Penantian Kinara

Penantian Kinara
Bakti seorang istri


__ADS_3

"Ayo, kita masuk!" Ucap Lana pada ke empat anak Ali dan juga Kinara.


Mereka semua masuk ke dalam rumah Mami Alisa termasuk semua tamu itu. Ali masuk dengan menggandeng Mami Alisa yang kini tidak ingin lepas dari suami Kinara.


Hingga membuat wajah papi Gilang merengut masam. Kinara dan Lana hanya terkekeh saja.


"Tenanglah papi. Abang nggak akan mengambil ratu kesayangan Papi, kok. Abang pun udah punya ratu kesayangan!" ucap Ali sambil melirik Kinara yang kini menunduk tidak ingin menatapnya karena merasa malu pada wajah tampan yang selalu ia rindukan itu.


Lana terkekeh.


Sedangkan Jendral Sudirman sudah tidak sabar ingin bertanya kepada Ali.


"Maaf Ali jika saya duluan buka suara. Saya hanya merasa penasaran saja. Dimana kamu selama ini? Kenapa baru sekarang kamu kembali? Kenapa tidak sedari dulu saja kamu kembali hingga kami menyatakan kamu telah tiada."


Ali tersenyum mendengar pertanyaan jendral Sudirman. "Saya itu baru pulang dan baru berkumpul dengan keluargga saya. Seharusnya itu disayang-sayang dulu, dikasih minum dulu, dikasih makan dulu. Jangan terus disuguhi dengan banyak pertanyaan, begitu."


Jendral Sudirman tersindir mendengar ucapan Ali. Kinara langsung bangkit dan menuju dapur untuk mengambil air minum serta sebuah mangkuk kaca danj juga lap tangan.

__ADS_1


Setelahnya ia membawa mangkuk itu ke depan dan duduk berlutut di hadapan Ali. Ali tersenyum. Ternyata Kinara masih ingat janjinya dulu.


Sebelum Ali berangkat ke Papua, Kinara pernah melakukan ini kepadanya.


Kinara dengan lembut membuka kaos kaki itu dan mulai mencelupakn kedua kaki Ali ke dalam mangkuk kavca itu untuk ia basuh hingga bersih.


Setelahnya ia mengelap kedua kaki hingga kering, kemudian Kinara membungkuk dan mencium kedua kaki itu dengan air mata yang sudah bercucuran dan menimpa kaki Ali.


Ali yang tau tubuh Kinara begetar karena menangis, memeluknya dan ia pun ikut menangis. Janji yang dulu pernah Kinara katakan padanya pada saat akan berangkat ke Bandara kini Kinara tunaikan disaat ia telah kembali.


Semua yang melihatnya tertegun. Mami Alisa tersedu. Begitu pun dengan Papi Gilang. Lana pun ikut menangis melihat bagaimana Kinara melakukan hal itu kepada Ali.


"Sudah sayang, ayo bangun!" titah Ali pada Kinara


Tetapi yang di titah tidak juga bangun. Iamasih setia memeluk kedua kakai itu dan menagis disana.


Ali pun semakin tersedu. Ia semakin erat memeluk tubuh Kinara. "Sudah sayang.. Ayo bangun. Kamu sudah menunaikan janjimu sama Abang. Abang sudah kembali. Bangunlah. Abang percaya sama kamu, sayang. Bahkan sangat percaya. Abang beruntung memiliki istri yang setia sepertimu dan sangat berbakti sama Abang. Abang memaafkan segala kesalahanmu baik yang sekarang maupun yang sudah berlalu. Dan juga yang belum kamu lakukan. Abang sangat percaya padamu, sayang. Sangat percaya.." lirih Ali masih dengan memeluk erat tubuh Kinara

__ADS_1


Kinara masih saja tersedu. Papi Gilang tersenyum di dalam tangisnya saat melihat bakti Kinara kepada suaminya.


Ia bangga memiliki putri seperti Kinara. Walu ada rasa sedikit tidak mengenakkan dihatinya.


"Selama Abang pergi kamu begitu menjaga kehormatan Abang dan juga dirimu. Kamu juga tidak pernah membawa lelaki yang bukan maham ke dalam rumah Kita. Bahkan ketika kamu dipaksa untuk menerima lelaki lain disaat Abang dinyatakan tiada kamu masih tetap kekeuh dengan pendirianmu. Abang percaya padamu, sayangku. Sangat percaya. Bangunlah. Abang sudah memaafkan semua kesalahan yang sudah dan tidak pernah sekalipun kamu lakukan. Karena Abang tau, kamu tidak pernah melakukan hal itu. Abang selalu memantau mu melalui orang lain dan melaporkan semuanya sama Abang. Bangun sayang. Lihatlah ke empat anak kita. Mereka saat ini pun sedang menangis karena melihat kita berdua menangis karena mereka mengira kita sedang bertengar padahal tidak sama sekali. Bangunlah!" titahnya pada Kinara yang kini tersenyum melihatnya walau dengan air mata beruraian.


Papi Gilang yang mendengar ucapan Ali sedikit tercubit hatinya karena ia pun ikut andil didalam hal itu.


Lana terkekeh saat melihat wajah Papi gilang yang sedikit memerah karenamalu sekaligus merasa bersalah kepada putri bungsunya.


Ali tersenyum melihat Kinara ia mendekati wajah Kinara kemudian mengecup dahi itu dengan lembut setelahnya ia membacakan doa.


"Bismillahirrahmanirrahim Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzibika min syarriha wa syarrimaa jabaltaha 'alaih."


Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.


Ali mengecup kemabli ubun-ubun Kinara dan memeluk kembali tubuh Kinara yang kembali bergetar saat doa yang kedua kali nya ia dengarkan setelah pernikahahan nya dulu.

__ADS_1


__ADS_2