada Kinara.


Kinara mengangguk. Ia membuka pintu samping mereka dan terkejut Kaka melihat dapur mereka sudah di hias begitu cantik saat ini.


''Mirip kayak restoran orang yang akan makan malam romantis??'' celutuk Nara sambil masuk ke dalam dapur mereka.


Ali terkekeh. ''Memang iya. Semua ini Abang siapkan untuk kamu! Ayo mandi dan sholat dulu. Disini saja. Itu baju kamu udah Abang siapin!''


Kinara mengernyitkan dahinya karena mendengar ucapan Ali. ''Kenapa nggak di kamar Bang??'' tanya Kinara sambil mengambil paper bag yang sudah di sediakan Ali di meja makan milik mereka.


Ali tersenyum. ''Untuk malam ini kamar kita menjadi rahasia untuk kamu. Kita makan aja dulu disini. Baru setelah mu kita pindah ke kamar nanti!'' kata Ali sambil mengedipkan matanya pada Kinara.


Kinara tertawa. ''Abang nakal ya!''


''Sama kamu aja sayang! Ayo mandi dulu di kamar mandi dapur saja. Abang pun akan mandi disini juga. Kita mandi bersama aja ya biar cepat selesai. Sholat kita tertunda nanti,''


''Oke. Ayo kita mandi bersama biar cepat selesai! Eh, tapi.. Gading mana?? Astaghfirullah? Adek lupa sama Gading, Bang!Tadi pagi katanya ingin minta di jemput di rumah Kak Ira! Astaghfirullah ya Allah...''

__ADS_1


Ali terkekeh. ''Tenang sayang... Gading malam ini bersama kak Ira dan bang Raga. Tadi Abang udja biakng kok smaa mereka! Mereka udah tau kok. Makanya mereka berinisiatif membawa Gading ikut serta bersama kakak kamu tadi!''


Kinara mencebik. ''Hem, Abang curang! Ingin senang-senang, tapi anak maksh dibuang!''


Ali tertawa. ''Mana ada Abang buang sayang! Di ungsikan sebentar! sementara Mami dan Papinya membuat adik untuknya! Cup!'' Ali mengecup singkat pipi Kinara yang membuat sang empu tersipu malu.


Ali tertawa. Mereka berdua mandi bersama di kamar mandi dapur. Cukup lima belas menit saja mereka mandi dan bersih-bersih. Setelahnya mereka berdua melakukan sholat Maghrib di ruang tamu yang sudah dihias begitu cantik menurut Kinara.


Ruang tamu itu sudah di sulap menjadi seperti kamar pengantin. Selesai sholat, mereka berdua makan bersama di meja makan.


Ali tidak henti-hentinya menatap Kinara yang saat ini hanya memakai baju daster batik berlengan pendek dengan dada rendah. Ebit Kinara ikat asal. Hingga menyisakan beberapa helai rbut di wajah dan tengkuk nya.


Blusshh...


Pipi Kinara merah merona. Ali terkekeh lagi. ''Ayo makan. Ini makanan spesial untuk kamu. Steak daging sapi yang khusus dimasak oleh chef terkenal. Semua ini khusus untukmu. Jangan takut nggak kenyang. Abang udah siapin makanan penutup nya. Ayo dimakan??''


Kinara mengangguk setuju. Mereka berdua makan dalam diam. Sesekali Ali menyodorkan daging miliknya yang sudjaia potong ke mulut Kinara. Kinara tertawa saat menerimanya.


''Adek kuno banget ya Bang?'' tanya Kinara sambil terkekeh.

__ADS_1


Ali menggeleng dan tersenyum. ''Nggak kok. Membagi kita orang Indonesia jarang makan yang beginian. Abang sengaja memesan ini untukmu. Abang pun tidak pandai makan seperti ini. Tapi tadi chef itu mengajarkan Abang cara untuk makan daging sapi ini. Dan ya, perut kita kan perut orang Indonesia asli?? Nggak kenyang kalau nggak makan nasi. Makanya Abang udah siapin nasi putih untuk nasi kita malam ini. Nasi putih yang sudah di masak dengan santan dan berubah menjadi nasi uduk ini Abang sendiri yang memasaknya sebelum pergi tadi.'' Ali terkekeh saat mengatakan nya.


Kinara pun ikut terkekeh. ''Abang ada-ada saja! Makan nasi pun harus seperti ini! hihihi...'' Kinara terkikik geli melihat tatakan makan yang dibuat Ali.


Tatakan piring berbentuk hati dengan telur balado diatasnya. Dihiasi dengan kerupuk, timun dan potongan tomat diatasnya. Kinara tertawa saat mencicipi masakan Ali itu.


''Sangat enak!'' celutuknya pada Ali.


Ali tertawa. ''Terimakasih sayang .. sebenarnya Abang pulang subuh tadi. Saat subuh kami udah tiba di bandara. Sengaja karena ingin memberikan kejutan untuk kamu dan kak Maura, kamu sengaja mematikan handphone kami. Tapi sayang nya andmh ketahuan saat pasang status wa tadi. Abang malah di hubungi oleh Kak Ira dan kak Annisa bersamaan. Hahaha.. mereka menteror Abang dengan cara mengirimi pesan bertubi-tubi. Hihihi.. Awaknya Abang tidak peduli. Daripada sibuk di teror terus, Abang lebih baik mengaku kan??''


Kinara tertawa. ''Abang ada-ada saja! Pantas saja Gading nggak marah karena tidak di jemput. Dasar Abang!''


Ali terkekeh. ''Makanlah. Setelah ini kamu harus bersiap-siap. Kamu sudah siapkan??'' Kinara mengangguk dan menunduk.


Ali terkekeh lagi. ''Lahir dan batin??''


Kinara mengangguk lagi. Ali semakin gemas dengan tingkah Kinara. ''Makanlah. Setelah ini kita sholat dulu sebelum melakukan Sunnah yang lain,'' Kinara mengangguk setuju.


Mereka makan malam dalam keharuan dan keromantisan yang sengaja dibuat Ali khusus untuk sang istri tercinta.

__ADS_1


__ADS_2