
Ke esokan harinya.
Sedari subuh Kinara sudah diurus Bu Hasna. Begitu pun dengan ketiga bayinya. Bahkan pukul enam pagi Gadiing dan Pak Herman sudah keluar dari rumah Kinara dengan cara sembunyi-sembunyi.
Takut ketahuan oleh Lana. Sementara Lana pun terus memantau rumah Kinara dari pukul satu dini hari hingga subuh tadi.
Ia baru masuk saat adzan subuh berkumandang dan juga kepalanya yang begitu sakit yang tidak tidur semalaman karena mengawasi rumah KInara.h
Karena ia yakin, suara tangisan bayi tadi malam itu berasal dari rumah Kinara. Maka dari itu ia tidak ingin tidur takutnya kehilangan sesuatu dari rumah Kinara yang terlihat seperti rumah Tinggal.
Jam enam tadi pagi, Pak Herman sengaja mengintip Lana dari sebalik jendela rumah Kinara yang tertutup rapat dengan gorden Jendela.
Ia bisa pergi setelah melihat Lana masuk ke dalam rumahnya.
Semua itu Pak Herman sampaikan kepada Kinara. Hingga membuat Kinara mengurungkan niatnya untuk memanggil anggota dapurnya untuk datang kerumah nya.
Begitu pun dengan baby sitter yang sudah akan datang pagi ini terpaksa Kinara hentikan dulu. Ia akan menunggu nanti malam saja sembari mengawasi pergerakan Lana saat ini sudah mengetahui keberadaannya dan ke empat anaknya.
__ADS_1
Kinara takut, rencananya itu tidak berhasil. Ia ingin Lana tau saat hari Aqiqahan ketiga anaknya yang bertepatan dengan hari aqiqahan bayi Lana.
"Ya Allah permudahkan segala urusan ini. Bukannya aku menolak ingin bertemu dengan Abang. Hanya saja belum waktunya untuk Abang tau. Biarkan ketika hari aqiqahan si kembar saja Abang tau. Hamba mohon ya Allah..." pinta Kinara di dalam hatinya.
Bu Hasna hanya bisa menghela nafasnya. "Ibu yakin, Neng. Jika niatmu baik. Pasti akan Allah permudahkan. Tujuan mu 'kan baik? Kamu sengaja menhindar dari Abang mu karena kamu ingin membuat dirinya dan keluarga mu kembali bersatu 'kan? Maka yakinlah. Allah akan mempermudah jalan mu ini. Lihat saja. Ibu yakin kok." Katanya pada Kinara yang sedikit merasa khawatir agar rencananya itu tidak berantakan sesuai dengan yang sudah ia buat.
"Iya sih. Tapi.. Kayaknya Abang udah tau deh kalau tadi malam sempat mendengar suara si kembar kan? Maka dari itu, aku khawatir aja Bu.."
"Serahkan semuanya sama Allah. Allah tau yang terbaik. Kita hanya bisa berencana. Tetapi Allah lah yang menentukan jalannya seperti apa. Ayo, kamu harus istirahat dulu. Jangan pikirkan Gading. Ternyata.. Baru Ibu tau. Kalau Gading yang sering di ceritakan oleh putri Ibu itu putra kamu, nak."
Kinara tersenyum. "iya Bu. Aku pun baru tau tadi saat menghubungi wali kelas yang ternyata anak Ibu. Maha suci Allah yang sudah mempertemukan ku dengan Ibu dan Bapak. Inilah jalannya. Terimakasih karena Ibu dan Bapak sudah mau menolongku sampai baby sitter si kembar datang."
"Iya Bu.." sahut Kinara dengan segera merebahkan dirinya di ranjang yang terdapat ke tiga bayinya.
Bu Hasna menghela nafasnya.Ia pun segera ke dapur untuk memasak makan siang Kinara dan Gading yang akan pulang pukul dua belas nanti siang bersama sang suami, Pak Herman.
Sementara di rumah Lana. Saat ini pemuda lima orang anak itu sedang terlelap dengan nyamannya. Suara ponsel terus berdenging tidak ia hiraukan.
__ADS_1
Satu malam tidak tidur membuatnya begitu mengantuk. Tadi malam, saat akan keluar untuk mencari keberadaan Kinara.
Lana mengatakan ada pekerjaan penting kepada Maura. Ia sudah mengatakan akan kembali malam nanti.
Tetapi dasar Maura yang memang keras kepala. Ia terus terusan mengganggu Lana yang sednag terlelap.
Beruntungnya Lana ponsel nya sengaja ia silent. Jadi mau hujan batu sekalipun ia tidak akan tau ada kabar apa.
Maura yang berada di rumah sakit sana mengumpat kesal karena Lana yang tidak mengangkat angiilan darinya.
Ia hanya merasa khawatir apakah Lana sudah pulang atau belum dari tugas pentingnya itu.
Hebatnya Lana. Ia bisa menjaga rahasia itu sendiri. Tidak ada yang tau selain adik kecil kesayanagn nya yang ia pikir pun tidak tau sama sekali jika dirinya sedang di intai olehnya.
Semoga mereka berdua bisa akur kembali. Dan keluarga pun tidak memarahinya lagi seperti yang sudah-sudah.
Kinara tidak sanggupp melihat abang kesayanagn nya itu terus menerus di kucilkan oleh seluruh saudaranya. Kinara bukanlah gadis yang tegaan.
__ADS_1
Hatinya begitu lembut. Makanya ia menyusun rencana ini untuk menyatukan seluruh saudaranya dengan cara mengorbankan dirinya dan ke empat anaknya.