
Kinara kembali melanjutkan ceritanya tentang Mami Alisa pada sang suami. ''Saat itu, Mami sama kak Ira ketakutan kala melihat banyak siswa yang sedang tawuran sedang Abang belum juga kembali. Karena panik, Mami ingin menyusulnya tapi di tahan oleh Kak Ira. Tapi alangkah kagetnya Mami saat melihat bang Lana yang di pukul hingga berulang kali dihadapan matanya.''
Kinara menarik nafasnya. Lalu melanjutkan lagi. ''Mami berlari cepat diantara kerumunan orang banyak itu. Ia berlari hingga tiba di depan bang Lana yang sedang menangis tersedu memegangi pipinya yang terasa sakit akibat tamparan pemuda tawuran itu. Mami marah besar disana, ia menampar pipi pemuda yang telah memukul bang Lana hingga berulang kali. Semua orang terkejut melihat nya. Yang Mami tidak taunya, ternyata itu adalah kepala tawuran lawan tawuran Papi!''
''Hah??'' terkejut Ali mendengar nya.
Kinara yang sedang seriusnya tertawa saat melihat wajah Ali terkejut seperti itu. ''Hahaha.. iya Abang. Papi itu dulunya bandal loh. Ia kepala dengan tawuran di sekolahnya.''
''Astaghfirullahal'adhimm... Papi? Kepala tawuran?! Kok bisa?!''
Kinara tertawa lagi. ''Ya bisa atuh, Bang! Papi itu sama seperti Mami. Mereka berdua di kecewakan oleh orang yang mereka sayangi. Mama Vita! Mamanya bang Rayyan merupakan jodoh Papi dulu ketika mereka masih kecil. Tapi semua itu berakhir karena Mama Vita yang tidak setia pada Papi Gilang. Ia lebih memilih sahabat Papi dibanding kan dengan Papi. Papi pasrah. Tapi perubahan karena disakiti itu berlanjut hingga mereka pindah ke Medan. Papi sengaja membuat ulah dimana-mana karena rasa kesal dan bencinya kepada Mama Vita dan juga Oma Dewi,'' Ali semakin terkejut mendengar cerita Kinara tentang Paling Gilang.
__ADS_1
''Awal mula pertemuan mereka sangatlah buruk, Bang. Mami begitu ketus kepada Papi. Tapi tidak sama bang Lana. Bang Lana saat itu begitu menyukai Papi. Dari sanalah mereka berdua sering bertemu dengan alasan ingin menjenguk bang Lana.'' Kinara terkekeh begitu pun dengan Ali.
''Mereka berdua sering bertemu karena bang Lana dan juga Kak Annisa yang saat itu masih bayi. Semua itu berjalan lancar berkat keteguhan Papi. Tapi tidak setelah mengetahui kalau Papi ketahuan oleh bang Lana menikah dengan Mama Vita... hiks.. Mami hancur. Begitu pun dengan ketiga saudara ku itu. Mami begitu tegar menghadapi semua ujian itu. Semua itu karena permintaan Papi yang mengatakan jika Papi akan kembali kepada Mami pada waktu yang sudah di tentukan.''
''Mami setuju. Papi terpaksa menikahi Mama Vita karena ancaman dari Oma Dewi dan Opa Angga yang akan menghabisi Mami kalau sampai Papi kembali lagi pada Mami. Tapi Papi lelaki licik dan terpintar yang pernah adek kenal.''
''Kok gitu??'' sela Ali
''Hahaha.. dasar Papi! Ingin mendapatkan cinta Mami dengan cara mengikatnya seperti itu. Apa Mami tidak marah??''
''Mami marah. Mami marah karena terlambat tau saat dirinya itu merupakan istri sah Papi secara hukum sementara Papi juga sudah menikah dengan Mama Vita. Itu pun Mami ketahui saat Papi kecelakaan bersama Bang Lana tepat dihari pernikahan Papi bersama Mama Vita. Mami sempat menolak, tapi Papi tetap bersikukuh. Abang taukan Papi seperti apa?''
__ADS_1
''Hahaha.. tipe pemaksa namun, penyayang!''
''Ya, Abang benar! Papi memang pemaksa namun, sangat penyayang. Hubungan Papi dan Mami sempat terputus karena Papi berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya. Tapi semua itu terjadi hanya sebentar. Setelah bang Rayyan lahir, Abang lah yang menjadi penghubung mereka berdua. Bang Rayyan pernah menyusui sama Mami hingga tiga tahun lamanya. Maka dari itu bang Rayyan sangat istimewa bagi hubungan mereka berdua. Walaupun begitu, adek Tidak pernah cemburu kalau Mami sangat menyayangi Bang Rayyan. Karena adek tau, sebelum kami ada. Bang Rayyan lah yang membuat hubungan keduanya menjadi sah di mata agama.''
''Oleh karena itu, adek sangat berpedoman pada kisah Mami untuk kehidupan rumah tangga kita. Banyak pelajaran yang diambil dari kisah mereka. Kalau Abang ingin tau lengkap nya, baca aja di aplikasi online khusus bacaan kayak gitu. Kak Annisa sudah menulis cerita mereka di sana dengan judul PELABUHAN TERAKHIR KU ( Kamu bukan Pembawa Sial ) cerita ini versi Papi yang ditulis kakak menurut yang yang ia tau dari bang Lana dan bertanya langsung sama Papi. Hihihi.. dasar Kakakku itu. Usil banget orangnya! Tapi Abang jangan salah. Cerita Papi dan Mami sekarang banyak pembacanya. Disana tidak hanya tentang kisah Mami dan Papi saja. Tapi banyak pengajaran yang bisa kita ambil disana melalui hubungan mereka berdua. Abang mau baca? Biar adek tunjukkan sama Abang,''
Ali Terkekeh, ''Boleh, kalau nanti punya waktu senggang cabang akan baca. Mungkin lebih lengkap lagi yang ditulis sama Kak Annisa kali ya? Ketimbang cerita kamu??''
Kinara tertawa mendengar ucapan Ali. Ali pun ikut tertawa melihat Kinara yang tertawa karena ucapan nya. Mereka berdua sibuk menceritakan tentang masa lalu Papi Gilang dan Mami Alisa saat pertama kali bertemu.
💕💕💕💕
__ADS_1
Kalau pingin tau cerita Papi Gilang dan Mami Alisa, mampir aja kesana ye? Biar kalian pada tau. Cus kepoin!