
Saat ini Lana, Papi Gilang dan Ali sedang berada di kamar Tiara. Gadis kecil berparas ayu seperti orang turki itu sedang duduk menyender di bantal.
Di temani sang ayah, gadis itu tertunduk lesu. Tidak berani menatap ketiga pria yang berwajah datar menatapnya.
Kenyataan yang baru saja ia ketahui jika suaminya Algi, merupakan putra pengusaha sukses yang terkenal di kota Medan.
Tiara tidak tau itu. Ia mengakuinya pada Papi Gilang dan Lana. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata Algi sudah menikahi Tiara dua bulan yang lalu.
Pernikahan yang terpaksa terjadi karena paksaan dari bondal alias bocah bandal sahabat Algi yang bernama Dery.
''Kamu tau kan dimana rumah Dery, Tiara??''' tanya Lana.
Tiara mengangguk, ''Saya tau. Saya tidak ikut kesana boleh kan ya?'' pintanya takut-takut pada ketiga orang itu.
Lana mengangguk setuju. ''Ya, kamu tidak perlu ikut. Tapi kamu harus menjadi saksi di kantor polisi tentang kejahatan sengaja untuk adik saya. Untuk masalah pernikahan siri kalian nanti kita bahas. Biarkan kami menangkap Bondal itu dulu. Ck! Kenapa sih, adek mau berteman dengan Bondal begitu?! Heran Abang!'' gerutu Lana di depan semua orang.
Ali kebingungan, sedang Papi Gilang terkekeh. ''Bondal? Apa itu Bondal Bang?''
Papi Gilang Terkekeh, Lana berdecak sebal. ''Bondal alias bocah nakal! itu nama yang pantas disematkan untuk Bondal itu. Ayo, kita harus cepat. Pak Jaka. Kami tinggal dulu ya? Setelah urusan kami selesai, kami akan kembali lagi ke sini. Assalamu'alaikum..''
''Waalaikum salam.. hati-hati Nak.. doa bapak selalu menyertai mu. Bapak tidak bisa menemani kalian, karena Dery akan lari saat melihat bapak nanti. Pergilah. Tangkap pemuda bajingan yang telah merenggut kesucian putriku! Hukum dia seberat-beratnya!''
Lana dan Papi Gilang tersenyum. ''Tentu. Kami akan menghukum orang yang bersalah. Bondal ini akan mendapatkan hukuman berlapis. Tuduhan penganiayaan, pembunuhan direncana, dan juga ancaman. Saya yakin, dia akan mendekam di penjara selama umur hidupnya! Saya pastikan itu!'' tagas Lana.
''Memang itu yang saya harapkan!'' balas Pak Jaka, ayah Tiara.
Tiara menatap kepergian keluarga suaminya yang baru saja ia ketahui saat ini. Ia menatap pak Jaka yang juga sedang menatap nya saat ini.
''Pak??''
Pak Jaka tersenyum, ''Kita bicarakan nanti ya? tunggu sampai mereka menghukum bocah itu. Baru setelah nya meluruskan apa yang seharusnya. Kita orang dari kasta rendahan. Tidak sebanding dengan mereka dari kasta tinggi. Kalau menurut Bapak, kamu harus melupakan Algi. Dia bukanlah jodohmu. Dia anak orang terpandang. Papinya seorang pengusaha, anaknya seorang tentara. Kita tidak cocok bersama mereka nak ..'' lirih Pak Jaka dengan segera memeluk tubuh ringkih Tiara.
Tiara terisak.
__ADS_1
Sementara Tiara memikirkan nasib pernikahan mereka berdua, Lana dan Ali sedang menuju kediaman Dery.
Tiba disana, rumah itu begitu ramai akan manusia. Entah apa yang di perbuat oleh mereka, Lana pun tak tau.
Dengan langkah tegap ia dan Ali memasuki rumah itu. Dan betapa tercengang nya Lana dan Ali. Ternyata Bondal itu sedang bertarung dengan seekor singa.
Ali sampai menggeleng kan kepala nya melihat Bondal itu. ''Ehemm, stop!!!''
Deg!
Deg!
Seluruh orang yang ada disana berhenti seketika. Begitu juga dengan Dery. Ia menatap bingung pada dua pria dewasa itu.
Lana mendekat dan mendekati singa yang terkulai lemah tak berdaya itu. Singa itu menoleh pada Lana dengan air mata meleleh di wajahnya.
Lana mengepal kan kedua tangannya. Ia menatap nyalang pada Dery dan juga seluruh teman-teman nya. Ada yang kabur ada yang berhasil di tangkap.
Dery terkejut. ''Hei Om! Anda itu kenapa? Datang-datang main keroyokan begini! Kalau berani, sini satu lawan satu!'' tantangnya begitu angkuh kepada Lana.
Lana terkekeh, Ali yang sudah berada di belakang Dery pun segera menendang dan menggeplak kepala Dery, hingga membuat pemuda sebaya Algi itu jatuh tersungkur dihadapan singa yang baru saja ia siksa.
Mata singa itu menatap nyalang padanya. Lana Terkekeh. ''Bahkan masih dalam terikat begini pun, dia mengenalmu Bondal! Bawa dia! Aku akan mengurus singa ini terlebih dahulu.''
''Baik komandan!''
Deg!
Deg!
''Siapa kamu?!'' tanya Dery dengan wajah yang begitu kentara terkejut.
Lana Terkekeh. ''Saya.. Abang dari sahabat yang kamu jebak! Kamu tuduh! Kamu jadikan pesuruh! dan saya adalah seseorang yang di kirimkan untuk menghukum kelakuan mu! Bawa dia!'' kata Lana lagi.
__ADS_1
Anggota kepolisian itu mengangguk setuju. Dery dan kawan-kawan langsung dibawa keluar.
Sedangkan Ali dan Lana sedang berusaha melepaskan singa betina itu dari ikatan tali yang begitu kuat mengikat nya.
''Astaghfirullah al'dhimm.. ada ya Bondal macam gini? Kok malah hewan yang dijadikan bahan percobaan pembunuhan? Mana di ikat lagi! Ck! Dasar bibit psycopat!!''
Ali Terkekeh-kekeh mendengar ucapan Lana. Segera mereka lepaskan kucing liar itu dan dibawa ke depan. Disana sudah menunggu dokter hewan dan tim taman satwa kota Medan.
''Ya itulah yang namanya Bondal Abang. Lihat aja kelakuan nya. Kan sama kayak bondal jalanan? Bahkan lebih buruk dari Bondal jalanan. Hah. Kasian Algi, Bang. Selama dua tahun selalu hidup tertekan karena ancaman pemuda kekuking ini?'' ucap Ali, Lana mengernyitkan dahinya saat mendengar ucapan Ali.
''Ke ku king?? Apaan tuh??'' tanya Lana
Mereka berdua sedang berjalan menuju mobil Lana. Disana sudah menunggu Papi Gilang. ''Kere kurus ceking! Hadeeeuuhh.. sarap tuh bocah! Hewan di ikat terus disiksa. Ya kalah lah dia! Coba kalau dilepas talinya ya pastilah penyok tubuh kere kurus ceking kayak cacing itu!'' ketus Ali begitu kesal.
Lana tertawa terbahak mendengar singkatan Ali untuk si Bondal biang rusuh untuk keluarga nya itu.
Papi Gilang menjadi keheranan karena melihat Lana tertawa terbahak sementara Ali terus saja bersungut-sungut.
Papi Gilang mendekati mereka berdua. ''Kamu kenapa Bang??''
''Hahaha... Ali, Pi! Masa iya si Bondal ini di katain Ke ku King olehnya?''
''Heh? Ke ku King?? Apaan tuh, baru kali ini Papi dengar?''
Lana tertawa lagi. ''Hahaha .. emang ya si Ali. Hahaha...'' Lana masih saja terbahak dan Ali pun ikut terkekeh.
''Hehehe .. Kere Kurus ceKing Papi!'' kata Ali pada Papi Gilang.
Mulut Papi Gilang menganga, ''Hah? Kere Kurus ceKing???''
Ali mengangguk, ''Hooh. Tuh, lihat aja badannya. Masih kalah sama Algi. Walau Algi kurus, tapi tinggi tubuh nya itu setara dengan kita. Lah dia? Udah cebol, item, dekil, kere kurus ceking lagi! Kok bisa ya nodain si Tiara istrinya Algi. Apa yang dilihat dari lelaki macam si Bondal kekuking ini?? Kaya enggak, tampan kalah saing sama Algi, belum lagi tubuhnya itu. Beuuuhhh.. bau belacan euuuyy!!'' celutuk Ali.
Papi Gilang dan Lana mereka berdua tertawa terbahak karena ucapan Ali. Benar kata Ali. Apa yang dilihat Tiara hingga gadis itu menyukai si Bondal kekuking itu? Ck. ck. Katakanlah mata Zahra yang juling?? Eh? 🤣🤣
__ADS_1