
Satu bulan berlalu.
Kini Nara dan Maura sudah di sibukkan dengan tugas mereka. JIka Nara sibuk dengan ujian mata kuliahnya, Maura sibuk dengan tugasnya sebagi guru di pesantren ustad Mahmud.
Sementara Ali dan Lana sedang berperang melawan penyusup ilegal dari luar Negeri. Mereka terlibat baku tembak hingga baku hantam.
Dor!
Dor!
Dor!
"Mereka disini!" pekik Fatir pada Lana Dan Ali.
Ali yang berada dekat dengan Fatir lebih dulu mendahuluinya. Tiba disana, ia melihat penyusup ilegal berkebangsaan Nigeria itu sedang terlibat baku hantam dengan Fatir.
Mereka saling adu otot.
Bughh..
Bughh..
Bughh..
"Sial!" umpat Fatir saat bibirnya terkena pukulan oleh penyusup itu. Fatir lengah.
Bughh..
"Arrrgghhhh..."
__ADS_1
"Fatirrr!!!!" pekik Ali saat melihat Fatir jatuh ke jurang akibat dorongan darinya.
Sedang penyusup ilegal itu langsung menepi. Ali yang terkejut langsung berlari. Padahal dirinya juga sedang terlibat baku hantam dengan penyusup yang berjumlah sepuluh Orang itu.
Salah satu dari mereka telah di taklukkan oleh Lana di sebelah sana. Lana berlari saat mendengar suara Ali memanggil nama Fatir begitu kuat.
Ia berlari dengan cepat namun, ia berhenti di tempat saat melihat Ali di dorong paksa oleh kedua orang penyusup yang sengaja berlari mengikuti Ali. Ia berdiri tepat dibelakang Ali dengan seringai sinis di bibirnya.
"Fatirr!!'" pekik Ali begitu panik saat melihat Fatir bergelantungan di dahan kayu yang begitu jauh dari atas tebing.
"Tunggu disana! Abang akan menyelamatkan mu!" seru Ali pada Fatir
Fatir menggelengkan kepalanya. "Jangan Bang! Awas! Di belakang mu!!!" pekik Fatir sembari bergelatungan di dahan kayu dibawah tebing sana.
Ali tidak peduli. Ia tetap sibuk ingin turun ke tepi tebing. Namun, nahas menimpa Ali. Dua penyusup ilegal itu berjalan di belakangnya yang sedang merangkak turun menuju Fatir kini berada.
Kejadian itu begitu cepat hingga tidak bisa di elakkan.
Plaakk..
"Allahu Akbarr!!!" pekik Ali begitu terkejut ketika dirinya di dorong dari belakang hingga tidak sempat menyentuh apapun.
"Arrggghhtttt... Tidaaaaaaakkkkk... Abaaaaaaangggg... Bang Aliiiiii..." pekik Fatir saat melihat tubuh Ali melayang melewati dirinya.
Sedangkan Lana berdiri mematung di tempat. Kaki nya terasa lemas saat melihat Ali di depan matanya terjatuh akibat di dorong dari belakang. Tubuh Lana bergetar seketika.
Masih teringat olehnya jikalau Ali pernah berkata, ia akan melihat Ali jatuh ke dalam lubang hitam yang tak berdasar hingga sulit untuk keluar dari sana. Tidak ada jalan keluar dari sana terkecuali sebuah keajaiban.
Lana tergugu, tidak tau harus berbuat apa. Sedang Fatir menangis menjerit memanggil nama nya berulang kali. Telinga Lana berdengung. Masih teringat oleh nya tadi pagi, kalau Ali berpamitan padanya yang membuat Lana menertawai dirinya.
__ADS_1
Katanya, kalau tugas ini adalah tugas terakhirnya. Belum lagi mimpi Ali jatuh ke lubang hitam setiap malamnya Lana mimpikan.
"Ya Allah.. Inikah arti mimpi itu?? Apakah ini artinya adik ku... aaaaaaaa... AAALLLIIII....." pekik Lana sekuat tenaga.
Ia berlari sambil mengarah kan senjata laras panjang nya di tujukan pada penyusup ilegal yang telah berlari karena terkejut melihat Lana yang tidak jauh dari mereka berdua.
Dor!
Dor!
Suara senjata milik Lana memecah keheningan di dalam hutan itu. Fatir terkejut mendengar suar tembakn itu. Ia pun memekik kencang saat menyadari Ali yang semakin terjun bebas ke bawah dalam jurang yang tidak berdasar.
"Bang Lanaaaaaa.... Bang Aliiiiii...."
Deg!
Deg!
"Akkkhhtt... Sakiiiitt!!!"
Pyaaaaaarrrr...
"Kinara!!!!"
💕
Sambilan nunggu adek Nara update, mampir kesini yuk.
__ADS_1
Cus kepoin!