Penantian Kinara

Penantian Kinara
Tidur di kamar Ali.


__ADS_3

Dua jam sudah perjalanan mereka menuju kediaman mertua Maura. Yaitu Abi Husen dan ummi Siti. Dirumah mereka sudah menunggu kedua adik Ali. Mereka tersenyum saat melihat mobil rental yang tadi malam menyusul kedua orang tua mereka kini tiba di depan rumahnya dengan Nara turun dari mobil itu.


''Kakak ipar!!!'' pekik Haliza adik kedua Ali.


''Assalamu'alaikum Dek..'' sapa Nara sembari tersenyum manis pada mereka bertiga.


''Hehehe... waalaikum salam kakak. Eh, ada Papi dan Mami. Ini pasti Gading ya?'' kata Haliza seraya mengambil alih Gading dan menurunkan nya ke bawah.


Ia menuntun Gading dan Nara untuk masuk kerumah sederhana mereka. Pertama kali masuk kerumah itu sudah di suguhkan dengan figuran besar seorang prajurit menggunakan seragam lengkap dan senjata lengkap nya. Siapa lagi kalau bukan Ali.


Nara tertegun di depan pintu. Ingin sekali rasanya memeluk gambar itu saking rindunya pada Ali. Dada nya terasa sesak secara tiba-tiba.


Puk.


Puk.

__ADS_1


''Sayang??''


''Hah? I-iya Pi. Adek masuk. Iya masuk.'' Sahut nya dengan sedikit terkejut dan tergagap ketika menjawab ucapan Papi Gilang.


Nara bergegas masuk langsung menuju sebuah kamar yang entah kamar siapa. ''Nara!'' panggil Mami Alisa


Nara tidak mendengarkan. Ia terus masuk ke dalam kamar yang di duga kalau itu kamar sang suami. Abi Husen terkekeh saat melihat kamar siapa yang dituju Nara.


''Ck. Nara ini gimana sih? Kamar siapa coba yang dimasukinya? Kalau kamar suaminya tak apa. Kalau sempat itu kamar adik Ali yang laki-laki satu lagu gimana? Anak kamu, Pi!'' tegur Mami Alisa pada Papi Gilang.


Ummi Siti tertawa. ''Sudah. Tak apa besan. Kamar itu kamar suaminya. Heran saja saya. Kok bisa langsung menuju kamar Ali ya? Padahal kan Nara baru pertama kalinya kesini??''


Papi Gilang terkekeh. ''Menantu anda sedang merindukan suaminya Ibu Besan! Jadi ya.. mungkin reflek aja!''


Abi Husen tertawa. ''Biatkan dia melepas rindunya di dkmar suaminya. Selama ini tidak ada yang berani masuk ke kamar itu selain kami berdua. Kami berdua yang membersihkan kamar Ali setiap harinya. Mbuat isi kamar itu tetap pada tempat nya. Dan diantara kamar yang lain, kamar Ali lah yang paling besar. Dulu, Ali sempat bilang. Kalau suatu saat ia menikah dan memiliki istri, maka istrinya lah orang pertama Yang akan tidur di kamar itu. Kamar Ali sudah di renovasi sejak ia jadi tentara. Gaji pertama nya ia berikan kepada kami untuk kami renovasi rumah ini. Sisanya untuk bayar hutang di Bank waktu itu. Dan Alhamdulillah berkat Nak Lana, putra nya besan. Hutang kami di Bank sudah lunas. Sekarang kamu sudah tidak memiliki hutang lagi di manapun.'' Jelas Abi Husen membuat Nara yang ada di dalam kamar Ali tertegun sekali lagi.

__ADS_1


''Ternyata.. ini kamar Abang ya? Loh? Ini kan?? Kenapa ada sama Abang? Japan Abang ngambilnya?'' kata Nara pada figuran kecil di kamarnya yang sempat bilang.


Ternyata Ali lah yang mengambilnya. Nara terkekeh namun, menangis. ''Hiks.. adek kangen banget sama Abang. Kapan Abang pulang?? Nggak sabar ingin jumpa Abang.. semoga Abang pulang saat acara perpisahan sekolah adek nanti ya?'' ucapnya pada figuran Ali yang tersanding berdua dengan figura miliknya.


Nara duduk di ranjang king size milik Ali. Wangi parfum Ali begitu Nara rindukan saat ini. Ia mendekati lemari baju Ali dan membukanya. Karena kunci lemari itu tergantung disana.


Lagi dan lagi Nara tertegun saat mendapati beberapa pakaian miliknya dan di dalam lemari itu. ''Ini... kapan Abang ngambilnya? Dan ini? Astaghfirullah! Sampai CD sama kacamata kuda ku pun ada. Haduuhh.. Abang.... kok nakal banget sih??'' gerutu Nara pada bahunya itu.


Ia membuka semua kemari itu dan terlihat jelas beberapa pasang baju Kinara yang sengaja jkinara beli dan baru satu kali ia pakai sekarang ini sudah ada di dalam lemari itu.


Gemas dengan kelakuan Ali, Nara mengambil acak salah satu kemeja Ali. Yang tidak disangka olehnya sesuatu jatuh dari balik baju yang baru saja Nara ambil.


Nara berjongkok dan mengambil tempat itu. ''Apa ini? Seperti amplop. Untuk kekasihku Kinara???? heh??? Kok bisa?!'' pekiknya sendiri.


Bergegas Nara meletakkan benda itu dan membuka seluruh bajunya. Beruntungnya Nara kamar mandi di kamar Ali pun sudah ada. Karena baru saja di renovasi.

__ADS_1


Rumah itu sekarang sudah bertingkat dua. Uang yang diberikan Lana pada Ali lebih dari cukup untuk membayar hutang dan gajinya juga Abi Husen kumpulkan. Kemudian ia renovasi kamar Ali sesuai dengan permintaan Ali dulunya.


__ADS_2