Penantian Kinara

Penantian Kinara
Merasa rendah diri


__ADS_3

''Nak.. kami tidak pernah membedakan kamu dan adikmu. Kalian berdua itu sama. Hanya berbeda di IQ saja. IQ Kinara memang tinggi tapi kami tidak pernah membandingkan dirimu dan Kinara, sayang. Papi menerima kamu apa adanya. Kamu tidak lihat Abang kamu Lana? Dia juga memiliki kekurangan dalam hal pelajaran. Ia sama denganmu. Selalu mendapat peringkat kedua dari Kak Ira. Tapi ia tidak pernah merasa rendah diri. Jadilah dirimu sendiri nak..''


''Kamu ingat, bagaimana dulu Abang kamu dan Papi mengalami kecelakaan, Hem??'' Algi diam, sementara mobil terus melaju ke kediaman Mami Alisa dan Papi Gilang. Sengaja tadi Tiara membawa keliling mobil itu supaya Papi Gilang lebih leluasa berbicara dengan sang putra.


Algi terisak begitu pun dengan Mami Alisa. ''Kami kecelakaan saat terakhir kali Abang kamu menyenandungkan sholawat ketika Papi menikah dulu dengan Mama Vita. Abang kamu memang tidak terlalu pintar dalam hal pelajaran tetapi dia memiliki segudang bakat sama seperti dirimu. Jangan rendah diri nak.. Kamu dan Kinara itu sama. Jika Kinara memiliki IQ yang tinggi, berarti rejeki Kinara berada di kepintaran nya itu. Sedangkan kamu memilki bakat yang kami sendiri pun tidak tau seperti apa. Lalu, bagaimana dengan kakakmu Annisa?''


''Dia bahkan lebih pintar dari kalian semua. Walaupun dulunya ketika ia kecil memiliki kekurangan dalam hal berbicara yang lambat karena kecelakaan yang dulu menimpa nya? Siapa sangka putri Papi yang lain itu ternyata memiliki bakat dari Mami kamu. Yaitu menjadi seorang penulis. Penulis hebat yang sudah menghasilkan uang yang begitu banyak dan bisa membantu ketiga adiknya yang lain. Adik dari ayah Emil?? Kamu ingat??''


Algi diam. Begitu pun dengan Tiara. Saat ini mereka sudah tiba di depan rumah Mami Alisa dan Papi Gilang. ''Ayo turun, kita sudah sampai dirumah.'' Kata Tiara pada ketiga orang itu.


Mereka bertiga terdiam, Tiara memilih diam. Tidak ingin berbicara lagi. Algi masih saja terisak di pelukan Papi Gilang. ''Dengarkan Papi nak. Kamu istimewa. Kamu itu putra kecil kami. Kamu tau? Saat Mami hamil kamu, siapa yang mengidam??'' tanya Papi pada Algi.


Algi diam. Suara Isak tangis itu masih jelas terdengar. ''Papi nak. Papi. Papi yang mengidam. Sekarang Papi tanya, bagian mananya Papi sama Mami nggak sayang sama kamu? Sedang kami berdua saling berbagi ketika kamu dalam perut Mami?? Bagian mana nya kamu merasa rendah diri, sementara kami berdua lah yang menghadirkan mu kedunia ini? Jika kamu ingin marah, marahlah pada kami berdua yang telah menghadirkan mu ke dunia ini. Semua itu karena Kami! Karena kami sangat menginginkan mu hadir ke dunia ini! Karena kami, kamu harus mengalami hal seperti ini. Salahkan kami! jangan salahkan dirimu sendiri, paham ??'' tanya Papi Gilang pada Algi dengan semakin erat memeluk tubuh sang putra bungsu kesayangan nya.


Algi semakin tersedu. Begitupun dengan kedua wanita di depan sana. ''Jangan salahkan dirimu. Salahkan Papi yang telah menghadirkan mu ke dunia ini. Papi itu sayang sama kamu! kamu tau nak? Saat Mami kamu ingin hamil lagi, Papi tidak pernah mengizinkan nya! Karena apa??''

__ADS_1


Algi semakin erat memeluk tubuh kekar Papi Gilang. ''Karena Papi menyayangi mu. Menyayangi Mami kamu! Menyayangi semua saudara kamu! Papi tidak ingin kehilanganmu dan juga kalian semua! Papi sayang kalian nak. Sangat sayang! Jangan selalu merasa rendah diri dengan dirimu. Papi dan Mami menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada setiap putra putri kami! Papi tidak pernah menjelekkan mu di hadapan orang lain, Malah Papi sering membanggakan mu pada orang lain. Papi bangga memilki putra sepertimu nak.. tidak pernah sekalipun Papi kecewa dengan mu. Papi bangga memilki putra yang sudah mau bertanggung-jawab walau kamu masih kecil. Papi bangga sama kamu nak.. sangat bangga! Tidak sedikit pun Papi malu karena kamu menikah di usia dini! Papi bangga padamu. Sangat bangga!'' Papi Gilang menepuk lembut tubuh Algi dengan bangga nya pada putra bungsunya itu.


Sedangkan di Taman, saat ini Kinara sedang menghabiskan waktu nya bersama Ali bersenda gurau bersama. Ali ikut kemana pun Kinara membawanya.


''Udah sayang.. kita pulang yuk? Abang udah siapin sesuatu buat kamu dirumah?'' kata Ali pada Nara.


Nara yang sedang sibuk berjalan berputar sembari mengikuti arah jalan taman itu berhenti. ''Iyakah?'' Ali mengangguk dan tersenyum. ''Abang siapin apa buat adek? Makan malam romantis kah??'' terjadi Kinara tepat sasaran.


Mulut itu masih sibuk makan es krim yang tadi ia beli saat masuk ke taman bunga itu. Ali tergelak keras saat menyadari jika tebakan Kinara benar adanya.


''Lah... kan cuma nerka Abang! Beneran nih??'' tanya Kinara begitu senang.


Ali tertawa lagi. Ia mengangguk dengan bibir terus menyungging kan senyum manis pada Kinara. Kinara kesenangan. ''Aseeekkk.. Ayok ah! kita pulang! Nggak sabar ingin lihat makan malam romantis buatan Abang? Pastinya seru deh!'' celutuk Kinara dengan terus berjalan menarik lengan Ali membuat pemuda itu tidak berhenti untuk tidak tergelak karena tingkah imut Kinara.


Tingkah yang selalu membuatnya rindu saat berjauhan dari sang kekasih. Dan saat ini, semua itu terwujud. Ali bisa bersama Kinara karena pualng lebih awal.

__ADS_1


Dan malam ini makan malam romantis yang seperti Kinara katakan pasti sudah siap sekarang. Tadi, saat Ali ke sekolah Kinara, ia menyuruh seseorang menyiapkan segalanya untuk Acara makan malam romantis mereka.


Dan saat ini semua itu sudah beres sesuai dengan permintaan Ali tadi. Pukul lima sore semua itu sudah harus selesai. Dan rumah mereka pun sudah siap di hias seperti ruangan pengantin baru.


Lana tau akan hal itu. Dia lah yang ikut menunggu rumah sang adik saat Ali pergi menyusul Kinara di sekolahnya. Dan tepatnya setelah ia pun selesai melepas rindu dengan sang istri tercintanya.


Mengingat Lana, Ali jadi terkekeh sendiri. Saat ini Gading sedang ikut bersama Kak Ira dan Annisa. Karena bocah kecil itu ingin bermain dengan Arga dan Zizi. Putri tertua Kak Ira yang sudah besar saat ini.


Belum lagi saat ini Kak Ira juga sudah memiliki anak lagi kembar juga. Tapi dua-duanya perempuan. Itulah yang disukai Gading. Dan juga bayi tampan kecilnya.


Ingin membuat rusuh kedua putri kakak angkatnya itu. Bang Raga tidak marah. Ia malah senang ketika Gading ikut serta ke rumahnya.


Rumah itu pasti akan selalu riuh karena ulah Gading yang selalu berhasil menggoda anak kecil kak Ira itu. Kak Ira tau, bahwa Ali akan pulang hari ini. Makanya ia sengaja membawa Gading pergi, agar sang Papi dan Mami Gading bisa menghabiskan waktu bersama tanpa gangguan dari orang lain termasuk putra angkat nya sendiri.


Maklumlah, mereka berdua kan pengantin baru?? 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2