Penantian Kinara

Penantian Kinara
Cerita Ali part 4


__ADS_3

Semua yang ada disana tertawa mendengar ucapan Gading. Terkecuali lima orang yang saat ini sednag kebingungan mendengar ucapan Gading baru saja.


"Apa itu maksudnya? Kok aneh ya? Kenapa jadi berbelit-belit begitu? Teka teki apaan itu?" tanya Lana tetapi dengan tertawa keras.


Siapa yang mendengarnya pun ikut tertawa. Tidak terkuaci Gading. Ia tertawa mengikuti Uwaknya yang saat ini pun sedang tertawa.


"Anak kambing berekor lima tapi kakinya tiga. Saat ia melahirkan bukan kambing yang keluar tetapi kucing berjumlah tujuh ekor dikurang dengan dua ekor buntut kuda yang di sop kemudian dibuat daging rendang sebanyak lima kilo lalu di jadikan dendeng sebanyak Seratus kilo?" ulang Kinara sembari mengingat ucapan itu untuk Gading dulu.


Kinara memikirkan itu dengan mata mengerjab dan bibir manyun sedikit membuat Ali terkekeh lagi melihat Kinara.


Ia mencubit gemas pipi Kinara dan membuat mata Kinara melotot seketika dengan mulut menganga kemudian tertawa-tawa.

__ADS_1


Suara gelegar tawa yang sudah lama tidak Ali dengar sama lebih kurang enam tahun ini.


Ali tersenyum mendengar suara renyah Kinara. "Sudah, sayang. Nanti kamu sakit perut terus dengan mengingat teka teki yang tidak ada jawaban nya itu. Ada yang ditanyakan lagi? Semuanya sudah cukup jelas kan?" Ucap Ali pada Kinara dan juga semua orang.


"Sebenarnya nggak ada lagi. Hanya saja kami penasaran dengan kamu selama disana itu ngapain aja untuk bisa melepaskan Kakek Raja hingga kamu bisa kembali dengan selamat ke Indonesia. Sementara kita tau, jika Arab Saudi itu sangat kuat hukum pidananya," jawab Ali masih juga penasaran dengan Ali selama ia berada disana.


"Al disana banyak melakukan berbagai macam hal. Mulai dari ikut memberantas perampok, pencuri, kasus korupsi dan juga.. Ia harus berperang ke palestian selama tiga tahun lama nya."


"Apa? Perang? Tapi bagaimana bisa?" tanya Lana yang saat ini begitu terkejut mendengar jawaban dari kakek Raja.


"Ya, Al berperang selama tiga tahun lamanya di Palestina demi bisa membebaskan Kakek raja. Bukan hanya Al, tetapi Nenek juga. Kmai berdua harus menerima keputusan itu karena itulah syarat kebebasan mereka semua. Jika tidak, maka selamanya mereka akan terkurung disana dan tidak bisa pulang sampai kapan pun!"

__ADS_1


"Astaghfirullahal'adhim.. kok bisa gitu ya?"


"Bisa dong mami. Semua itu memang rencana mereka. Bahkan pengurunagn kakek Raja pun sebuah konspirasi dari aparat yang ada disana. Aparat bodong. Aparat yang mengaku sebagai tentara Arab tetapi mereka penipu itu, ternyata mereka itu sindikat penjual organ tubuh manusia pada jaman dulu. Mereka sengaja menahan kakek dengan tuduhan Kakek pendatang ilegal karena mereka tidak memiliki paspor. Padahal paspor mereka semua di ambil oleh penipu itu kemudian di bakar. Beruntungnya ada beberapa paspor yang masih bisa di selamatkan saat paspor itu dengan sengajadi bakar oleh mereka. Semua itu ketahuan saat Abang membongkar semuanya setelah pulang berperang dari Palestina."


"Benar, kami dibebaskan karena Al sudah berhasil kembali dengan selamat. Mereka senagja mengirim kami kesana untuk di bunuh. Dengan tujuan kami akan terbunuh disana. Tak kan ada yang bisa membebaskan kami kecuali diri kami sendiri. Entah apa yang Al lakukan, hingga cukup tiga tahun saja kami disana. Padahal kami di buang kesana untuk selama-lamanya. Nenek sudah bertanya, apa yang Al lakuka. Tetapi ia bilang, itu rahasianya dengan orang Palestina yang waktu itu ia selamatkan. Dan ya, orang itulah yang membawa kami ke Arab Saudi dan membebaskan Kakek. Tetapi sampai disana, tidak semudah yang kami fikirkan."


"Kenapa?" tanya Lana semakin penasaran saja.


Ali terkekeh, "Karena setelah tiba disana, aku dan Nenek Ayu diberi tugas lagi selama dua tahun lamanya. Tugas yang akan menentukan keputusan mereka untuk melepaskan kakek Raja atau tidak. Sesuai dengan surat perjanjian. Bahwa selama dua tahun aku disana, mereka ingin menuntas kejahatan tentang sindikat penjualan organ tubuh manusia yang berkedok umroh. Selama dua tahun kami berdua. Yaitu Kakek raja yang terpaksa mereka bebaskan karena beliau saksi kunci dari sindikat itu, berjuang bersama untuk menumpas kejahatan itu. Alhamdulillahnya, selesai."


"Mereka semua sudah dihukum mati saat kami pulang kesini. Karena masa tahanan kami di dalam surat perjanjian itu sudah selesai, maka kami boleh kembali. Dan juga kami berdua mendapat penghargaan dari sana. Saat ini pihak Arab Saudi sedang mengkonfirmasi tentang kami berdua pada menteri yang ada diluar negeri. Jika nanti sudah pasti, kami harus kembali lagi keluar negeri untuk mengambil penghargaan itu. Untuk sekarang hanya kertas buktinya saja." Jelas Ali dan diangguki oleh kakek Raja.

__ADS_1


__ADS_2