Penantian Kinara

Penantian Kinara
Kedatangan Annisa


__ADS_3

Kinara masig saja tersedu di pelukan Lana. " Sudah sayang.. Jangan menangis, hem? Maafkan Abang yang tidak bisa menolong suami kamu. Maafkan Abang, Dek.." ucap Lana pada Kinara yang kini sudah mengurai pelukannya


Kinara tersenyum pada Lana. "Tak apa Bang. Semua ini sudah menjadi takdirku dan juga takdir Bang Ali. Abang tidak usah khawatir. Saat-saat begini, adek merindukan Kakak-,"


"Assalamu'alaikum.. Adek!" seru Annisa dengan segera berlari mengejar Kinara yang kini menoleh padanya dengan mata berkaca-kaca.


Grep!


"Sayangku... Cup!" Annisa mengecup dahi Kinara


"Hiks.. Kakak.." rengeknya pada Annisa


"Bang Tama!" sapa Lan denagn terkejut melihat Abang angkatnay itu ada disana.


"Ya, Abang baru saja pulang dari pekan baru tadi. Mak telepon. Katanya Ali mengelami kecelakaan saat bertugas?" tanya Tama sembari mendududukkan dirinya di dekat Annisa yang kini sedang memeluk Kinara yang tersedu di pelukan nya.


Annisa pun ikut tersedu. Ia tak menyangka jika suami Nara bisa pergi secepat itu. "Ssssttt.. Janagn menagis sayang.. semau ini ujian cinta untukmu. Bersabaralah. Jika memang dia jodoh mu. Maka cepat atau lambat kamu pasti akan bertemu dengannya lagi kelak. Untuk sekarang, kuatkan dirimu. Jadilah Kinara yang kuat dan Kinara yang tangguh dalam segala hal. Paham?" bisik Annisa di telinga Kinara yang kini sudah tidak lagi menangis.


Kinara mengangguuk dan mengusap aiar mata yang terus bercucuran di pipi halusnya. "Kakak sama Abang akan tinggal bersama mu selama sebulan. Tetapi kami harus pulang dulu menyusul si kembar yang kakak tinggal sama Mbak nya tadi. Saking paniknya kakak saat BangTama nelpon. Kakak sampai lupa pakai sendal untuk datang kemari. Ck." decak Annisa merasa kesal pada diri sendiri karena terkejut mendengar berita dari Mami Alisa tadi.

__ADS_1


Begitu pun dengan Tama. Ia pun tak kalah paniknya karena mendengar hal itu. Mereka semua terkekeh.


"Terimakasih Kakak dan Abang udah datang kesini. Tak usah menginap disisni. Adek bisa kok. Nanti malam keluarga adek dari Bandung akan datang kesini. Jadi Abang dan Kakak tidak perlu menginap. Bukan maksud adek melarang. Hanya saja, kamar adek cuma tiga kak. Nggak akan muat nantinya sama kalian semua." seloroh Kinara yang disambut tawa oleh mereka semua.


"Enggak! Kakak akan tetap menginap disini. Bolehkan Bang?" tanya Annisa pada Tama.


Tama mengangguk dan tersenyum, "Tentu. Tetapi Abang harus pulang dulu untuk mengabari hal ini pada Anto. Karena dia pun katanya malam ini akan menginap dirumah Papa. Rencana nya pun kita semua. Tetapi karena kamu ingin menginap disini, tak apa. Nanti kita kabarkan sama Papa dan Mama tentang hal ini." Jawab Tama yang membuat Annisa tersenyum dengan lebar padahal wajahnya sembab dengan air mata karena kasihan melihat Adik kesayangan nya sendiri.


"Baiklah sudah di putuskan. Bang Tama dan Adek akan menginap disini. Tetapi Kakak dan abang harus pulang. Kami ada rapat di rumah sakit besok pagi. Dan adek. Besok, kerumah sakit. Kita periksa kehamilan kamu sama Bang Raga. Sudah berapa minggu usia kandunagn mu. Untuk sekarang, kami harus pulang ya? Insya Allh. Malam besoknya kami akan menginap disini menemani kamu." Kata Kak Ira pada Kinara.


Annisa terkejut, "kamu Hamil dek?" tanya Annisa dan diangguki oleh Kinara


Kinara menggeleng, yang sebenarnya ia inginkan adalah bau harum keringat Ali yang baru saja pulang dari bekerja. Tapi bagaimana mungkin ia mengatakan hal itu.


Sementara sang suami saja tidak tahu rimbanya dimana. "Kamu harus nurut dek. Ayo bilang, kamu ingin apa?" desak Annisa lagi


"Nggak ada Kak. Adek hanay lapar aja sih, heehe..." sahut Kinara denagn kekehan kecil di bibinya.


Mereka semua pun pasrah. Tetapi tidak dengan Annisa. Ia sangat tau adik kecilnya itu seperti apa. Biarlah nanti saja ia tanyakan. Pikirnya.

__ADS_1


Sementara di Bandung sana, keluarga Ali sangat shock mendengar kabar berita itu. Apalagi Arfan. Ia pun ingin ikut.


Tetapi Abi Husen melarangnya.Nanti akan terjadi masalah jika samapi sepupu Ali itu datng ke Medan.


Seluruh keluarga Ali bergerak cepat untuk menuju Bandara Halim Perdana kusuma Jakarta. Dengan Arfan sendiri yang mengantar mereka kesana karena ia bersikeras.


Saat ini keluarga suami Kinara sednag dalam prjalanan. Dan akan tiba tepat tengah malam nanti di kediamam Kinara.


Annisa segera mengabarkan Mami Alisa dan Papi Gilang tentang hal ini. Agar mereka dengan segera datang kesini sebelum keluarga suami KInara tiba dari Bandung.


Sementara Papi Gilang yang mendapatkan kabar itu segera mengirirm salah satu supirnya untuk menunggu besan nya di bandara.


Sedangkan Kinara dan Annisa mereka langsung saja menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut keluarga mereka nantinya.


Tama pulang dulu kerumahnya untuk menjemput kelima anaknya dan juga perbekalan baju mereka.


Sedangkan Kak Ira dan Bang Raga sudah pulang kerumah mereka. Maura pun sudah pulang kerumahnya.


Tetapi tidak dengan Lana. Ia tetap disaan bersama Kinara. Ia tidak ingin pulang sedikit pun ke rumahnya. Karena rasa bersalah nya terhadap Kinara yang tidak bisa menolong suaminya.

__ADS_1


Rekan sekaligus adik iparnya.


__ADS_2