Penantian Kinara

Penantian Kinara
Keyakinan Hati


__ADS_3

"Adek pulang, Assalamu'alaikum..." ucapnya setelah pelukannya lepas dari tubuh Algi, saudara kembar nya.


"Wa'alaikum salam sayang.. Hati-hati dii jalan. Kalau ada apa-apa, segera hubungi kami. Walau tengah malam sekalipun, kami tetap akan datang ke tempatmu. Dengar?" ucap sang papi mengingatkan lagi


Kinara tersenyum dan mengangguk, "Tentu. Ayo Nak." ajaknya pada Gading yang kini sudah siap sedia dengan ransel sekolah miliknya.


Selama Kinara tinggal dirumah Mami Alisa, Gading selalu sekolah dari sana. Ada Algi yang selalu mau mengantar keponakan angkat yang selalu membuatnya tertawa karena tingkahnya itu.


Tapi hari ini pelipur laranya itu harus pulang kerumah nya sendiri. Tapi tak apa. Ia akan sering-sering kerumah saudaranya itu. Algi tersenyum saat memikirkan hal itu.


Ia akan meminta izin kedua orang tuanya untuk sering-sering menginap dirumah Kinara.


*


*


*


Kinara, Gading, Maura, Kak ira, Ragata, dan juga Mbak sus. Saat ini sudah Tiba di rumah Kinara. Mereka turun bersama untuk mengantarkan Kinara terlebih dahulu.

__ADS_1


Baru nanti mampir sejenak dirumah Lana. Untuk memastikan kejadian yang menimpa suami Kinara.


"Masuk kak. Bang!" katanya pada ke empat saudaranya itu. Setelah Kinara membuka kunci rumah yang selalu ia bawa.


Mereka pun masuk ke dalam rumah Kinara. Pertama kali menginjakkan kaki ke dalam rumah itu sudah disambut dengan wangi yang begitu menenangkan.


Seperti wangi parfum Ali dan Kinara yang bersatu. Ke empat orang itu tertegun kala melihat figura besar di dinding rumah Kinara.


Dimana foto pernikahan Ali dan foto terakhir kali bersama seluruh keluarga sebelum mereka kembali bertugas keesokan harinya.


Mata Lana kembali berkaca-kaca. Ira dan Maura segera memeluknya dengan erat. Mereka berdua menuntun Lana untuk duduk di sofa rumah Ali dan Kinara.


Sementara Kinara dan Gading langsung saja menuju kamar masing-masing dengan riang. Tiba di depan pintu kamar nya, Nara menghela nafas sesak yang entah mengapa datang lagi.


Ceklek.


Pintu terbuka dari luar.


"Sayaangg..."

__ADS_1


Deg!


Deg!


Kinara memejamkan kedua mata nya saat mendengar bisikan lembut dan begitu halus seperti desauan angin yang berhembus lembut melewati tubuh belakang hinggap di tengkuk dan juga telinganya yang sebelah kanan.


Posisi dimana Ali selalu sangat suka jika mereka sedang duduk bersama untuk meletakkan dagu nya di bahu Kinara.


Kinara tersenyum lagi. "Adek tau, Abang ada disini dan di sekitar kami. Sembuhkan dulu tubuh dan pikiran mu. Baru setelahnya Abang kembali. Adek akan selalu setia menunggu Abang pulang. Seperti yang dulu pernah adek katakan. Bahwa Penantian Kinara tidak akan pernah usai selagi Abang belum kembali ke sisiku. ..Dan walaupun Abang tidak pernah kembali lagi. Maka adek akan bertemu dengan Abang di akhirat kelak. Di surga Nya Allah. Adek yakin! Abang masih hdup hingga saat ini. Mungkin semua itu butuh waktu dan juga.. Butuh banyak tenaga dan juga hal lainnya yang membuat Abang bisa pulang dengan selamat."


"Adek tunggu kepulangan Abang. Jangan khawatir kan adek. Adek kuat kok. Hanya saja.. Bagaimana dengan keluarga kita yang di Bandung? Apakah mereka sanggup menerima kenyataan yang akan mengguncang jiwa mereka?" lirih Kinara lagi masih dengan mata terpejam.


Kinara tersenyum saat merasakan sentuhan angin yang begitu lembut di seluruh wajahnya. Ia merasakan ada Ali disana yang saat ini sedang mengecup seluruh wajah nya hingga membuatnya tersenyum dengan lebar.


"Baik. Adek akan mengabarkan ini kepada mereka semua. Dam Adek akan meminta Ummi dan Abi untuk datang kesini, Abang tenang saja. Pergilah. Adek bisa jaga diri. Sembuhkan dulu diri Abang. Baru setelahnya pulang untuk menemui kami. Tentu abang.. Adek juga mencintaimu.. Bahkan sangat mencintaimu.." lirihnya lagi dengan mata terpejam.


Lana mematung di depan pintu mendengar ucapan Kinara yang selalu merasakan kehadiran Ali. Niat hati ingin melihat adik kecilnya itu, apakah sedang menagis atau apa.


Tetapi malah dirinya yang dibuat tertegun dengan sikap Kinara yang begitu yakin jika Ali masih hidup.

__ADS_1


Lana memundurkan langkah kakinya untuk kembali ke ruang tamu dimana istri dan kakaknya sedang menunggu.


Segitu yakinkah kamu dek? Tentang suami mu yang masih hidup? Apakah ini yang sering di sebut dengan keyakinan hati? Dimana semua orang menyangkalnya tetapi kamu meyakini jika suami kamu pasti akan kembali dan masih hidup? Batin Lana berkecamuk memikirkan ucapan Kinara baru saja.


__ADS_2