
Lima bulan berlalu setelah pertemuan ketiga saudara dan ipar itu. Saat ini Maura sedang makan rujak buah buatan Mak Alisa. Ia sangat menginginkan rujak buah itu. Terutama mangga.
Tapi anehnya bukan mangga muda. Tapi mangga yang sudah dibuat menjadi manisan oleh Mak Alisa. Maura menginginkan manisan itu dan bumbu rujaknya.
''Hemm.. nggak enak! Tapi biarlah. Kalau ada Abang pasti lebih enak ini manisan. Abang kembali sih, sedari pagi nggak ada kabar sama sekali?! Ck! Untungnya aku ada adek yang selalu setia nemenin aku disini. Jadi nggak kesepian.. hemm.. begini naseb punya suami seorang abdi negara. Hadeeeuuhh.. naseb.. naseb! Ck!'' gerutu Maura sambil mencolek sambal bumbu rujak yang di kirimkan Mak Alisa kemarin.
Mbak Sus yang mendengar nya terkekeh. ''Orang Indonesia itu memang selalu untung Buk! Yang rugi mah.. orang cina euuy.. oe lugi o..'' celutuk Mbak Sus hingga membuat maura yang sedang makan tersedak bumbu rujak.
'''Uhuk.. uhukk.. uhuukk.. hahaha .. uhuukk. hahahaha...'' Maura tertawa karena ucapan Mbak Sus padanya sambil terbatuk-batuk.
Begitu juga dengan Mbak Sus. Ia pun ikut tertawa bersama Maura. Sedangkan Lana saat ini di Papua sana sedang berbaring di bangkar pasien rumah sakit.
Ya, Lana dan Ali sedang bertugas di Papua saat ini. Sedari pagi Lana terus saja muntah-muntah. Keluar masuk kamar mandi hingga jatuh pingsan.
Ali yang selalu bersama nya begitu terkejut melihat Abang ipar sekaligus rekannya ini tumbang dengan kepala membentur pintu kamar mandi.
Saat ini ia sedang dirawat. Ia sudah mengabari Mak Alisa dan Papi Gilang. Mereka berdua langsung bertolak ke Papua untuk melihat kondisi Lana.
Sudah dua hari Lana tertidur dan tidak sadarkan diri. Semoga hari ini Lana bisa bangun. Mereka bertiga harap-harap cemas.
''Kamu janggan beritahu Maura tentang hal ini. Sedari kemarin ia terus menanyakan Abang mu sama Mak. Mak takut Maura kenapa-kenapa. Karena sekarang Maura sedang hamil empat bulan!''
Deg, deg, deg...
__ADS_1
Jantung Lana berdegup kencang ketika Mak Alisa mengatakan Jika sang istri saat ini sedang hamil. Walau dengan mata terpejam.
Klep, klep, klep.
Tiba-tiba saja manik mata hitam setajam elang itu pun terbuka. Pertama kali yang ia lihat adalah ruangan serba putih dan juga...
''Mak?? Abang mau makan manisan mangga di colek bumbu rujak!'' celutuknya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Mak Alisa, Papi Gilang dan Ali terkejut. Mereka yang sedang duduk di sofa bertiga kini berlari menuju bangkar Lana.
''Kamu sudah sadar nak?? Kamu ingin apa? Akan Mak sediakan! Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga. Ini berita baik untuk kita. Selamat nak, kamu kembali lagi dan berita baiknya kamu sudah menjadi seorang Ayah, Nak! Seorang Ayah!''
Deg!
Matanya melotot menatap Mak Alisa dan Papi Gilang. Pusing, berkunang-kunang dan...
Brruukkk..
''Lana!!''
''Abang!!'' seru mereka bertiga.
''Ishh.. bukannya senang mendapat kabar, malah dia nya pingsan kayak gini! Dasar!'' umpat Papi Gilang begitu kesal.
__ADS_1
Ali terkekeh, ''Tenang atuh Pi.. Abang itu hanya shock! selama dua bulan ini ia sering keluar masuk rumah sakit. Mual-mual dan sering seksli pingsan karena muntahnya yang sungguh tidak tertahankan.''
Ali terkekeh lagi, ''Dan berita yang baru saja ia ketahui, bagaimana mungkin jika Abang tidak shock? Saat menyadari Jika mual muntah yang selama dua bulan ini Abang alami merupakan hamil simpatik seperti yang dikatakan oleh dokter kemarin.'' jelas Ali. Lagi dan lagi Ali terkekeh.
Papi Gilang pun ikut terkekeh. ''Pantas saja tadi Papi dengar ia sangat ingin makan manisan mangga yang di cocol dengan bumbu rujak! Hahaha.. ternyata Abang mengidam toh? Akhirnya.. cebong miliknya berhasil juga tumbuh di ladang nya! Kayak nya Abang sempat menyiram lagi deh sebelum pergi? Makanya berhasil? Hahaha.. kita punya cucu lagi sayang! Berapa banyak cucu kita? Kok Rata-rata kayak kita ya? Hamil kembar? Takutnya Ali pun akan sama dua tahun lagi! Hahaha..'' Kata Papi Gilang begitu geli.
Hatinya begitu geli saat Lana mengakui jika ia berhasil membobol tanggul Maura lima bulan yang lalu. Mak Alisa melotot. Ia menepuk lengan Papi Gilang dengan kuat.
''Diem ih!''
Hahahaha...
Papi Gilang tertawa lagi. Begitu pun dengan Ali. Ia pun ikut bahagia mendengar kabar itu. Papi Gilang begitu bahagia sekarang ini. Ia akan memiliki cucu lagi dari Lana. Dari Ira mereka mendapat lima orang cucu.
Dari Annisa jalan empat. Dan sekarang Lana. Mungkin akan kembar juga seperti tebakan nya.
💕💕💕💕
Selamat untuk Bang Lana. Selamat atas kehamilan Maura. Semoga sehat saat lahiran nanti. Amiiinnn.
Pantengin terus ye?
Jangan lupa ritualnya selesai kalian membaca cerita remehan othor!
__ADS_1