
''Ayo, Mami memanggil kita.'' Katanya lagi pada Nara.
Nara mengangguk, Mami Alisa mendekatinya dan memeluk Kinara dengan erat. ''Kok gitu banget sih tadi larinya?? Hampir copot jantung Mami lihat kamu hampir terjatuh katanya gitu?''
Ali terkekeh. ''Maklumin aja Mak.. kan rindu berat??'' goda Ali hingga mendapat tepukan ringan di lengannya oleh Kinara.
''Diem Abang!'' bisik Nara merasa malu.
Ali Terkekeh. Kepala sekolah mendekati Kinara dan Ali. Beliau tersenyum, ''Maaf nih saya menganggu?? Ini dengan siapa ya? Em maksud saya pemuda ini siapa tuan Gilang??'' tanya pak kepala sekolah pada Papi Gilang.
Papi Gilang terkekeh. ''Kenalkan, ini calon menantu saya. Komandan Ali Jaber Al Basri. Ali merupakan rekan putra saya saat bertugas kemarin. Dan saat ini sudah menjadi calon suami Kinara. Tidak akan lama lagi kami akan menggelar resepsi. Ia hanya satu bulan disini sebelum balik bertugas bersama putra sulung saya. Komandan Lana.''
''Hoo .. saya pikir siapa tadi. Nak Ali ini begitu mirip dengan seorang ustad yang saya kenal di Bandung. Wajahnya itu begitu mirip dengan Ustad Husen dan ustad Hasan? Atau mungkin saya saja yang terlalu??''
Papi Gilang tertawa. ''Anda benar sekali pak Ramlie. Ali Jaber ini merupakan putra dari ustadz Husen dan ustad Hasan merupakan uwaknya!''
''Hah? Iyakah? Masyaallah kalau begitu. Anda tidak salah pilih menantu. Ayo mari! Silahkan duduk nak Ali. Acaranya belum selesai. Ayo silahkan. Kinara kembali lagi ke depan ya?'' pinta Pak Ramlie pada Kinara
Kinara menoleh pada Ali. Ali mengangguk, Kinara merengut. Ali terkekeh. Ia berbisik lirih di telinga Nara. ''Nanti dirumah kita lanjutkan lagi!''
Nara tersipu malu. Ali terkekeh kecil. Kinara kembali ke panggung dimana Algi dan Tiara masih perform disana. Adam masih menatap Kinara tidak berkedip.
__ADS_1
''Fokus Dam!'' bisik Algi di telinga Adam.
''Hah? I-iya!'' sahut Adam tergagap.
Mereka melanjutkan pengiriman mereka lagi. Selesai dengan acara itu, kini kepala sekolah mengumumkan siapa juara umum di sekolah mereka.
Dan tepat seperti tebakan Ali. Kalau Kinara lah yang mendapat kan itu. Di susul Algi dan Tiara. Terakhir Adam.
Adam masih saja menatap Kinara dan Ali yang tidak berkedip. Ia mencoba mendekati Kinara yang saat ini bergelayut manja di lengan sang komandan.
''Selamat ya Om untuk Kinara dan Algi. Kalian berdua selalu kompak dalam merebut juara umum di sekolah ini!'' Adam terkekeh saat mengatakan hal itu.
Ali terkikik geli kala Nara berbisik ria di telinganya. Semua itu tidak luput dari perhatian Adam. ''Baiklah, saya permisi Om, Tante. Papa pun sudah datang untuk menjemput. Besok pun saya harus segera bertugas kembali. Selamat Kinara. Semoga saat aku selesai nanti, kita berjumpa lagi. Dan disaat itu tiba, kamu masih sendiri,''
Deg!
Ali terkejut mendengar ucapan Adam. Adam tersenyum pada semua nya. Ia pergi dengan membawa sepucuk hati yang lara karena sang pujaan hati sudah menemukan tambatan hatinya.
Adam pulang dengan membawa luka yang mendalam dihatinya. ''Biarlah rasa ini tersembunyi di dalam hati ini. Jikalau kita masih berjodoh, kita pasti akan bertemu kembali.'' Bisik Adam dalam hati.
Ia menyusut buliran bening yang mengalir di pipinya. Sang Mama dan Papa merangkul nya dengan erat. ''Ikhlaskan. Titik tertinggi di dalam mencintai adalah mengikhlaskan! Ikhlaskan dirinya bahagia bersama pilihan hatinya. Mama yakin, kamu pun pasti akan mendapatkan pengganti yang lebih baik darinya. Allah sedang menempah dirimu menjadi seorang pria yang kuat dan berbudi luhur. Mama percaya. Kamu pasti bisa. Ayo!''
__ADS_1
Adam mengangguk walau dengan air mata bercucuran. Kinara memeluk erat tubuh Ali. Ia tau seperti apa Adam menyukai nya selama ini.
''Sabar.. Itu yang terbaik untuknya. Abang yakin, Allah sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk Adam disana.''
Kinara semakin erat memeluk tubuh Ali. ''Hiks.. maafkan Dam.. maaf...'' lirih Kinara di dalam pelukan hangat Ali.
Banyak teman-teman Kinara yang menyayangkan Kinara yang lebih Ali daripada Adam. Andai mereka tau, kalau Kinara pun terluka karena menolak sahabat nya.
Apa yang ahrus kinar perbuat, sementara dirinya saja sudah sah menjadi istri seorang Ali Jaber Al Basri.
Ali semakin erat memeluk tubuh Kinara karena mendengar cemoohan untuk Kinara yang bodoh karena memilih Ali yang sudah tua dibanding kan dengan Adam yang sebaya dengannya.
''Sudah.. kita pulang ya? Abang bawa motor loh.. katanya ingin jalan-jalan kan ya sama Abang??''
Kinara tersenyum. ''Ya, ayo!'' ajak Kinara pada Ali.
Tanpa melepaskan pelukannya Kinara berjalan bersama Ali menuju motor mereka yang berdiri di parkiran. Tiba di parkiran, Ali mendorong motor nya dan mereka berdua mengelilingi seluruh taman bunga yang mereka lewati.
Semua itu atas permintaan Kinara sebelum mereka pulang kerumah yang sudah dihias sedemikian rupa oleh Ali. Cuma Ali yang tau. Papi Gilang dan Mami Alisa sudah pulang lebih dulu bersama Algi.
Mereka sengaja memberikan waktu untuk Kinara bermain-main bersama Ali untuk melepaskan rindunya.
__ADS_1