Penantian Kinara

Penantian Kinara
Menjemput Kakak!


__ADS_3

Zia berlari keluar menjemput sang Mami. "Mami!" panggilnya


Maura yang sedang memarkirkan motor sekaligus melihat tiga mobil yang ia kenal itu pun tersenyum pada si sulung.


"Assalamu'alaikum sayang ih. Lupa? Atau lagi seneng nih?"


"Hehehe.. Kakak lagi seneng aja. Ayo Mi kita masuk. Papi, Opa dan Oma sudah ada didalam! Sama Mami Kinara dan juga Papi Ali!"


Deg!


Maura menghentikan langkahnya. "Papi Ali?" ulang Maura


Zia mengangguk, "Hu'um. Ayo kita masuk dulu biar Mami nggak penasaran oke?"


Maura tersenyum teduh pada putri sulungnya itu. Mereka pun masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Benar seperti kata Zia. Bahwa Ali sudah kembali. Maura terharu melihatnya. Ali tersenyum pada Maura begitu pun Kinara.


Kinara mendekati Maura dan memegang tangan kakak ipar nya itu. "Adek datang untuk menjemput Kakak untuk pulang kerumah kalian. Sebagaimana janji adek dulu sama Kakak. Bahwa jika Bang Ali pulang, maka hari itu juga adek kesini. Dan sekarang janji adekk terlaksana. Bang Ali udah pulang. Waktunya untuk kita berkumpul lagi seperti dulu," imbuh Kinara membuat Maura tersedu.


Kinara tersenyum, ia lantas memeluk erat kakak iparnya itu. Di ikuti Zia dan Malik juga memeluk mami mereka.


"Hiks.. Terimakasih Dek. Kakak pikir, kakak tidak bisakembali lagi kerumah itu. Karena kakak sudah pasrah akan takdir kita berdua. Tapi lihatlah. Disaat hati ini pasrah, Allah malah mengabulkan doa kakak. Maafkan semua kesalahan kakak, Kinara.. Maaf..." bisiknya di telinga Kinara.


Kinara tersenyum walau air mata itu juga bercucuram membasahi hijab Maura. "adek udah memaafkan kakak sedri dulu. Udah ah. Jangan minta maaf lagi. Kaka sudah sering minta maaf sama adek. Sudah beribu bahkan jutaan kali kakak meminta maaf. Yang berlalu biarlah berlalu. Kita saat ini hidup di masa depan. Lupakan yang telah lalu dan bukalah lembaran baru lagi. Jika kakak masih mengingat itu itu tandanya kakak belum bisa memaafkan kami semua."


"Iya kak. Iya! udah ih. Masuk dulu yuk. Kami datang kesini untuk menjemput kakak. Bersiaplah. Malam ini kita akan makan bersama di dapur Kinara!" serunya membuat anak-anak yang berada di dalam ruamh itu bersorak riang.


"Horeeeeeee... Makan enak di dapur Mami Kinara!! Uhuyyy!!! Abang udah nggak sabar makan urap sama mie hun buatan Mamai! Boleh kan mi?" tanya si sulung Malik puta Lana.


Kinara mengangguk dan tersenyum, "Tentu."

__ADS_1


Lana tertawa saja. Sedang Ali kebingungan. Lana yang tau terkekeh melihat wajah bingung Ali. "nanti kamu tau apa itu dapur klinara. Istri kamu itu sudah sukses sedari liam tahun yang lalu gegara dapurnya itu. Dan sekarang? Dapur Kinara sudah melangkah Go Internasional loh.."


Ali terkejut lagi. Ini yang tidak ia tau sama sekali. Ia tidak pernah menyakan ini kepada orang suruhannya. Yang ia tau hanya swalayan yang berada di komplek perumahan mereka.


"Bersiaplah Nak. Kamu juga kak. Ayo kita makan bersama di dapur kinara. Kamu udah hubungi kedua kakak kamu belum? Abang kamu?" tanya Mami Alisa pada Kinara


Kinara mengangguk. "Untuk kedua kakak ku pastilah saat ini mereka berdua sedang shock berat!" Kinara tertawa.


Ia menginngat tadi saat di mobil menghubungi Annisa dan Ira bersamaan dan ia menunjukkan Ali yang sedang menyetir membuat kedua wanita itu shock seketika.


Bang Tama sama bang Raga sampai panik dibuatnya saat melihat istri mereka jatuh pingsan.


"Sedangkan Kedua abangku, mereka saat ini sedang dalam perjalanan menuju kesini. Malam nanti mereka baru tiba di Medan. Maka dari itu, sambil menunggu mereka. Mari kita menunggu di Dapur Kinara yang saat ini sudah selesai di renovasi. Khusus untuk acara berkumpul bersama keluarga." Jelas Kinara dan membuat semua yang ada disana mengangguk setuju.


"Ayo kak, Abi. Bersiaplah. Kalau terlalu lama nanti keduluan sama yang di Bandung dong!" selorohnya

__ADS_1


Membuat mereka tertawa bersama. Maura dan ai madan pun bersiap. Mereka akan berkumpul di dapur kinara malan ini untuk makan malam bersma setelah sekian lama setelah kepulangan Ali.


__ADS_2