Penantian Kinara

Penantian Kinara
Rahasia Kinara 2


__ADS_3

"Iya, kakak kerumah adek aja. Adek tunggu dirumah. Segera bawa uang casnya! Hem, waalaikum salam kakak ku yang cantiiiikkk.." godanya pada Annisa yang kini sednag mendngus sekaligus terkekeh mendengar ucapan adik bungsunya itu.


Kinara pun ikut terkekeh, "Iya kerumah dulu Pak. Untuk mengambil data suami saya. Sekaligus tanah ini akan dibuatkan atas namanya," jelas Kinara membuat Pak Salamuddin mengangguk dan tersenyum.


Sebelum pulang, Bu Dian sempat memberikan Kinara buah rambutan dan juga jambu madu yang sudah bisa di petik.


Sedang duku baru saja berputik. Beberapa bulan lagi baru akan panen. Kinara pulang kerumahnya untuk mengambil identitas Ali.


D ikuti oleh Pak Salamuddin. Setelah memberikan data Ali, Kinara segera mengeluarkan motornya ingin menyusul Gading yang sudah waktunya pulang sekolah.


Siang harinya.


Annisa dan Tama baru saja tiba dirumah Kinara saat Kinara ingin keluar menuju rumah Pak Salamuddin karena beliau menghubungi Kinara untuk membubuhkan tanda tangan di akta jual beli tanah itu.


"Kebetulan Kakak sama Abang udah datang. Ayo, kita kerumah Pak Slamuddin. Beliau baru saja menghubungi adek, kalau suratnya sudah siap." Ucap Kinara yang membuat Annisa mendengus


Tama terkekeh. "Kamu gimana sih dek? Kakak baru datang loh.. Masa' iya disuruh jalan lagi sih?" gerutunya sambil mengikuti Kinara yang menggandeng tangan Gading. Putra angkatnya yang kini tertawa melihat tingkah Uwaknya itu sedang kesal kepada mami nya.

__ADS_1


"Udah.. Tenang aja! Capek kakak akan adek bayar kontan setelah serah terima tanah itu. Kakak bawa kan ya uang nya?"


Annisa mencebik dan berdehem saja. Kinara tertawa. Mereka berempat pun dengan segera menuju ke rumah Pak Salamuddin untuk serah terima tanah itu.


Dari kejauhan Kinara tau, jika itu mobil Lana. Tetapi ia tidak berhenti. Lana menatap nanar dan bingung kepada ketiga saudaranya yang sedang berjalan kaki menuju ke blok lain.


Ingin memanggil ada Maura yang kini terus berbicara padanya yang dijawab sekedarnya saja oleh Lana karena pikiran dan hatinya sedang menerka-nerka kemana gerangan ketiga saudaranya itu pergi.


Lengkap dengan sebuah koper hitam di tanagn kan Tama yang berjalan di belakang kedua wanita itu.


Saking senangnya melihat banyak buah-buahan disana, ia langsung saja berlari dan mengambil buah rambutan dan jambu madu itu untuk dimakannya tanpa permisi kepada pak Salamuddin dan Bu Dian yang saat ini sedang tertawa melihat kelakuan Annisa dan Gading.


Tama hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri. Kinara mencebik.


Kinara membayar tanah itu sejumlah yang disebutkan sekalian dengan biaya pembuatan tembok baru di robohkan dan disatukan dengan tembok miliknya.


Pak Salamuddin dengan sebnang hati menerima. Bahkan bayaran tanah itu Kinara lebihkan. Sengaja, untuk biaya kedua paruh baya itu.

__ADS_1


Tama tersenyum melihat adik ipar yang sama persis sepertisang istri an juga kelakuan mereka itu sebelas dua belas.


Sangat mirip.


Setelah selesai, Kinara memanggil Annisa untuk menyerahkan sertifikat itu padanya.


"Kakak.. Abang. selama adek belum bisa melunasi hutang adek sama kalian berdua. Maka sertifikat ini sebagai jaminan kalau adek berhutang sama kalian berdua. Adek akan bayar dari keuntungan swalayan adek yang ada di komplek kita. Setiap enam bulan sekali. Di terima ya? Kakak jangan menolaknya." ucap Kinara dengan tersenyum membuat Annisa menghela nafasnya.


"Dengar sayang. Uang ini uang kakak sendiri. Hasil dari menulis selama beberapa tahun ini yang tidak pernah kakak gunakan sama sekali. Kakak tidak akan terima surat ini. Simpanlah. Suatu saat kamu akan membutuhkan surat ini. Dan soal pinjaman itu, terserah padamu kapan kamu ingin membayarnya. Kakak tidak akan memaksa kamu. Karena kakak tau, kamu masih membutuhkan banyak biaya ke depannya sampai bayi kamu lahir dan juga suami kamu kembali." Ujar Annisa membuat mata Kinara berkaca-kaca.


"Benar Dek. Itu uang kakakmu. Bukan uang Abang. Tadi Abang bermaksud ingin memberikan uang Abang tetapi kakak kamu menolak karena ia pun punya simpanan yang baru kali ini Abang tau. Ck, Kakak kamu ini sangat pandai dalam menyimpan sebuah rahasia. Ternyata penulis yang di bicarakan di yutub itu kakak kamu. Hadeuuhh.. Bisa-bisanya Abang taunya sekarang disaat kalian semua sudah pada tau. Hem.." ucap Tama sedikit mencebik pada Annisa


Yang di tertawakan oleh sang istri dan Gading.


Akhirnya tanah itu Kinara yang membelinya dengan bantuan Annisa. Hanya mereka berlima yang tau.


Karena Kinara sengaja menyembunyikannya pada semua orang termasuk Lana yang sangat dekat dengannya.

__ADS_1


__ADS_2