
''Loh? Kok udah pulang? Udah ketemu bang Lana kah?'' tanya Ali pada Kinara yang baru saja masuk dengan wajah merengut masam.
Ali terkekeh dan mendekati istrinya yang sedang merengut masam kayak jeruk purut wajahnya. ''Adek kesal sama Abang!'' adunya pada Ali.
''Kesal? Kenapa?? Apa tadi nggak ketemu sama Abang?'' tanya Ali memastikan pada Kinara.
Kinara semakin kesal saat mendengar ucapan Suaminya. ''Gimana mau ketemu? Wonge ngendok ae! Ankrem de'e!''
Buhahahaha...
Ali tertawa terbahak mendengar ucapan Kinara seperti itu. ''Hahaha.. kamu kok gitu sih ngomongnya? Tau nggak itu artinya apa??' Hahaha..'' ucap Ali masih dengan tertawa terbahak karena ucapan Kinara.
Kinara mendengus. ''Heh, apa pula adek nggak tau? Papi adek kan wong jowo? Mami iyalah orang Aceh? Ck!'' Kinara masih saja kesal.
Wajah itu begitu masam saat ini. Ali masih saja tertawa. ''Iyo yo? Ankrem de'e?? Hahaha.. bertelur apa mencetak telur?? haha..'' Ali masih saja tertawa.
''Lah Iyo Mas! Wonge wes ankrem ae? Wes ngendok nangkono! Piye? Nggak mudeng kok rene! Kesel aku Mas!''' kesal Kinara lagi.
Buhahahaha...
__ADS_1
Ali semakin tertawa terbahak saat mendengar bahasa Jawa Kinara. Sungguh, sore itu Kinara begitu mengocok perutnya gegara lelucon itu.
''Piye Mas?''
''Opone?''
''Iku, sedulurku kok ankrem ae de'e??''' tanya Kinara lagi masih dengan bahasa Jawa.
''Ya, tinggalkan wae. Wong-wong malah orang ngerti sampeyan teka?'' ( Ya, biarkan sajalah. Lah, mereka pun nggak tau kalau kamu datang??''
''Iya sih. Tapi tetap kesal adek, Bang!'' sungut Kinara lagi.
Kinara memutar bola matanya malas. ''Abang nggak kayak gitu? Padahal Abang Kan yang lebih membutuhkan seharusnya?? Kita ini pengantin baru. Tapi kelakuan kita nggak kayak gitu kok! Ini maksudnya kayak pengantin baru! Satu hari nggak keluar dari kamar! Isshh.. kesel Adek! Awas aja mereka! Kalau sampai mereka menyindir adek nanti, akan adek balas mereka! Biar mereka tau rasa! Enak aja mau ngatain adek pengantin baru?? Lah mereka? Pengantin usang rasa baru begitu?!'' ketus Kinara begitu kesal.
Lagi dan lagi Ali tertawa karena ucapan Kinara. ''Hahaha.. terserah padamu sayang.. tapi ingat! Jangan sampai kamu menyinggung kedua orang itu. Jaga lisan mu agar tidak menyakiti mereka. Kesal boleh, tapi tetap jaga batasan hem?'' kata Ali pada Kinara.
Kinara menghela nafasnya. ''Iya Abang. Tapi jangan salahkan adek kalau nanti mereka berdua menyindir adek dengan ucapan yang adek nggak suka, maka adek akan membalas ucapan mereka nanti! Tunggu saja! Akan tiba waktunya mereka kena batunya!''
Ali terkekeh. ''Ya udah.. udah tenang kan sekarang??'' tanya Ali pada Kinara yang saat ini sedang memeluk erat dirinya
__ADS_1
Kinara semakin nyaman dalam pelukan hangat Ali. ''Hemmm.. nyamannya.. kalau sampai Abang pergi lagi untuk bertugas, maka adek akan sangat merindukan Abang nanti. Wangi tubuh Abang ini sangat adek sukai. Hemm.. harum banget... adek suka!'' celutuknya membuat Ali terkekeh.
''Kayaknya.. kalau kita punya anak nanti, pastilah kamu akan nempel sama Abang kayak gini? Lihat aja sekarang?? Kamu nempel kayak lem sama Abang!''
Kinara tertawa. ''Kayak perangko Abang! Bukan lem, Abang! Gimana sih??'' sungut Kinara masih dengan tertawa.
Ali pun ikut tertawa. ''Ayo, semakin sore. Kita bersihin dulu yuk, rumah kita yang berantakan kayak begini. Baunya udah nggak enak loh..''
Kinara terkekeh, ''Siapa suruh Abang beliin yang beginian?? Kan kalau udah kering baunya nggak enak? Abang sih!''
Ali tertawa. ''Semua ini demi kamu sayangku, ratu di hatiku, permaisuri di hidupku. Abang sengaja ingin memberikan yang terbaik untuk kesan pertama kita. Bukankah kita ini masih pengantin baru yang belum menyatu? Malam pertama kita tertunda kan ya?'' Kinara mengangguk.
''Maka dari itu Abang ingin memberikan yang terbaik untukmu. Yuk, kita bersihin rumah kita? Agar layak huni lagi??''
Kinara tertawa. ''Oke Bos! adek siap!'' sahut Kinara
Mereka bekerja sama membersihkan rumah mereka bersama-sama hingga waktu menjelang Maghrib tiba.
💕💕💕💕
__ADS_1
Kalau bahasa Jawa nya nggak cocok, mohon maaf ye? Othor baru belajar bahasa Jawa! 🤣🤣🤣