
"Satu tahun yang lalu saat Teteh menyusul Gading ke Jakarta untuk menyusul Gading, Teteh tanpa sengaja bertemu dengan Bang Arfan di jalan. Waktu itu bang Arfan hampir saja di Lindas truk karena terjatuh dari motor nya.''
''Apa?!'' seru Ali saking terkejutnya.
"Apa sih Bang?" protes Nara pada Ali dengan sedikit mencebik karena Ali terkejut ala Mak Mak, Ali terkekeh.
"Waktu itu Teteh sedang belanja sama Mami dan juga Papi. Ingat kan kalau Teteh pulang dulu bawa buah yang lumayan banyak?" tanya Kinara
Semua yang mendengarnya mengangguk. Ali pun juga ikut mengangguk. Kinara terkekeh, "Abang Kenapa? Kok ngangguk juga? Emang Abang ada disana saat kejadian?"
Delia tertawa, Arfan tersenyum tipis. Ali mendengus. "Apa salahnya coba kalau ikut mengangguk saja?" sewot Ali sedikit kesal.
Kinara terkikik geli. " Oke, kita lanjutkan lagi ya? Saat itu Teteh sedang menunggu Papi yang sedang ada keperluan di mall itu. Dan Mami pun ikut. Teteh sengaja di letakkan di sebuah restoran yang outdoor itu sangat cantik. Seperti taman gitu. Terus teteh main ponsel sambil sesekali mata ini melirik kejalana raya. Awalnya tidak ada kejadian apa-apa. Tapi ketika Teteh lihat untuk yang kedua kalinya Teteh terkejut melihat bang Arfan jatuh dari motor nya hingga ke tengah jalan."
"Teteh nggak tau waktu itu bang Arfan lagi ada masalah apa. Yang jelas orang disana bilang ia seperti sedang melamun. Motornya itu oleng karena tersenggol pengemudi lain. Karena tidak bisa menormalkan laju kencang motornya, bang Arfan jatuh ke aspal dan terpental ke tengah jalan karena menabrak tepi trotoar. Refleks saja Teteh berlari mengejarnya. Entah kekuatan dari mana secepat kilat Teteh menariknya yang jatuh Tidka sadarkan diri itu. Sedang dari kejauhan truk itu melaju begitu kencang. Semua orang menjerit melihat Teteh. Dan.. nggak tau aja seperti ada yang mendorong kami berdua ke tepi jalan. Bang Arfan jatuh terguling di trotoar sedang Teteh jatuh tepat di diperlukan Papi.''
''Mingkin kalau Papi nggak ada disana Teteh pasti udah kecebur got yang warna airnya itu hitam legam kayak arang!''
Buhahahaha...
Delia, Yulia, Amir, dan Ali tertawa mendengar ucapan Kinara. ''Terus?'' tanya Ali lagi.
__ADS_1
''Teteh sadar saat Papienepuk pipi Teteh dengan kuat karena Teteh jatuh pingsan juga karena shock. Shock karena teteh pikir Teteh beneran ke Cemplung ke dalam got itu. Eh, tak taunya Papi yang nyelamatin Teteh. Bang Arfan dibantu Mami untuk dibawa kerumah sakit terdekat sedang motor nya ia titipkan di sebuah warung yang sebelum sangat kenal dengan bang Arfan.''
''Setelah dibawa kerumah sakit, barulah kami bisa pulang. Sempat bertemu sih dengan Ummi nya bang Arfan. Beliaulah yang memberikan banyak buahan itu untuk Teteh waktu itu. Begitu! Iya kan bang Arfan? Eh, A' Arfan ya? Ikut ae lah .. kedua iparku ini..'' seloroh Kinara membuat arafn tertawa.
''Benar sekali. Apa yang Adik ipar ceritakan memang seperti itulah kejadian nya. Dan Aa' pun pernah meminta nama nya dari ummi. Aa' ingin tau. Dan mereka berdua mengenalkan Kami. Dasar Ummi! Jumpa gadis baik langsung saja ingin melamarnya. Termasuk Kinar!''
Deg!
Deg!
Senyum yang tadinya cerah tiba-tiba menyusut begitu saja. Kinara bisa merasakan jika sang suami sedang tidakenyukia ucapan Abang sepupunya itu.
''Abang! Lihat adek!'' titah Kinara pada Ali.
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...
Seperti dihantam sembilu berdiri hati Arfan ketika mendengar ucapan Kinara untuk Ali. Padahal baru saja ia berfikir, kalau saja ada sesuatu terjadi dengan Ali, maka ialah yang akan menggantikan posisi Ali nantinya.
Tapi belum lagi itu terjadi Kinara sudah menegaskan keinginan nya. Patah sebelum tumbuh. Hancur sebelum berkembang. Dan terbang ketika sayap itu ingin mengepak tapi jatuh terhempas ke tanah.
Inikah yang Arfan rasakan saat ini. ''Adek tidak akan memilih lelaki lain. Walau mereka mencoba mengambil ku dengan cara sihir atau apalah itu, mereka hanya akan mendapatkan raga ku saja. Tetapi jiwaku akan ikut pergi dan mati bersama mu jika sampai hal itu terjadi padaku! Abang bisa memegang kata-kata ku ini. Mana tau suatu saat kejadian ini menimpa kita. Kita kan tidak tau tentang masa depan?''
__ADS_1
Ali menatap Kinara dengan dalam. Semua yang ada disana tertegun. Apalagi Ummi Siti. Ia terharu. Setetes bulir bening itu jatuh menimpa pipinya.
''Ya Allah.. beruntung sekali putraku mendapatkan istri yang begitu mencintai lahir dan batinnya. Bahkan ia rela hidup menyendiri bila suatu saat terjadi sesuatu yang tidak di inginkan di dalam hidup mereka. Ya Allah.. semoga Engkau memberikan kebahagiaan yang tiada Tara kepada mereka berdua. Aku merestui mereka berdua. Sangat merestui..'' batin Ummi Siti terbaru.
Sedangkan Abi Husen menarik ujung bibirnya hingga membentuk senyuman lembut menatap Kinara dan putra sulung nya.
''Allah mengabulkan doa Abi nak. Abi tidak menyangka jika kamu mendapatkan bidadari surga. Jika di ingat dulu betapa nakalnya kamu saat di asrama tentara. Hanya dalam hal kenakalan remaja. Tidak di luar batas. Sempat Abi pusing dengan tingkahmu. Hingga Abi meminta sama Allah agar mengirimkan seseorang yang bisa merubahmu. Dan ya, Maulana Akbar. Abang kandung beda ayah dengan Kinara. Terimakasih ya Allah.. Engaku sudah mengirimkan orang-orang yang sangat baik dalam kehidupan putra sulungku. Semoga kamu bahagia untuk selamanya nak.. doa Abi bersamamu...'' Batin Abi Husen, ia mengusap air matanya yang mengalir di sudut matanya.
Semua ini tidak luput dari perhatian Arfan dan juga seluruh keluarga nya. Abi Husen tersenyum lembut menatap Kinara.
💕
Mampir dulu yuk di karya teman othor yang satu ini.
Judul karya : Mencari Pasangan Surga
Buat author : Nirwana Asri
Noh, mampir ye?
__ADS_1
Like, komen dan kembang untuk Othor Jan lupa! 😒