Penantian Kinara

Penantian Kinara
Acara aqiqahan dan Penabalan nama


__ADS_3

Lima hari kemudian.


Pagi ini seluruh keluarga begitu sibuk karena sebentar lagi mereka akan menuju ke pesantren yang sama tempat Kinara dulu datangi.


Dan selalu ia kunjungi setiap bulannya. Dan hari ini. Mereka akan kesana lagi untuk mengadakan acaraaqiqahan si kembar sekaligus penabalan nama untuk kedua bayi Kinara dan Ali.


Saat ini mereka semua sudah dalam perjalanan menuju ke Pesantren Ustadz Mahmud.


Cukup satu jam saja, mereka serombongan sudah tiba disana. Mereka disambut hangat oleh pemilik pesantren.


Terutama Istri ustadz Mahmud.


"Assalamu'alaikum Ummi.."

__ADS_1


"Wa'alaikum salam, Kinara. Mari masuk semuanya. Ustadz sudah menunggu kalian di dalam sana," jawabnya begitu senang kala melihat semua tamunya ini.


"Terimakasih Ustadzah. Perkenalkan saya Alisa. Ibu kandung Kinara. Dan ini suami saya. Yang ini Abang sulung Kinara dan ini Kakak iparnya. Dan yang baru saja tiba itu kedua anak saya yang perempuan dan menantu saya. Dan ini semua cucu-cucu saya!" Mami Alisa tergelak saat menunjuk sekawanan anak-anak berpakaian putih bercorak batik itu sedang berlarian masuk ke dalam kawasan pesantren. Sama semua begitu juga dengan orang dewasa.


Istri Ustadz Mahmud tertawa, "Begitulah Bu jika sudah memiliki anak otomatis akan memiliki cucu juga! Mari silahkan masuk!" ucapnya sembari menuntun mereka semua menuju ke dalam pesantren.


Jangan tanyakan Kinara. Karena saat ini ia sedang di gendong lagi oleh Ali suaminya menuju ke dalam pesantren.


Ustadz Mahmud tersenyum akan hal itu. "Mari sini, Nak. Kalian orang tua dari bayi yang akan di aqiqahkan."


Acara itu berjalan sangat lancar. Setelah pemilik pesantren mengucapkan satu patah kata. Di susul Papi Gilang dan juga Abi Husen.


Kini kedua bayi Kinara sudah di beri nama Adnan Kabir Al Bashri dan si cantik diberi nama Zivanna Ayana Al Bashri.

__ADS_1


Nama yang Ali berikan untuk kedua bayi kebar sepasang miliknya.


Selesai dengan penabalan nama, kini acara salam tempel untuk para anak pesantren yang rata-rata anak yatim itu.


Semua bersuka cita dengan kehadiran si kembar di pesantren mereka. Karena kedua orang tua si kembar menyalami anak pesantren itu satu persatu dengan amplop berisi uang jajan untuk mereka semua.


Acara itu selesai tepat pukul dua siang. Dan saat ini mereka sedang di perjalanan setelah tadi membagi-bagikan daging aqiqahan untuk makan siang mereka yang tertunda.


Mereka tiba dirumah setelah sore hari. Malam harinya acara mereka mengundang tetangga sekitar.


Hari-hari itu begitu melelahkan untuk mereka semua. Acara yang akan mereka kenang seumur hidup untuk kedua bayi mereka.


Kinara yang sudah sangat lelah tidur dengan pulasnya. Ditemani ke enam anaknya di dalam kamarnya.

__ADS_1


Ali terkekeh saat melihat jika Alkira tidak mau lepas dari Gading sedikit pun. "Papi harap ini karena kamu masih kecil nak. Tetapi jika kamu sudah dewasa nanti. Kalian berdua harus membiasakan diri. Karena kalian berdua bukan lah mahram. Tetapi senang melihat kalian berdua seperti ini. Tiada yang lebih indah selain melihat semua anak-anaknya tumbuh dengan baik dan sehat. Semoga rahmat Allah selalu menyertai kita semua. Amiiiennn..." lirih Ali semabri mengecup kening semua anaknya satu persatu.


Terakhir ia labuhkan kecupan hangat di dahi Kinara yang membuat wanita ayu itu tersenyum di dalam tidurnya.


__ADS_2