
Setelah pergulatan yang menghabiskan banyak tenaga, kini sepasang pengantin usang rasa baru itu sedang terlelap. Mereka berdua terlelap hingga bangun pagi kesiangan.
Jika tidak Pengasuh Malda yang datang untuk memanggil mereka, maka sampai jam sepuluh pagi pun mereka belum bangun. Lana dan Maura khawatir pada mereka berdua.
Pengasuh Malda menggedor dan mengetuk pintu itu hingga berulang kali. Tapi tidak juga terdengar sahutan dari dalam rumah Nara dan Ali.
Lelah, akhirnya pengasuh Malda pulang lagi kerumah Lana. Ia menyampaikan hal itu kepada Lana dan Maura. Lana tergelak keras saat mengingat kalau Ali tadi malam baru merasakan yang namanya pecah tanggul surga.
Sementara dua orang yang sedang terlelap sambil berpelukan itu, kini mengerjab. Kinara lebih dulu yang mengerjabkan matanya. Mata cantik itu memicingkan Kala melihat matahari pagi masuk ke dalam kamar mereka berdua.
''Euugghhh...'' lenguh Kinara saat merasakan tubuh mereka berdua berdempetan hingga sulit untuk di lepas. Kinara menggeliat kecil.
Ali mengeratkan pelukannya. ''Jangan bergerak sayang.. kamu akan membangun kan pisang raja mu lagi. Mau?'' ucap Ali dengan suara serak khas bangun tidur.
Kinara terkejut, ''Abang udah bangun?'' Ali tersenyum masih dengan mata terpejam.
Cup.
''Bangun Bang. Udah hampir jam sepuluh pagi loh.. kita kesiangan sholat subuhnya!'' Ali terkekeh
__ADS_1
''Abang tau sayang.. ya udah. Kita bangun dan mandi. Kamu bisa jalan?'' tanya Ali sambil mendudukkan dirinya di kepala ranjang karena masih pusing.
Kinara menggeleng, Nggak tau Bang. Rasanya sih.. kayak ngilu-ngilu ngiung gitu deh! aawwhh!!'' keluh Nara merasa kan sakit saat bergerak di pusat intinya.
Ali terkekeh. ''Baru pertama kali memang begitu. Tapi kalau udah sering tidak akan sakit lagi kok. Ayo, Abang gendong kamu sampai ke kamar mandi. Pakai dulu sarung itu. Abang pakai ini.'' Katanya pada Nara yang saat ini sedang menggenakan sarung milik Ali.
Sedangkan Ali, ia memakai kain panjang mereka tadi malam dan ia belitkan di pinggang nya. Setelah selesai, ia segera menggendong Kinara menuju ke kamar mandi.
Mereka mandi besar bersama. Setelah selesai, mereka sholat berjamaah bersama. Saat berjalan, Kinara berjalan perlahan. Karena pusat tubuhnya sangat tidak nyaman saat ini.
Ali tau itu. Ia dengan sabar menunggu Kinara bersiap. ''Sudah??'' Kinara mengangguk.
Mereka berdua melakukan sholat berjamaah yang sudah kesiangan. Setelah selesai, Ali menuju dapur untuk memanaskan lauk mereka makan tadi malam.
Kini kamar itu sudah bersih dan rapi kembali. Walau masih ada kelambu tipis yang menggantung di setiap kaki ranjang itu, tetap saja. Kamar mereka saat ini sudah kembali seperti tadi malam.
Bersih dan wangi. Siapa lagi yang melakukan nya selain Kinara. Saat ini istri Ali itu sedang membersihkan tangannya. karena baru saja memegang kain kotor bekas pertempuran tadi malam.
Tiba-tiba saja pipi itu merona. Kinara menunduk malu. Ali yang sedang berdiri di pintu kamar mandi pun terkekeh.
__ADS_1
''Sudah selesai??''
''Astaghfirullah!'' Ali mengejutkan Kinara hingga Kinara terjingkat kaget.
''Kenapa??'' tanya Ali masih dengan terkekeh.
Kinara kesal padanya. ''Abang ih! Suka banget sih ngagetin??''
Ali tertawa. ''Baru ngomong segitu aja kamu udah terkejut. Emangnya, kamu lagi mikirin apa sih?'' tanya Ali sembari menuntun Kinara untuk keluar dari kamar mandi.
Mendadak wajah Kinara merona saat ini. Ali tertawa terbahak melihat wajah Kinara merona seperti itu. Kinara yang lalu, menepuk kuat pundak Ali hingga berulang kali.
Bukannya berhenti, Kinara malah semakin kuat memukuli Ali. Dasar Ali. Suka sekali menggoda istri kecilnya.
Grep!
Cup.
Ali mengecup kening Kinara lumayan lama. ''Kamu sekarang Milikku! Kinara Zivanna Bhaskara sudah menjadi milik Ali seutuhnya!'' ucapnya seperti berbisik di telinga Nara.
__ADS_1
Nara memejamkan kedua matanya. ''Ya, aku saat ini sudah menjadi milikmu. Berjanjilah, kalau hanya aku seorang yang berhak menjadi istrimu. Tidak ada yang lain lagi..''
''Tentu, kamu milikku Kinara. Sekarang ataupun nanti. Dan selamanya hanya kamu seorang ..'' lirih Ali dengan memeluk erat tubuh chubby Kinara yang sudah utuh menjadi miliknya setelah setahun lamanya.