Penantian Kinara

Penantian Kinara
Berpisah


__ADS_3

''Bagaimana? Sudah jelaskan? Dan sekarang, inilah keputusan kami. Kami ingin mengembalikan Maura kepada kamu secara baik-baik Kak Madan. Kami mengambil nya dengan cara yang baik dan juga kami kembalikan dengan cara yang baik. Bawalah pulang ptrimu Kak Madan. Lana sudah memutuskannya,'' ucap Mami Alisa memecah keheningan diantara mereka semua.


Abi Madan mengangguk Pasrah. ''Baik, jika itu yang sudah menjadi keputusan mu. Akan kami turuti. Terimakasih selama ini kalian sekeluarga sudah menerima putriku menjadi putri kalian. Tetapi putriku yang tidak tau diri ini berbuat semaunya. Aku minta maaf atas semua kesalahan yang putriku lakuakn terhadap putri kalian. Aku meminta maaf atas nama putriku Maura. Tolong maafkan Kami. Kami pasrah atas keputusan kalian semua..''


''Abi..'' lirih Faizah begitu tercekat.


Abi Madan mengangguk, ''Ambilkan semua pakaian Kakak mu. Hanya pakaian saja. Maura tidak berhak menerima semua harta dari suaminya. Ingat, Lana. Untuk sekarang, Maura masihlah istrimu. Tetapi ketika ia sudah selesai dengan masa nifas, kamu boleh mengurus semuanya. Abi akan membawa pulang Maura hari ini juga. Terimakasih ayas segalanya, Nak.. Maafkan Abi yang tidak bisa mendidik Maura menjafi seorang istri yang salihah. Abi pun demikian. Abi pun sama denganmu. Abi pamit. Alisa, Gilang. Saya pulang dulu. Assalamu'alaikum..'' ucap Abi Madan dengan segera bangkit dan keluar dari rumah Maura dengan langaki gontai.


Dadanya begitu sesak saat ini. Ia tak kuasa menahan tangis. Tiba di depan gerbang rumah Lana, Abi Madan tersungkur karena sudah tidak sanggup menahan lagi langkah kaki nya yang lemas karena baru saja mendapatkan kenyataan jika Maura akan menjadi janda dalam waktu dekat ini.

__ADS_1


Semua itu karena kesalan putrinya sendiri yang sangat egois dan menghalalkan segala cara demi mewujudkan keinginan nya.


Kinara menatap sendu pada Abi Madan yang kini sedang tersedu di depan pagar rumah Abang nya.


''Maaf Abi.. Adek janji. Jika suatu saat Abang kembali. Adek sendiri yanh akan menjemput Kakak ipar untuk menjadi istri Abang lagi. Untuk sementara, biarlah seperti ini. Biar Kakak ipar belajar menjadi istri yang baik untuk abang. Yang tidak egois yang hanya memikitkan diri sendiri. Maafkan Kinara, bi.. Maaf..'' lirih Kinara tidak tahan melihat Abi Madan yang semakin tersedu saat Lana mengangkat tubuhnay dan memelukknay dengan erat.


''Jaga Maura untuk Abang, Bi. Biatlah ia menjadi seorang istri yang lebih baok lagi. Jika dulu ia diasuh dibawah aduahn Ummi. Tetapi Kali ini Abang serahkan itu pada Abi. Karena Abang yakin, kalau Maura pasti bisa beribah dengn seiring waktu. Abang akan menjemoutnay saat Ali kembali. Selama saudara ipar Abang belum kembali, Abang menitipkan Maura pada Abi untuk Abi didik menjadi wanita yang lebih baik lagi. Abang tidak menceraikannya. Tetapi memberinay waktu untuk berubha selagi Ali belum di temukan. Abang harap, Abi paham maksud Abang ini. Hanya kita berlima yang tau dengan rahasia ini. Abang percaya, jika Abi bisa mendidik istri Abang menjadi lebih baik lagi. Abang tidka ingin memilili istri yang salah jalan. Untuk itu, Abang sengaja memberikan kesempatan untuk mendidik Maura seperti yang Abi katakan sama Abng satu tahun yang lalu. Bawalah Maura. Ini kesempatan untuk Abi mendidiknya.'' Ucap Lana berbisk di telinga Abi Madan membuat Abi Madan semakin erat memeluk Lana.


Faiz dan Faizah saat ini sudah memehami Abi nya. Tinggal Maura saja. Dan Lana memberikan kesemapatn ini untuknya.

__ADS_1


Dengan cara berpisah sementara. Lana rela melepaskan Maura yang memang sangat keras kepala.


Bukan ia tidak bisa mendidiknya. Tetapi Lana harus memilih satu diantara mereka. Lana terpaksa mengalah.


Seperti yang Papi Gilang katakan tadi. Semua itu demi Kinara yang tidak bisa di terima oleh Maura.


Lana tetap akan berpisah dan akan menikah kembali pada saat Ali, suami Kinara kembali lagi.


Entah kapan. Lana pun tidak tau.

__ADS_1


Ia melambaikan tangannya pada Abi Madan yanh kini tersenyum hangat padanya.


''Selamat tinggal sayang.. Semoga kamu kuat bertahan. Entah kapan, Abang pun tak tau. Yang jrlas. Semua ini demi kebaokan bersama. Abang harap, saat kamu Abang jemput lagi. Kamu sudah berubah menjadi lebih baik lagi. Doa Abang selalu menyertaimu sayangku, Maura Putri Kartika.'' Lirih Lana dalam hati.


__ADS_2