
Adam menatap dalam pada Kinara yang kini semakin terlihat cantik dimatanya. Rasa itu tidak pernah pudar.
Dari ia SMP hingga saat ini. Rasa itu tetap sama tapi kenapa Kinara tidak juga mau melihatnya?
Sebenarnya apa yang ia tunggu? Bukankah Ali sudah tiada? Pikir Adam. Ia menghela nafas pelan.
Semua itu tidak luput dari perhatian Lana yang kini menyunggingkan senyum tipis. Lana sudah tau sedari dulu.
Tetapi ia tidak mau memaksakan kehendaknya. Karena semua itu Kinara lah yang menjalaninya.
Dan lihatlah sekarang? Kinara bahkan sangat yakin jika Ali, lelaki pilihan nya itu akan segera kembali.
Adam menatap dalam pada Kinara yang kini sedang menatap jauh ke arah luar sana.
"Kinara.. Apakah kamu masih menginginkan suamimu? Sementara dirinya saat ini sudah tidak ada lagi? Bukankah kamu sudah mendengar sendiri jika suami kamu sudah tewas saat bertugas? Lalu apa yang kamu tunggu?" tanya Adam pada Kinara yang kini semakin serius menatap ke depan sana.
Mendengar pertanyaan Adam, Kinara menoleh. Mami Alisa pun menyuruhnya duduk. Kinara menurut.
"Maaf Adam. Saya punya janji dengan suami saya yang tidak bisa dilanggar termasuk kedua orang tua saya sendiri!"
Deg!
Papi Gilang dan Mami Alisa terkejut. Ia menoleh pada Lana. Sedang yang ditatap terkekeh kecil.
"Maksudnya?" tanya Adam
"Saya memiliki janji padanya. Bang Lana pun tau itu. Bukankah saat itu kamu juga ada disana Adam?? Saya kira kamu belum terlalu tua seperti Papi saya hingga kamu menjadi lupa!" sindir Kinara dengan ketus kala melihat wajah sang Papi yang kini terkesiap karena ucapannya.
__ADS_1
Lana tidak tahan untuk tidak tertawa. Semua yang disana ikut terkekeh kecil karena melihat wajah Papi Gilang yang melongo melihat putri bungsunya itu.
Sementara diluar sana, ke empat anak iu semakin tersenyum lebar saat menyadari jika yang di tunggu sebentar lagi akan tiba.
"Ayo, Dek! Kita di depan gerbang. Papi sudah semakin dekat!" katanya pada si kembar.
"Aseeeeekkk.. Papi pulang!!!!!" seru ketiganya dengan kompak.
Gading tertawa. Mereka berlari-lari kecil untuk mendekati gerbang. Gading terus saja melihat jam tangan miliknya yang merupakan milik sang Papi yang sudah ia modifikasi dengan ketiga jam tangan milik adiknya.
Senyum itu semakin lebar saat melihat sebuah sedan berwarna silver menuju ke arah mereka.
Si kembar berjingkrak-jingkrak senang. Gading matanya berkaca-kaca bahkan sudah menetes tetapi tertawa.
Sang Papi yang sedang berada di mobil pun ikut tertawa melihat ke empat anaknya.
"Kamu benar! Terimaksih karena selalu menjaga dan mengawasi mereka dari jauh. Sya turun dulu. Kamu pun harus ikut saya turun Thir! Kalau tidak, tidak akan ada yang percaya nantinya! Dikira setan pula saya nantinya!" kelakar Ali dan disambut tawa oleh Fathir.
Ali membuka pintu dengan mata terus menatap pada ke empat anaknya yang kini semakin kegirangan.
Tap.
Deg!
Kinara memejamkan matanya. Ia memegang tangan Lana dengan kuat yang saat ini berada di sampingnya. Lana pun memegang erat tangan adik kesayangannya itu.
Ali keluar dan disambut hangat oleh ke empat anaknya. Ia tersenyum pada ke empat anaknya dan merentangkan tangan dengan lebar.
__ADS_1
"Papi!!!!!"
Deg!
Lagi, Kinara merasakan jantungnya ingin terlepas. Debarannya begitu terasa.
"Sayangku!!!" sambut Ali
"Haaaaaahhhh..." Kinara menghela nafas panjang.
Grep!
Deg!
Semakin berdenyutlah jantung Kinara, hingga di dahinya mengeluarkan keringat dingin.
"Hiks.. Ini papi kan Bang? Papii kita?" tanya si kembar dengan serempak.
Gading mengangguk dengan wajah basah air mata. "Iya, ini Papi kita, Dek! Sama yang seperti selalu kalian lihat dirumah kita!"
"Huaaaa.. Papiiiiii!!! Huaaaa..." raung ketiga anak itu di dalam pelukan Ali yang kini semakin tersedu.
Ia memeluk erat keempat anaknya sekaligus. "Ya allah anakku.. Hiks.. Kalian sudh besar? Hem? Maafkan Papi yang baru bisa pulang sekarang sayang.. Putraku Gading.. Adam.. Dan ijal.. Hiks.. my princes Alkira.." ucapnya semakin tersedu.
Fathir yang berdiri di belakangnya pun ikut menangis. Sungguh, melihat pemandangan itu begitu membuatnya lega.
Karena hanya dialah yang tau seperti apa tersiksa Ali saat merindukan ke empat anaknya.
__ADS_1
Dan juga.. Kinara. Istri tercintanya.