
Ada pepatah yang mengatakan Takkan putus air di cincang. Coba di pikir. Bisakah air di cincang? Jangankan untuk di cincang untuk di pegang aja tidak bisa.
Itulah umpama nya. Begitupun dengan saudara. sepeti apapun saudara kita itu baik ataupun buruk, kecil atau besar ia tetaplah saudara kita. Apalagi saudara yang terlahir dari orang tua yang sama.
Walau berbeda ayah tetapi tetap saudara bukan? Sering di sebut dengan saudara tiri. Kenapa? Karena merek ada yang sedarah dengan ibu. Dan ada juga yang sedarah dengan ayah.
Seperti Lana dan Kinara saat ini. Kinara terlahir dari rahim Mami Alisa. Ibu kandung Lana, Ira dan Annisa. Berarti sekandung dengan ibu.
Sedangkan untuk Lana, Ira dan Annisa sekandung dengan Syakir. Yang merupakan Ayah kandung mereka bertiga. Walau berbeda ibu tetapi terlahir dari ayah yang sama tetap saudara bukan? Beruntung sekali bagi mereka yang memiliki banyak saudara seperti ini. Tidak seperti othor yang sendiri terlahir ke dunia ini karena othor anak tunggal. 😥
Tidak seperti Kinara dan Lana ini. Masih teringat jelas dulu saat Lana begitu menginginkan Papi Gilang untuk menjadi Papi sambungnya. Ia rela selaluembujuk Mami Alisa agar mau menerima sang Papi menjadi Papi sambungnya.
Belum lagi Annisa. Ia yang lebih parah. Terlahir tidak diinginkan oleh ayahnya tetapi di inginkan oleh pemuda tampan yang masih berseragam SMA. Ya, dia lah Papi Gilang. Jika bukan karena sang Papi, mungkin saat ini ia tidak ada lagi di dunia ini dan tidak bisa menikah dengan Adrian Pratama pemuda sukses di bidang usaha showroom mobil dan bengkel otomotif miliknya.
Annisa sangat kecewa dengan Abang kandungnya ini. Bahkan lebih kecewa.
''Sayang...''
''Kakak...'' tegur Tama dan Papi Gilang bersamaan. Kedua orang itu menggeleng kan kepalanya pada Annisa agar tidak melanjutkan ucapannya yang bisa menyinggung perasaan Lana dan Maura.
Tetapi Annisa tetaplah Annisa. Sekali ia bicara, maka tidak ada yang bisa untuk mencegahnya.
__ADS_1
''Tak apa Bang. Papi. Sebelum Abang menyalahkan Kinara, kakak ingatkan dulu hal ini pada seseorang yang telah lupa akan darimana dirinya berada dan berasal! Jika bukan karena Papi, mungkin saat ini hidup kita tidak akan seenak ini. Tidakkah kamu menyayangi Kinara sedikit saja sebagai balas budimu kepada Papi, Bang Lana?? Sungguh, aku kecewa padamu Bang Lana! Sangat kecewa! Kamu lupa? Seperti apa dulunya kamu sangat menginginkan Papi untuk menjadi Papi kita? Aku memang kecil waktu itu, tetapi kalian berdua lah yang menceritakan nya! Dan sekarang? Apa yang kamu lakukan bang Lana? Kamu menyakiti saudara seibu dengan kita! Kamu mengabaikan nya karena kamu begitu merindukan istrimu!''
Deg!
''Tidakkah kamu berpikir kalau ada orang lain juga yang merindukan mu bang Lana? Apakah kalau kami yang saudara perempuan ini sudah menikah maka kamu sudah putus hubungan dari kami??''
Deg!
Lana menggeleng kan kepalanya. ''Bukan begitu Dek-,''
''Lalu, yang seperti apa? Seperti Yang Abang lakukan sekarang pada Kinara?? Aku bisa memahami dirimu bang Lana. Kamu pria dewasa sama seperti bang Tama. Kalian punya kebutuhan biologis yang tidak bisa di tunda. Tetapi setelah hal itu selesai, bisakah kamu menemuinya? Atau kamu duduk diluar bersama istrimu?? Yang kamu hadapi sekarang Kinara Zivanna Bhaskara bang Lana! Bukan Annisa dan Ira Sarasvati!''
''Adek kecilku itu berbeda dengan kami berdua. Sungguh, aku sangat kecewa dengan kelakuan mu bang Lana! Kamu boleh bersenang-senang dengan istrimu bahkan setiap hari. Tetapi ada waktu untuk kamu harus berbagi dengan saudaramu yang lain. Lagian rumah kamu dan Kinara kan berdekatan? Maaf.. dalam hal ini kamu dan Kakak ipar bersalah disini!''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr..
''Kalian lebih mementingkan kehidupan kalian sendiri tanpa kalian tau ada seseorang selama dua Minggu ini selalu ingin bertemu dengan saudaranya. Yaitu kamu bang Lana. Aku pun begitu dulu ketika pertama kali bertemu dengan Abang. Bahkan Abang tidak melepaskan ku sama sekali sama seperti Kakak ipar hingga adik iparku kesal kepada kami. Tetapi aku bisa membujuk suamiku agar membagi waktu dengan nya. Dan lihatlah. Kami akurkan?''
''Kuncinya itu ada pada kita Kakak ipar! Jika suami kita lupa, maka kita wajib mengingatkan nya! Bukan malah mengikuti apa maunya! Sungguh, kalian ini sudah membuat kami kecewa. Aku pikir kamu tidak seperti ini bang Lana. Tetapi kamu tetaplah kamu. Benar kata Adek Nara. Kamu lebih mementingkan istrimu dibandingkan dengan dirinya yang hanya ingin melepas rindu walau lima menit saja.''
''Kalian berdua egois! sangat egois! Ingat Bang Lana! TAKKAN PUTUS AIR DI CINCANG!Aku Lebih baik tidak memiliki saudara lelaki daripada punya tetapi menyakiti hati saudara yang lainnya seperti ini! Aku kecewa padamu bang Lana! Sangat kecewa! Aku pikir kau bisa menjadi panutan untuk kami setelah Ayah tiada. Ternyata.. kamu tidak bisa. Kamu lebih mementingkan istrimu dibandingkan dengan kami yang lebih dulu hidup bersama mu!''
__ADS_1
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...
Lana tersentak mendengar nya. Maura tersedu. Ia tidak bisa berbicara sekarang. Karena apa yang Annisa katakan memang benar adanya.
Kinara, Ali dan Gading yang baru saja selesai makan ingin turun ke bawah. Tetapi tidak jadi karena mendengar ucapan Annisa yang memang benar adanya.
Wajah ayu itu mendadak dingin seketika. Padahal tadi di atas sana, wajah itu begitu ceria. Ternyata.. luka dihatinya masihlah ada. Mudah baginya memaafkan tetapi sulit baginya untuk bisa melupakan.
Apalagi rasa kecewa ini disebabkan oleh saudara kandung seibu dengannya. Lana tersedu. Tubuh kekar seorang prajurit itu berguncang hebat. Keduanya tersedu.
Ucapan Annisa memukul telak dirinya yang memang benar-benar bersalah pada adik kandung seibu dengan nya itu.
''Ayo, bicara dengan nya.'' Ajak Ali pada Kinara.
Kinara diam, tetapi kaki itu tetap melangkah menuju mereka semua. ''Kami sudah selesai makan. Kami mau istirahat. Ayo Nak!'' kata Kinara pada semuanya dan juga Gading.
Ali menghela nafasnya. Ia mendekati seluruh keluarga nya dan duduk sebentar disana sebelum menyusul Kinara yang sudah lebih dulu masuk ke kamar mereka yang ada di atas sana.
Ali menghela nafasnya. Ia menatap datar pada Lana. ''Mudah bagi seorang wanita memaafkan tetapi tidak mudah baginya untuk melupakan! Kamu sudah terlalu dalam melukai hati adikmu! Mudah baginya untuk memaafkan kesalahan mu tetapi Kinara butuh waktu untuk menenangkan dirinya dari rasa kecewa akibat perbuatan kalian berdua. Aku paham. Kalau Abang begitu merindukan Kakak ipar, tetapi apakah tidak ada jeda dalam kamu melepaskan rindu terhadap istrimu? Apakah kamu mencetak penerus mu berulang kali bang Lana? Hingga kamu melupakan ada saudaramu yang sedinding dengan rumah mu??''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr..
__ADS_1
''Terserah padamu bang. Aku bisa mengerti dirimu tetapi tidak dengan adikmu yang sudah satu Minggu ini menurutku sedikit berubah. Cobalah bicara dari hati ke hati dengan nya! Tanpa melibatkan orang lain. Aku yakin, Kinara pasti bisa memahami kamu. Aku ke atas dulu. Maaf.. untuk semua perkataan mu yang menambah luka dihatinya Bang Lana.. aku hanya mengingatkan bukan menggurui.''