
Di Bandung.
Seminggu sudah Nara berada di kediaman sang mertua. Pagi ini mereka akan pulang ke Medan kembali. Tempat di mana mereka berasal. Abi Husen dan Ummi Siti sangat senang akan kehadiran Nara selama seminggu dirumah mereka.
''Hati-hati dijalan sayang. Ummi bakalan kangen banget sama kamu. Nanti, kalau Ali pulang. Kakak kesini lagi ya Nak??'' ucap ummi Siti sibuk terisak di pelukan Nara.
Nara tersenyum, ''Nara pun senang tinggal disini. Tapi apalah daya kakak ummi. Kakak harus sekolah. Tiga Minggu dari sekarang kan perpisahan sekolah ummi. Insyaallah.. kalau Abang pulang kami bakalan kesini lagi. Karena itu memang sudah menjadi keinginan abng dulunya. Abi... sama ummi. Sehat-sehat ya? Kakak jauh dari kalian berdua. Jangan terlalu banyak minum kopi. Ummi juga. Jangan terlalu sibuk di ladang sahut di belakang rumah. Tapi.. kakak Suka taman yang di buat Abang. Sangat asri!''
Semua yang ada disana tertawa mendengar ucapan Nara. ''Kamu ini Dek! Udah, Ayo. pesawat kalian berangkat sebentar lagi. Kalian harus cepat! Jangan sampai sia-sia Abang beli tiket cepat untuk kalian pulang!'' gerutu Rayyan pada Nara.
Nara mencebik. ''Iya. Abi, ummi, Haliza, Ratih dan Raja. Kakak pulang dulu ya? Insyaallah bulan depan kesini lagi bersama Abang.''
''Tentu nak. Pergilah. Doa kami selalu menyertaimu...'' lirih Abi Husen sembari mengecup lembut dahi Nara dengan sayang.
Nara terisak di pelukan Andi Husen. ''Abi... hiks..''
__ADS_1
''Sudah .. pergilah! Jangan lupa sering berjabat pada kami yang sudah tua ini ya?''
Kinara mengangguk. ''Tentu Abi. ummi. Kakak pamit. Assalamualaikum...''
''Waalaikum salam...'' sahut semuanya.
Kinara masuk ke mobil rental yang disewa oleh Rayyan dan meksju meninggal kan kediaman Abi Husen dan ummi Siti. Kini, tinggallah mereka berlima dalam keheningan.
''Sabar.. kakak ipar kalian akan kesini lagi kok. Sebulan lagi. Entah kenapa Abi merasakan ada hal yang akan terjadi kepada Abang kalinya disana??''
''Ummi benar. Hah. pulang lagi bidadari surga kita! Selama ada Nara disini, Abi sepeti Raja dibuatnya! ck!''
Semua yang ada disana tertawa-tawa. ''Adek kan Raja Abi!'' celutuk Raja pada Abi Husen.
''Ya, ya, terserah anda lah tuanku Raja....''
__ADS_1
Hahaha...
Sementara di dalam mobil, Kinara kbsli terdiam. Sebersih ingatan Abi tadi malam masih terngiang di ingatan nya. Tapi ia bisa apa? Jika memang seperti itu jalan hidupnya??
Kinara mencoba tersenyum memikirkan Ali yang akan pulang sebulan lagi. Senyum itu tidak berhenti tersungging di bibir tipisnya. Sedangkan Ali dan Lana saat ini sedang berada di Bengkulu.
Mereka di tugaskan disana karena ada hal serius yang harus mereka selesaikan disana. Semua ini permintaan dari salah satu tentara perbatasan Bengkulu. Ada hal yang mendesak hingga mereka diharuskan di terbangkan kesana.
Dari sana kah nanti mereka langsung bertolak ke Medan. Pulang untuk menemui sang istri tercinta. Ali menjadi begitu semangat setelah mengingat kalau tiga Minggu lagi Nara akan perpisahan sekolah.
Semua informasi ini Ali dapat dari adiknya yang berada di Bandung. Ali terkekeh sendiri saat menyadari jika Nara sering duduk mekdmun dan memegang figura miliknya yang tersimpan di kamar mereka.
''Sabar sayang.. tiga Minggu lagi kita akan bertemu. Sampai waktu itu tiba, kamu harus bersabar ya? Abang yakin, kamu sanggup kok. Jarak kita sudah tidak jatuh lagi. Bahkan saat ini Abang bisa melihat status wa mu. Tapi kamu tidak sadar sayang.. tunggu Abang pulang! Abang akan buat kejutan untukmu nanti di sekolah saat perpisahan sekolah mu Abang akan hadir disana. Abang akan lihat, kamu terkejut tidak dengan kehadiran Abang??'' Ali terkekeh sendiri saat membayangkan hal itu terjadi.
Lana terkekeh saat melihat senyum Ali terus tersungging sedari mereka tiba di Bengkulu. ''Semoga akan terus seperti ini ya Dek? Abang senang melihat keadaanmu seperti ini..'' lirih Lana dalam hati.
__ADS_1