
Kinara masih menatap Ali mencari jawaban. Susana semakin dingin saja saat melihat raut wajah Ali yang semakin dingin dan tidak bersahabat.
''Makan dulu. A'? Kita makan dulu ayo! Ummi udah lapar loh..'' tegur ummi Siti yang kini membuat semua orang dengan segera menyuapkan makanan ke mulut mereka.
Kinara tidak jadi makan karena melihat Ali yang tidak ingin makan. Ali ingin bangkit, tetapi tangannya di cegah Kinara. ''Jika Abang tidak makan, maka adek pun tidak akan makan! Kita akan sakit bersama-sama! Bukan kah itu dulu perjanjian kita?''
Deg!
Ali memejamkan matanya. Ia kembali duduk. Dan mengambil piring nasi dan menyuapkan terlebih dahulu ke mulutnya. Ia terdiam merasakan tumis pepaya buatan Nara.
Ia menatap Kinara yang kini sedang menatapnya juga. Ali tersenyum, ''Enak! Sangat enak! Ayo di coba?'' ucap Ali sambil menyuapi Kinara dengan nasi dan sayur buatan Kinara tadi.
Kinara menerimanya, ia pun mengunyah makanan itu dengan mata berkaca-kaca. Ali terus saja menyuapi nya setelah menyuapi untuk dirinya sendiri.
Mereka larut dalam tatapan dan suapan bersama. Kinara yang memang sangat ingin makan tumisan pepaya matang yang entah kenapa sangat Nara inginkan.
Ali menyuapi Kinara hingga habis dua piring lebih. ''Sudah, adek kenyang! Ups!'' Kinara menutup mulutnya agar tidak bersendawa. Ali terkekeh, Kinara nyengir saja.
Semua itu tidak luput dari perhatian Arfan. Abi Husen menghela nafasnya. Ia bangkit setelah dirasa cukup.
''Yang laki-laki semuanya ke mesjid!''
Deg!
__ADS_1
Semuanya saling pandang. ''Iya Bi. Aa' menyusul!'' sahut Ali
''Abang ke mesjid dulu ya?''
''Tapi Abang baru makan loh..'' cegah Kinara pada Ali.
Ali Terkekeh, ia mengusap pipi chubby sang istri. ''Abang sudah sedari tadi makan nya. Tetapi kamu yang baru saja!'' Ali tertawa.
Abi Husen yang sedang duduk diruang tamu menarik sedikit ujung bibirnya. ''Semua ini harus dijelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman,'' gumamnya sedikit lirih
Ali bangkit, di susul Amir dan Arfan. Arfan masih saja menatap Kinara yang saat ini sedang tertawa bersama Delia. Adik sepupu nya.
Ia mengikuti Ali yang kini duduk disamping Abi Husen. Mereka duduk sebentar sambil menunggu masuk waktu isya.
Ternyata, ummi Siti dan Abi Husen sangat menyukai masakan Kinara ini. Salah satunya tumisan pepaya ini.
Ummi Siti ingin bertanya, tetapi takut menantunya itu tersinggung. Maka dari itu ia memilih diam saja. Akan ada waktunya Kinara akan menjelaskan kepada mereka semua.
Adzan isya berkumandang. Kini ke empat lelaki itu sudah berlalu ke mesjid. Tinggallah para wanita dirumah yang akan segera melaksanakan sholat isya berjamaah di pimpin ummi Siti.
Dua puluh menit kemudian, ummi Siti memanggil Kinara dan kedua anaknya untuk duduk di ruang tivi.
''Duduk disini nak. Ada yang ingin ummi tanyakan!'' katanya pada Kinara.
__ADS_1
Kinara mengangguk setuju. Ia pun duduk disampingnya ummi Siti. Ia tau pasti tentang Arfan sepupu Ali.
''Iya Ummi. Apa yang ingin ummi tanyakan? Sebelum ummi bertanya, bolehkah Teteh yang berbicara dulu? Maaf kalau teteh tidaka sopan. Teteh hanya ingin meluruskan paraduga di hati kalian semua.''
Deg!
Tiga orang yang baru saja tiba itu mematung seketika setelah mendengar ucapan Kinara. ''Boleh, kami memang ingin mendengar dari mu secara langsung agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan fitnah nantinya,'' sahut ummi Siti.
Kinara tersenyum, ''Baik ummi. Sebelumnya Teteh mohon maaf. Semua ini diluar kendali teteh. Bukan maksud teteh untuk tidak menceritakan nya. Teteh pun baru tau kalau bang Arfan itu ternyata Abang sepupu bang Ali. Teteh aja baru taunya tadi. Makanya teteh kaget hingga menjatuhkan sendok itu ke mangkuk. Maaf Ummi..'' lirih Kinara merasa bersalah.
Ummi Siti memaklumi. ''Tak apa. Jelaskan! Kami ingin mendengar nya!'' tegas Ummi Siti menatap lembut pada Kinara.
Keempat pria itu pun masuk dan duduk bersama disana. Kinara menoleh saat Ali duduk disampingnya. Ia tersenyum, ''Ceritakan! Abang pun ingin tau. Agar Abang tidak salah paham padamu? Hem?''
''Tentu! Ehem, satu tahun yang lalu-,''
''Satu tahun yang lalu??'' potong Ali
Kinara berdecak sebal. Ummi Siti dan Abi Husen terkekeh. ''Dengar dulu ih! Katanya tadi mau dengar cerita adek!'' sungut Kinara merasa kesal karena ceritanya itu terpotong lagi oleh ucapan Ali.
Ali tertawa. ''Oke, oke! Silahkan Nyonya!'' katanya pada Nara.
Nara mencebik. ''Satu tahun yang lalu saat Teteh menyusul Gading ke Jakarta untuk menyusul Gading, Teteh tanpa sengaja bertemu dengan Bang Arfan di jalan. Waktu itu bang Arfan hampir saja di Lindas truk karena terjatuh dari motor nya.''
__ADS_1
''Apa?!''