
Tiba disana tanpa permisi Ali langsung saja menerobos ruang persalinan itu dan membuat semua orang terkejut.
Braakk!
"Astaghfirullah!" ucap Kak Ira karena pintu di dobrak dengan kuat hingga ia terjingkat kaget dan berdecak.
"Sudah lahirkah?" Tanya Ali dengan nafas ngos ngosan. "Hosshh.. hosshh.." Ali masih saja terengah-engah saat ia melangkah masuk keruanagn diaman Kinara akan bersalin.
Bang raga terkekeh, "Kamu ya dek. Masuk itu mbok ya di ketuk dulu gitu pintunya? Jangan main terkam saja. Lihat tuh kakak kamu!" tunjuknya pada Ira yang kini terus mengomel dan menggerutu lantaran terkejut bukan main.
Ali terkekeh tetapi meringis. "Maaf kak. Aku sangat panik tadi saat Alkira bilang, adek bayinya akan launching. Jadi ya.. Hehehe.." Ali terkekeh malu.
Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena merasa salah tingkah dan malu kepada kakak iparnya. Dan juga semua orang yang ada disana.
"Ya sudah. Temani Kinara. Pembukaannya sudah lengkap." kata Bang Raga pada Ali dan dianggukinya.
__ADS_1
Ia pun segera mendekati Kinara yang saat ini sedang berusaha menahan rasa sakit yang tiada tara pada perutnya saat ini.
Mata Ali berkaca-kaca melihat wajah Kinara dibanjiri dengan keringat. Mulutnya terus mendesis dengan mata terpejam menahan rasa sakit di perutnya.
"Sayang..." bisik Ali ditelinga Kinara
"Huffftt.. Abang udah sampai?? Eggghhh.. Hufffttt.. Huufffttt.." jawab Kinara dengan terus sesekali mengedan.
Ali mengangguk dan tersenyum. Tetapi air mata itu membasahi wajah tampannya. Kinara tersenyum di sela rasa sakitnya.
"Baik. Tarik nafas.. Buang.. Terus begitu sampai bayimu memberi jalan untukmu mengedan." kata Bu Bidan yang dulu pernah membantu Kinara melahirkan enam tahun yang lalu.
Dokter Andini pun ada disana. Ia yang berperan sebagai dokter anak saat ini pun sedang menunggu bayi Kinara keluar.
Kinara terus berusaha mengeluarkan kedua anaknya. Sekuat tenaga dengan keringat terus bercucuran.
__ADS_1
Ali dengan sedia memberi semangat untuk Kinara. Kinara tetap seperti biasa. Ia sangat kuat disaat bayi nya akan keluar ke dunia untuk melihat kedua orang tua dan juga ke empat saudaranya yang lain.
"Eggghhh.. Eeegghh.. Eeegghhh.. Allahuuu Akbaaarr!! Eeegghhh..." pekik Kinara dengan sangat kuat saat merasakan kepala sang bayi keluar dan langsung disambut oleh Bidan itu.
"Oek.. Oeekk.. Oeekk.."
"Alhamdulillah.. Abang ya yang keluar? Berjuang lagi Nak. Masih adda satu lagi yang tersisa di dalam. Ini dokter Andini." Katanya pada Dokter Andini.
Dengan sigap Dokter Andini segera membawa bayi Kinara dan membersihaknnya.
Kini Kinara kembali mengedan lagi untuk yang kedua kalinya. "sakit banget ya? Tarik aja rambut Abang nggak pa-pa kok. Tangan juga boleh kamu gigit?" ucap Ali pada Kinara yang saat ini kemabli mengedan lagi.
Bidan dan dokter andini terkekeh. "ada ya seorang suami menawarkan dirinya untuk ditarik dan dijambak? Yang ada tuh ya. Mereka semua pada kabur dan kapok nggak ingin menemani istrinya lagi saat melahirkan!" celutuk dokter Andini dan disambut gelak tawa oleh Bang Raga, Kak Ira dan para suster yang ada disana.
Ali pun ikut terkekeh, "Tak apa dokter. Saya siap menerima itu semua. Karena rasa sakit melahirkan anak saya tidak sebanding dengn rambut saya yang diajmbak hingga rontok!" Ucap Ali yang membuat mereka semua terdiam tanpa kata.
__ADS_1