
Kelima orang yang masih berpelukan di jalan itu tidak menyadari sekitar yang kini sedang menatap heran pada mereka semua.
Ali masih menangis dengan memeluk erat tubuh ke empat anaknya. Cukup lama mereka meluapkan rindu hingga Gading teringat jika sang Mami sedang dalam masalah disana.
"Pi, lepas dulu. Mami sedang dalam masalah di dalam. Ayo, sebelum terlambat!" katanya pada Ali.
Ali mengurai pelukannya dan tersenyum hangat pada Gading. Senyum yang sama saat pertama kali Gading melihat pemuda tampan yang telah menjadi ayah angkatnya itu tersenyum hangat padanya.
"Tentu, Nak. Ayo kita masuk." jawabnya.
Tapi sebelum melepas pelukan itu, Ali mengecup dahi putranya satu persatu. Dimulai dari Gading, Adam, Ijal dan terakhir sang Princes Alkira.
Ali tersenyum lagi. "Ayo! Kita buat kejutan untuk Mami kalian! Papi ingin lihat seperti apa reaksinya? Apakan sama saat perpisahan sekolahnya dulu atau hanya pingsan?" kelakar Ali disambut tawa oleh ke empat anaknya.
Fathir pun ikut tertawa. Ia pun mengikuti ayah dan anak itu dari belakang. Mereka terus saja berjalan hingga tiba di depan teras setelah melewati pos satpam yang terlihat begitu terkejut.
Ali tersenyum dan mengangguk saja pada satpam yang begitu terkejut itu. Mereka terus berjalan.
Sementara di dalam sana, Kinara semakin erat memegang tangan Lana. Papi Gilang dan Mami Alisa panik melihat Kinara seperti orang sakit.
"Kamu kenapa, Nak?" tanya Mami Alisa pada Kinara.
Kinara tidak menjawab. Mata itu tetap terpejam. Hingga..
Tap, tap, tap.
Kinara spontan berdiri dengan mata yang sudah terbuka lebar. Keringat dingin mengalir didahinya.
__ADS_1
Deg, deg, deg..
Semua orang pun ikut berdiri karena melihat aksi spontan dari Kinara. Mata itu terus menatap kedepan.
Tiba-tiba saja senyum manis terbit di bibirnya. Membuat semua yang memandangnya keheranan.
Tetapi tidak dengan Lana. Ia merasakan jika iparnya sudah kembali. Bibir itu pun tertawa disertai suara tertawa Kinara yang kini masih mmegang tangannya.
Ali dan ke empat anaknya masih berbicara di depan teras. Tiba disana, ia berbicara sebentar.
"Nak.. Papi ingin ketemu sama Mami kalian. Boleh kalian menepi dulu? Cukup berdiri disini saja ya?"
"Memangnya kenapa Pi?" tanya Adam
Gading terkekeh, "Papi takutnya, Mami kalian mendadak menjadi tukang silat nanti. Karena itu, kalian semua menepi dulu, hem?" katanya lagi masih di tatap bingung oleh si kembar.
"Ayo, Dek. Nurut aja apa kata Papi. Nanti adek akan tau kayak apa Mami kita kalau udah ketemu Papi!" timpal Gading menimpali tetapi sambil tertawa.
Si kembar menurut. Ali tersenyum. Ia pun berdiri tepat di depan pintu dimana Kinara saat ini sedang tersenyum manis tetapi mata itu sedang menatap pada orang lain.
Ali terkekeh, ia pun mendekat dan memanggil Kinara dengan lembut. Tidak lupa senyuman manis nya yang selalu Kinara rindukan saat ini.
"Sayangku.." lirih Ali seperti suara desauan angin. Tetapi kinara bisa mendengarnya.
Ia yang saat itu sedang menoleh pada Jendral Sudirman karena beliau bertanya ada apa, kini menoleh ke depan kala mendengar suara lembut dari sang pujaan hati.
Deg, deg, deg..
__ADS_1
Jantung itu serasa ingin lepas dari tempatnya kala melihat Ali yang kini sedang tersenyum dan merentangkan kedua tangannya pada Kinara.
Kinara tersenyum manis sekali. Air mata semakin beruraian di wajah cantiknya.
"Hiks.. Abang.. Hiks.. Bang Ali. Hiks.. Suamiku! Bang Lana! Suamiku pulang! Huaaaa..."
Deg!
Deg!
Semua yang ada disana terpaku di tempat saat Kinara memangiil satu kata itu. Lana tertawa dan segera melepaskan tangannya saat melihat memenag benar jika Ali sedang berdiri di depan teras rumah Sang Papi.
Kinara berlari kencang melewati Adam yang kini memandangnya dengan terkejut. Ia berbalik dan..
Grep!
Bruukkk..
"Aduuhhh!!! Sakit sayang! Auuwhh.. Kamu mau buat Abang encok, hem? Abang masih muda lo.. Masa' iya udah encok aja? Ishhh.." gerutunya pada Kinara yang kini sudah mendekapnya begitu erta.
Ali pun tertawa saat merasakan cubitan halus di tubuh bagian belakangnya. "Geli sayang, ih! Jangan disistu!Hahhaha.." Ali tertawa.
Suara gelegar tawa Ali itu terdengar hingga ke telinga Lana. Ia pun ikut tertawa sambil berjalan keluar melihat dimana sang Adik sedang memeluk ali dengan erat dan tiduran di tanah di teras rumah Papi mereka.
Apakabar yang lainnya?
Mereka semau begitu shock saat ini. Apalagi Papi Gilang dan Jendral Sudirman. Mami Alisa jangan ditanya.
__ADS_1
Wanita paruh bay itu saking shocknya, jatung pingsan di sofa miliknya. Papi Gilang tidak bisa menagkapnya lantaran masih sangat terkejut dengan fakta yang baru saja ia alihat.
Ali, suami Kinara telah kembali.