Penantian Kinara

Penantian Kinara
Kinara vs Lana


__ADS_3

Kinara terkekeh. Ia menatap Ali dan Lana dengan menyengir hingga gigi putihnya terlihat. Ali yang gemas menarik tengkuk itu lagi dan mulai memaguut lembut.


Lana dan Maura melototkan matanya. ''Haisssshhh.. dasar adik dan ipar nggak ada akhlak!'' celutuk Lana begitu kesal dengan tingkah Kinara dan Ali.


Nara bukan main malunya. Ia berulang kali menepuk dada Ali, tetapi Ali tidak peduli. Ia semakin tertawa melihat wajah Kinara merah padam.


''Abangggg.. ishhh .. maluuuu...'' rengek Kinara pada Ali.


Ali tertawa lagi. Lana menjadi kesal sendiri melihat tingkah adik dan adik iparnya itu. ''Udah ih! Diem Abang!'' tegur Nara pada Ali.


''Iya sayangku.. cintaku..'' sahut Ali masih dengan terkekeh kecil.


Kinara cemberut. ''Manyun lagi??''


Kinara menggeleng, ia melipat bibir nya ke dalam. Ali tertawa. Suara tertawa Ali yang begitu keras membuat Lana berdecak sebal.


''Dasar!'' ketus Lana


''Apa??'' tanya Ali masih dengan wajah meledek Lana.


Lana memutar bola mata malas. ''Ck! Dasar kamu! Ini masih diluar loh.. dasar mesum!'' ketus Lana lagi.


Ali terkekeh. ''Biarin! Lah wong akunya mesum sama istri sendiri?? Iya kan sayang?'' tanya Ali pada Kinara.


Gadis ayu mirip Annisa itu mengangguk dan tersenyum malu. Pipi itu merah merona seketika mengingat pergulatan mereka setiap harinya.


Tiada hari tanpa penyatuan. Ck. Dasar Ali! Pantang sekali merasakan pecah tanggul. Ia semakin tagih. Ingin lagi dan lagi. Apalagi Kinara masih muda dan fresh. Original euuyy! 🤣

__ADS_1


Lagi, Lana kesal kepada adik dan iparnya itu. Maura tertawa saja. Ia tidak berani ikut menimpali. Takutnya nanti di balas balik oleh adik ipar pendiam tapi bikin hati cenat cenut kalau udah ngomong.


''Hilih! Nagih kamu kan?'' ledek Lana


Ali terkekeh, ''Jangan kan aku yang baru sekarang merasakan nya. Gimana sama Abang yang udah menghasilkan dua cebong?? Abang aja sering bilang. Bisa berkarat pedang Abang kalau nggak diasah apalagi dalam waktu satu tahun?''


Lana mencebik. ''Ya iyalah. Kamu kan udah tau sendiri kayak apa rasanya? Adek itu masih virgin. Original. Sama seperti Maura dulu. Ya jelas dong nagih. Ini lagi udah lama nggak diasah. Ya.. jangan salahkan Abang dong? Kalau Abang sering di kamar saja daripada di luar??''


Kinara mencebik tak suka pada Lana. ''Ya Iya. Abang kan ankrem? Ngendok ae koe!'' ketus Kinara begitu kesal dengan Lana.


Lana melototkan matanya. Sedangkan Ali tertawa terbahak-bahak. ''Kena kamu Bang!'' Ali tertawa lagi.


Maura menunduk malu. ''Bilangin orang! Tak taunya Abang sendiri lebih parah! Di datangi kerumahnya ingin bertemu, malah orangnya angkrem di kamar! Setiap hari nya seperti itu! Nggak ada waktu buat adek yang ingin ketemu sama Abang! Asik kelonan aja sama kakak ipar! Giliran gini, baru Abang ngomong kami mesum?!'' ketus Nara naik darah.


Ali semakin tertawa terbahak-bahak. Lana melototkan lagi matanya. ''Kamu kok ngomong gitu sih Dek??'' tanya Lana pada Kinara sembari bangkit dari pembaringan nyamannya yaitu dari pangkuan Maura.


Ali sudah tidak sanggup lagi untuk tidak tertawa. Perutnya benar-benar sakit saat ini karena kelakuan Nara istrinya.


Ia begitu kesal terhadap dua orang itu. Rasa kesal itu masih bercokol dihatinya sampai saat ini.


Lana mendekati Ali dan duduk di sebelah nya yang memiliki pembatas hanya sepinggang orang dewasa saja.


Pembatas itu terbuat dari bahan bambu yang sudah dianyam sedemikian rupa yang sudah di pernis. Sangat cantik jika terlihat dari jauh.


''Dek??''


''Malas Sama Abang!'' ketus Kinara lagi masih kesal padanya.

__ADS_1


Ali terkekeh geli. ''Diam kamu Ali! Abang timpuk tau rasa kamu!'' ketus Lana pada Ali.


''Lah.. kenapa pula aku yang dimarahin? Kan Abang yang lagi bermasalah sama adek, Abang? Kinara istriku ini??''


Lana semakin kesal saja karena melihat wajah Ali yang seperti meledek dirinya saat ini. Padahal memang iya.


Ali tertawa jahat dalam hati. ''Rasain kamu Bang!'' Batinnya


''Ali???? Mau Abang pecat jadi adik ipar kamu??'' peringat Lana sama Ali dengan mata menyipit tajam.


Kinara yang mendengar nya menoleh pada Lana. ''Apa?? Abang bilang apa?? Mau pecat Abang Ali jadi suamiku gitu?? Abang punya hak apa??'' tanya Kinara dengan wajah garangnya tetapi begitu menggemaskan di mata Ali.


Kalau tidak ada Lana pastilah sudah Ali cium seluruh wajahnya. Ali terkekeh. Lana menghela nafas berat. Inilah adiknya. Kinara. Adik kecilnya. Tuan putrinya.


''Bukan begitu sayang-,''


''Lantas seperti apa?? Seperti yang Abang bilang tadi?? Ingin memisahkan ku dengan suami sah ku begitu??'' ketus Kinara lagi.


Hawa di tubuh Kinara mendadak panas. Ali tau itu. Ia memegang tangan Kinara. Ia tersenyum, Kinara melengos. Ali terkekeh lagi. Sangat menggemaskan menurut nya.


Semua itu Tidak luput dari perhatian Lana. ''Abang nggak berniat gitu sayang. Abang hanya bercanda sama suami kamu. Suami kamu itu udah tau seperti apa Abang. Jangan marah.. Abang minta maaf kalau waktu Abang tercurah habis untuk kakak iparmu. Maafkan sikap Abang ya? Abang janji, dua Minggu ini akan Abang habiskan denganmu, hem?'' ucap Lana dengan suara lembutnya membujuk Kinara yang sedang kesal padanya saat ini.


Kinara melengos lagi. ''Nggak mau adek sama Abang! Kalau sama Abang, adek mau ngapain? Di suruh nungguin anak kalian lagi gitu?! Sedang kalian sibuk mencetak anak di dalam kamar? Iya? Ogah aku mah! Lebih baik sama bang Ali. Adek bisa jalan-jalan sama Gading nanti! Abang terusin aja cetak mencetaknya! Adek heran deh? Ini siapa sih yang pengantin baru disini?? Adek atau Abang? Kok segitunya sih Abang angkrem di kamar? Kami yang baru ini nggak betah di kamar terus! Kami engap! Butuh refreshing! Lah Abang?? Angkrem terus! Nggak ingat waktu! Melebihi kami yang muda ini! Ck! Kesal adek sama Abang! Ayo ah! Tinggalin aja mereka berdua biar puas mesra-mesraan nya!'' ketus Kinara hingga membuat Lana melongo.


Maura mendadak malu. Sedangkan Ali tertawa terbahak-bahak. Lana menepuk lengan Ali. Tetapi Ali tidak peduli.


Sungguh, istri kecilnya ini kalau sudah berbicara pastilah sangat pedas seperti itu. Ali hanya bisa tertawa melihat wajah kusut Lana.

__ADS_1


Kasihan.. 🤣🤣🤣


__ADS_2