Penantian Kinara

Penantian Kinara
Terbiasa sendiri


__ADS_3

Bukan salah Lana dalam hal ini. Ia pun jadi serba salah karena posisinya di tengah saat ini. Setiap kali ingin kerumah Kinara, Maura pasti menangis tidak ingin di tinggal.


Salah siapa yang telah membuat Maura hamil anaknya hingga menjadi semanja itu kepada nya? Bukan salah Maura bukan?


Semua itu karena cebong Luk nut nya yang telah menduduki rahim Maura hingga menjadi semanja itu.


Terkadang, ingin sekali ingin menjawab setiap perkataan Annisa dan Kak Ira. Tetapi tak bisa. Karena dirinya sedang berada di tengah-tengah.


JIka membela saudaranya, Maura yang tersakiti. Menyelamatkan istrinya, malah seluruh keluarga membenci dirinya.


Ia harus apa sekarang ini. Lana hanya bisa menangis untuk meluapakan rasa di hatinya. Maura yang melihat itu pun ikut menangis.


Ia tidak menyangka jika kehamilannya kali ini begitu membuatnya sangat manja dan tidak ingin sedetik pun jahuh dari Lana.


Ia pun terkadang heran dengan dirinya. Tetapi ia tetap tidak bisa melepaskan Lana untuk pergi ke rumah Kinara.


Sudah berhari-hari dan sudah satu bulan ini Lana hanya bisa memantau Kinara dari jauh. Ia selalu mencari alasan pada Maura dengan mengatakan komandan memberikan pekerjaan padanya untuk mengawasi seseorang.

__ADS_1


Lana rela berbohong dan berdosa terhadap istrinya agar bisa memantau Kinara yang sekarang ini semakin mandiri dengan perutnya yang semakin membuncit di usia kandungan yang kini memasuki empat bulan.


Sama seperti Maura. Tetapi Kinara lebih besar lagi daripada Maura. Lana sering tersenyum terkadang menangis saat melihat Kinara yang kelelahan setiap kali pulang dari kuliahnya.


"Kamu sungguh kuat dek! Abang bangga padamu. Maaf.. Hanya dengn cara ini abang bisa mengawasi mu dan juga Kakak iparmu. Maafkan abang, dek.. Maaf.. Tetapi kamu tenang saja ya? Abang akan terus memantau mu dari kejauhan. Abang janji. Tetapi jika nnti kalian mealhirkan di waktu yang bersamaan itu yang akan membuat abang pusing. Siapa dulu yang harus Abang selamatkan?" Ucap Lana masih dengan menatap segala aktivitas Kinara di luar kampusnya.


Kinara saat ini sedang menekuni dunia kuliner dan juga ia sengaja menjual dan menitipkan makananya itu di kampus untuk biaya melahirkan nya kelak. Karena uang yang Ali titipkan padanya sudah ia berikan semua kepada Papi Gilang dan Mami Alisa.


Kedua paruh baya itu menolak keras uang Kinara. Tetapi Kinara tetap menyerahkannya. Ia tetap harus membayar pembangunan swalayan yang saat ini sudah rampung dan akan segera masuk semua barang.


Semua itu Papi Gilang dan Mami Alisa yang mengurusnya karena mereka berdua yang lebih tau.


Hamil anak pertama ini sungguh sangat meringankan Kinara. Ia tidak mual dan muntah seperti wanita hamil lainnya. Yang ada malah selera makannya begitu meningkat.


Hingga bobot tubuhnya kini setara dengan Annisa. Seperti kata Annisa. Karung gandum. Tetapi Kinara tidak marah.


Ia sangat menikmati hari-harinya saat hamil kembar tiga anaknya. Kinara sudah terbiasa hidup sendiri.

__ADS_1


Ia hidup hanya hidup dengan ke empat anaknya saja dirumah mereka. Tidak pernah sekalipun Kinara mengeluh seperti Maura yang saat ini selalu mengeluhkan pinggang dan punggungnya terasa sakit.


Kinara tidak mengalami hal itu. Ia bahkan sangat sehat. Yang penting bagi nya, makan!


Hanya tersisa lima bulan lagi masa kelahiran si kembar ke dunia ini. Selama itu juga, Ali tidak ada kabarnya.


Tetapi tidak dengan Kinara. Ia selalu bisa mendengar suara lirih Ali yang bersenandung lembut mengalunkan sholawat untuk ketiga bayi nya yang masih di dalam perut.


Kinara sangat yakin jika sang suami pasti akan pulang suatu saat nanti. Untuk sekarang, biarlah seperti ini.


Ia akan menjalani hidupnya seperti ibu-ibu hamil lainnya. Abi husen dan Ummi Siti pun sebulan sekali sering menjenguk Kinara.


Dan Kinara pun tidak pernah melupakan kewajibannya untuk kedua mertuanya itu. Alhamdulillah nya, usaha yang Kinara rintis dari nol, kini semakin berkembang pesat.


Bahkan tak jarang Kinara sering mendapat orderan dalam jumlah banyak. Kinara bersyukur dengan hal itu.


Inna ma'al 'ushri yusroo...

__ADS_1


Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.


Inilah yang Kinara amalkan. Dan terbukti, usaha nya semakin maju saat ini. Maura samapi iri melihat kesuksesan adik suamiany itu yang begitu mujur nasibnya setelah di tinggal pergi oleh suaminya.


__ADS_2