Penantian Kinara

Penantian Kinara
Melahirkan lagi


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu. Tak terasa sudah sembilan bulan usia kandungan Kinara. Ali selalu siaga saat melihat Kinara dengan perut besar berisi dua janin itu.


Saat ini Kinara sedang menyiapkan seluruh perlengkapannya bersama Alkira. Walau sesekali ia meringis menahan sakit.


Tetap saja tangan itu terus bergerak menyimpan semua barang-barang keperluannya saat dirumah sakit nanti.


Kinara memejamkan matanya menahan rasa sakit yang terus mendera itu. Bukannya ia memanggil Ali dan gaing yang saat ini sednag berada di belakang rumahnya.


Ia malah menyuruh Alkira pergi memanggil maura untuk memapahnya. Ia tidak ingin mengganggu kebersamaan sang suami dan anaknya yang saat ini sednag bersantai.


Maura yang tau jika Kinara akan segera melahirkan berlari dengan cepat setelah Alkira memanggilnya.


"Huffftt.. Hufftt.. Hufftt.. Allahumma sholli 'ala muhammad wa'ala ali muhammad.." ucap Kinara di saat rasa sakit itu berkurang.


Maura yang baru saja tiba dengan berlari segera memapah Kinara. "Mana kunci mobil mu Dek?" tanya Maura dengan segera mengambil tas itu dan meyampirkan dibahunya.


"ALkira!"


"Iya Mi. Ini kunci mobilnya. Mami sama mami Maura pergi aja berdua. Adek mau ngasih tau Papi sama Abang dulu." Imbuhnya dengan segera berlalu dan meninggalkan Kinara yang saat ini kembali merasakan sakit lagi.


Maura berhenti sebentar, setelahnya baru memapah Kinara menuju ke mobil nya. Walau sesekali Kinara mersakan sakit, mereka berhenti.

__ADS_1


Sementara Alkira terus berlari dengan berteriak memanggil sang papi dan juga Abangnya.


"Papiiiiiii!!! Mami mau kerumah sakiiiiitt! Adek bayinya mau launching!!!" pekiknya sambil berlari dan menujukedua orang saat ini sednag anen buah rambutan terkejut bukan main.


"Apa kamu bilang? Adek bayi mau launching?" sahut Ali saking terkejutnya.


Alkira yang masih ngos ngosan mengangguk setuju.


Wuusshh..


Belum lagi Alkira menjawabnya tetapi ia hampir terhuyung gegara Gading yang melesat begitu cepat meninggalkan sang papi yang masih terkejut dan tertegun karena ucapan Alkira baru saja.


"Papi!!! Buruan ih!" pekiknya lagi sambil menarik Ali dengan kuat.


Grep!


Ali segera menggendong Alkira dan berlari menuju ke dalam rumah dan halaman rumah mereka.


Dimana Gading dan kedua anaknya yang lain sudah menunggu. Mobil Lana pun keluar dari garasi di supiri oleh Lana sendiri yang baru saja pulang dari tempat tetangga yang sedang mengadakan hajatan.


Ia dihubungi oleh Gading baru saja. Dengan cepat ia pulang kerumah dan mendapati jika mobil Kinara dan Maura sudah melaju meninggalkan rumah mereka.

__ADS_1


Jadilah Lana dengan segera mengeluarkan mobilnya dan memanggil semua anaknya untuk ikut bersama mereka kerumah sakit.


Di perjalanan Ali menghubungi Mami Alia dan papi Gilang dan mengabarkan jika Kinara akan segera melahirkan.


Semuanya yang dia dalam mobil itu nampak tegang.


Sedangkan Kinara saat ini udah ditangani oleh bang Raga selaku dokter kandungannya. Kak Ira pun ada disana.


Ialah saat ini yang menemani Kinara didalam ruangan bersalin. "Ali mana Dek?" tanya kak Ira pada Kinara yang kini sedang menahan rasa sakitnya.


"Ada. Abang huffftt.. Huuff. Lagi panen buah rambutan! Uuugghhh..." jawabnya masih dengan menahan rasa sakitnya.


"Udah pembukaan delapan ya? Siap-siap dek!" kata Raga pada Kinara.


Kinara hanya bisa mengngguk ditengah-tengah rasa sakitnya.


Ali yang baru saja tiba pun segera berlari meninggalkan ketiga anaknya bersama Lana dan Gading.


Tiba disana tanpa permisi Ali langsung saja menerobos ruang persalinan itu dan membuat semua orang terkejut.


Braakk!

__ADS_1


"Astaghfirullah!"


"Sudah lahirkah?" tanya Ali dengn nafas ngos ngosan.


__ADS_2