Penantian Kinara

Penantian Kinara
Kejutan untuk Nara


__ADS_3

Sementara di sekolah Nara, saat ini mereka semua sedang mengadakan pertunjukan tarian khusus dari jelas Nara untuk para dewan guru dan wali kelas Nara.


Nara sebagai peserta pun ikut meramaikan acara itu. Dengan memakai kebaya yang sudah di tempah secantik mungkin yaitu serupa gamis tapi tetap kebaya masa kini. Sangat cantik di pakai oleh Kinara yang memang sudah cantik dari sana nya.


Ali dirumah sedang bersiap-siap menuju sekolah Nara. Dengan menggunakan batik lengan panjang yang tersimpan di dalam lemari khusus Nara jahitkan untuk Ali.


Berharap jika Ali pulang bisa menghadiri acara perpisahan sekolahnya. Itulah harapan Kinara. Dan hari ini Ali mewujudkan impian sang istri.


Ia memakai celana hitam dan baju batik lengan panjang. Berikut dengan sepatu pantofel miliknya yang sudah tersimpan rapi disana. Dengan menggunakan motor miliknya, Ali menuju sekolah Nara dengan senyum terus tersungging di bibir tipis nya.


Cukup satu jam saja ia berkendara, kini ia sudah berada di depan gerbang sekolah Kinara. Ali memejamkan matanya saat mendengar lantunan sholawat yang sedang di senandung kan oleh Kinara sepenuh hati di atas panggung sana.


Ali berjalan perlahan hingga berdiri tepat di depan pilar penghubung panggung dan pintu gerbang sekolah Nara. Ali tersenyum saat melihat Kinara begitu serius dalam membawakan sebuah sholawat hingga semua yang ada disana ikut hanyut bersama nya.


Nara memejamkan matanya saat merasakan jika ada Ali disana. Bibirnya bergetar. ''Hiks .. maula ya sholli wasallim daiman abada' 'alal Habibi ka Khairi kulli khollqi hibi-'' mata Nara membulat sempurna saat melihat sosok tampan sedang berdiri memandanginya disana.


Ali tersenyum dan melambaikan tangannya pada Kinara. Kinara membatu di tempat. Setetes buliran bening mengalir di pipinya. Algi terheran melihat Nara kenapa berhenti namun, teman yang lain tetap menyambungkan lantunan sholawat nabi yang Kinara bawakan.


Algi terkejut kala melihat Ali sudah berdiri disana sambil melambaikan pada Nara. Ali pun ikut menyandungkan shalawat itu hingga semua Yang ada disana terheran melihat nya.


Mami Alisa sampai shock melihat kehadiran Ali. Begitu juga dengan Papi Gilang. Algi mendekat dan berbisik lirih di telinga Kinara. ''Suami kamu Dek?? Kapan pulang nya itu??'' bisik Algi di telinga Kinara.


Kinara tidak merespon. Tubuhnya tetap membeku melihat kepada seorang pemuda yang beberapa bulan ini begitu ia rindukan. Tanpa sadar kaki itu melangkah cepat turun dari panggung.

__ADS_1


''Hati-hati Dek?''


''Kinara!!'' pekik Adam seseorang yang sangat menyukai Nara dari pertama kali mereka sekolah di tempat yang sama.


Nara tidak peduli. Yang ia lihat hanya Ali. Kakinya yang hampir tersandung dan jatuh, tidak ia pedulikan. Ali berlari karena cemas. Kinara semakin cepat melangkahkan kakinya berlari melewati dewan guru dan Kedua orang tua nya. Papi Gilang terkekeh melihat Kinara. Gadis kecilnya.


''Lihat putri kamu sayang! Suaminya pulang, kita dibuang!'' celutuk Papi Gilang dan dihadiahi cubitan tuan krab di paha sang suami oleh Mami Alisa.


Bukannya marah, Papi Gilang malah semakin tertawa. Semua yang ada disana terheran dengan tingkah Nara yang berlari melewati mereka semua hingga menuju ke pintu gerbang dimana seorang pemuda dewasa yang sangat tampan sedang mengejar Nara juga.


''Hiks.. hiks.. hiks.. Abang!!'' seru minta sambil berlari.


Ali berhenti. Ia tersenyum, ia merentangkan kedua tangannya untuk menyambut Kinara. Kinara semakin cepat berlari dan...


Grep!


Brruukkk...


''Astaghfirullah!!! sayang!!'' Seru Ali begitu terkejut.


Mereka berdua jatuh terduduk di lantai nan dingin. Saking kuatnya terjangan Kinara, Ali sampai terhuyung ke belakang dan jatuh terduduk dengan tubuhnya di timpa oleh Kinara.


''Hiks.. hiks.. Abang!!!!'' seru Kinara lagi masih dengan memeluk Ali dengan erat.

__ADS_1


Sadar jika mereka jadi tontonan gratis para dewan guru dan para siswa-siswi lainnya, Ali tertawa melihat mereka semua. Kinara semakin erat memeluk tubuh tegap Ali.


Papi Gilang terkekeh-kekeh melihat tingkah putri kecilnya itu. Mami Alisa terharu melihat Kinara seperti itu. ''Bangun sayang. Kita jadi tontonan gratis loh.. apa kamu nggak malu??'' bisik Ali di telinga Kinara.


Bukannya bangkit Kinara semakin erat memeluk tubuh tegap sang suami. Ali tertawa lagi. ''Bangun yuk. Setelah ini puas-puasin deh peluk Abang lagi. Tapi tidak disini. Di kamar kita!''


Bugh.


Bugh.


Ali tertawa lagi. Semua itu tidak luput dari perhatian semua nya termasuk Adam. Tubuhnya membeku saat menyaksikan pujaan hatinya memeluk seorang pria dewasa yang dulu pernah ia temui saat pulang menyusul Kinara.


Algi terkikik geli begitu pun dengan Tiara. ''Abang! Ishh.. ayo kita lanjutin lagi. Masa' adek dan suaminya lebih menarik daripada kita di panggung sini??'' tegur Tiara pada Algi.


Berulang kali Tiara memukul tubuh kurus Algi. Namun, Algi tetap sedang terkikik geli karena melihat Kinara jatuh sambil memeluk erat tubuh Ali. Di lantai yang penuh debu pula.


''Sayangku.. malu Dek.. Abang jadi tontonan orang loh..'' tegur Ali lagi pada Kinara


Dengan berat hati Kinara melepaskan pelukannya dan cemberut melihat Ali. Ali tersenyum, ''Cantik banget istri Abang.. Masyaallah cantiknya.. Abang nggak salah kan ya? Ini beneran Kinara Zivanna Bhaskara??'' goda Ali pada Kinara.


Kinara menepuk pelan bahu Ali yang saat ini terduduk di lantai nan dingin. Kinara mengangguk sambil tersenyum malu. Pipinya berubah merah merona. Ali tertawa.


''Bangun sayang. Itu Mami udah melambai sama kita. Ayo kita duduk disana. Baju kamu kotor loh..''

__ADS_1


Nara tidak bisa menjawab sepatah katapun dari Ali. Bibir nya seperti terkunci rapat saat ini. Ali maklum akan itu. Dengan kata lain, Ali sukses membuat Kinara terkejut hingga sang pujaan hati berdiri terpaku di panggung karena melihat kehadiran nya disana setelah sekian lama.


__ADS_2