Penantian Kinara

Penantian Kinara
Penantian Kinara Part 2


__ADS_3

Dua bulan berlalu.


Kini Kinara dan Ali sangat menikmati setiap momen dengan ke enam anaknya. Ada-ada saja tingkah ke enam anaknya itu.


Apalagi si kembar tiga. Mereka yang paling usil diantara yang lain. Tetapi Ali dan Kinara tidak pernah mengasari semua anaknya.


Melainkan jika mereka bersalah, kedua orang itu akan menegurnya secara baik-baik.


Saat ini mereka semua sedang berkumpul di taman belakang . Taman yang sekarang ini sedang berbuah lebat yang sedang-matangnya.


"Sayang,"


"Hem?" sahut Kinara dengan tangan terus bergerak mengupas buah rambutan untuk ketiga anaknya.


"Kamu kok bisa kepikiran sih membeli lahan kayak gini? Padahal ya, Abang itu ingin belinya yang ada di belakang rumah Ummi dan Abi. Karena tanah itu tidak ingin mereka gunakan lagi. Pemiliknya akan pindah dari sana. Eh, nggak taunya kamu udah beli duluan yang disini." Ucap Ali dan disambut kekehan oleh Kinara.


"Sebenarnya tanah ini ditawarkan kepada Bang Lana. Tetapi ketika mendengar cerita dari Pak Samduddin pemilik tanah ini, Adek merasa tertarik dan ingin melihatnya karena beliau mengatakan jika tanahnya itu memiliki tanaman yang sedang berbuah lebat. Berbagai macam buah ada disana. Maka dari itu adek ingin melihatnya. Pertama kali adek kepikiran ialah anak kita makanya adek ingin membeli tanah ini. Walau saat itu adek nggak punya uang lagi selain dari uang sisa dagang kue dan nasi di kantin kampus, adek nggak takut. Jika memang berjodoh pastilah akan ada bala bantuan untuk kita. Dan ya, sekali adek ngomong sama kakak, kakak langsung saja memberikannya. Alhamdulillah, rejeki ketiga anak kita Bang!" Balas Kinara dengan tersenyum melihat ke empat anaknya saat ini sedang mengambil buah jambu yang sudah matang itu.


Ali pun ikut tersenyum. "Terimakasih karena kamu sudah mau menunggu Abang hingga selama itu. Padahal Abang sempat berpikir jika kamu tidak akan sanggup menunggu Abang.."

__ADS_1


Kinara menoleh pada Ali dan memegang kedua tangan suaminya itu. Bibir tipis kesukaan Ali itu terus saja menyunggingkan senyum manis padanya.


"Adek nggak akan berubah sekalipun Abang tidak akan pernah kembali lagi. Walau rambut ini memutih hingga tutuyp usia Abang tidak juga kembali, maka adek akan tetap menunggu Abang. Jika tidak di dunia berarti kita akan dipertemukan diakhirat kelak. Bukankah janji ini juga pernah Adek ucapkan dulu sama Abang sat dirumah Bang Lana??"


Ali mengangguk dan mengingat semua ucapan Kinara waktu itu dirumah Lana.


" Aku, Kinara Zivanna Bhaskara berjanji. Akan menunggu Abang sampai kapan pun! Abang pulang atau tidak, aku tetap akan menunggu Abang. Tiada hari tanpa kamu bang Ali. Kamu ingin bertugas kan? Aku izinkan! Dan juga apabila suatu saat nanti kamu tidak kembali dalam bertugas karena suatu hal, maka aku akan menanti mu. Aku akan menanti kepulangan mu. Aku akan menunggumu.''


''Akan kujadikan ini sebagai penantian panjang ku dalam menunggumu. Entah sampai kapan, aku tidak tau. Yang jelas aku akan menunggumu. Aku akan tetap menunggumu. Karena hatiku yakin, kalau kamu pergi sekarang suatu saat kamu pasti akan kembali lagi padaku.''


''Akan kujadikan ini motivasi untuk hidup selama kamu pergi. Aku akan menanti mu sampai kapanpun. Walau hidup ataupun mati, Kinara akan tetap menantimu. Aku akan menanti kepulangan mu dari bertugas walau ku tau itu akan sedikit mustahil. Mengingat tugasmu yang begitu sulit.''


''Walaupun berbulan-bulan?''


''Ya, aku akan menantimu!''


''Walaupun bertahun-tahun??''


Deg!

__ADS_1


Deg!


Kinara memejamkan matanya. Ia menarik nafas dengan dalam untuk mengurangi rasa sesak dihatinya saat ini.


Huuufffttt ..


''Ya, walau berhari-hari, berbulan-bulan, dan juga bertahun-tahun. Bahkan jika pun kamu tidak kembali ketika aku menutup mata, maka aku akan tetap menantimu. Kalau kamu masih hidup, kamu pasti kembali kepadaku. Dan jika kamu sudah tiada maka kita akan bertemu di Surga Nya Allah SWT. Dan disanalah penantian Kinara usai.''


''Penantian Kinara akan usai kalau kamu kembali hidup ataupun mati. Dan jika pun kamu tidak kembali lagi, berarti penantian ini akan berakhir saat aku di kuburkan ke liang lahat. Itu janjiku padamu Suamiku. Ali Jaber Al Basri!''


"Itulah yang dulu pernah aku katakan dan juga bukankah itu menjadi penyemangat untuk Abang?"


"Ya, kamu benar! Terimakasih sayang, karena kamu sudah setia menunggu Abang. Padahal jika di pikir kami bisa menikah lagi kan?"


"Nggak akan pernah terjadi. Sekali aku berjanji, maka sampai mat pun janji itu akan ku pegang. Dan ya. Penantian Kinara sudah usai. Suami yang ku tunggu selama enam tahun lamanya kini sudah kembali. Semoga rumah tangga kita selaku dalam Lindungan Allah SWT. Dan juga kita bersama-sama untuk menuju pintu utama surga Nya Allah SWT."


"Amiiinn.. Inilah akhir dari Penantian Kinara. Ali Jaber Al Bashri telah kembali dan tidak akan pergi lagi terkecuali takdir Allah SWT yaitu kematian, Mari kita bersama menuju surga Nya Allah. Amil semua hikmah dari kisah rumah tangga kita ini. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya."


"Tentu, semoga menjadi ladang pahala dan juga amal jariyah setiap ilmu dari perjalan rumah tangga kita ini. Penantian Kinara sudah usai sampai disini."

__ADS_1


THE END


__ADS_2