Penantian Kinara

Penantian Kinara
Cerita Ali part 3


__ADS_3

Ali menatap semua orang dengan serius. Mata tajam itu tidak putus untuk melihat mimik wajah mereka satu persatu saat tau tentang ceritanya ini.


Ali menunggu ada yang bertanya. Tetapi tak ada satupun yang bertanya.


"Hah. Saya tidak menduga saja kejadian itu begitu cepat hingga saat saya sudah berada di Filipina. Dan Nenek Ayu inilah yang menyelamatkan saya. Aneh sih sebenarnya. Saya bisa melihat mereka berdua di dalam tengah laut yang begitu bersinar seakan mereka berdua begitu membutuhkan saya saat itu. Entah apa yang menuntun tubuh ini untuk mendekat kepada mereka berdua. Dan saat mata saya terbuka dan telinga saya ini kembali mendengar adalah suara Kinara yang saat itu memanggil saya dengan sangat kuat. Saya pun demikian. Entah dorongan darimana perut saya tiba-tiba saja mual saat mencium bau amis dari ikan asin yang di jemur Nenek Ayu didepan rumahnya," Ujar Ali dengan sedikit kekehan kecil di bibirnya.


Nenek Ayu pun demikian. Ia pun terkekeh. "Kamu tau, Nak. Saat itu Al bahkan muntah muntah setiap bangun tidurnya. Tubuhnya kurus seperti tinggal tulang dan kulit karena satu bulan ia mengalami koma karena kepala nya terbentur karang di dasar laut.." lirih nenek Ayu saat mengingat kenangan lima tahun silam di mana Nenek Ayu lah yang menyelamatkan Ali disaat ia akan diserahkan kepada pihak Imigran Filipina.


Kinara menatap dalam pada Nenek Ayu. "Benar seperti dugaan mu. Nenek Ayu inilah yang menyelamatkan Abang saat di terdampar ke Filipina dulunya. Jika bukan karena beliau, mungkin saat ini Abang tidak bisa kembali lagi kesini dan bertemu dengan mu," jelas Ali mengiyakan isi benak Kinara.


"Lantas, bagaimana ceritanya kamu bisa ke Arab Saudi Li? Sementara kamu di Filipina?" tanya Lana.

__ADS_1


Kali ini Ali terkekeh saat pertanyaan itu diajukan. Bukan hanya Lana tetapi semua yang ada disana pun merasa heran dan bertanya-tanya.


Bagaimana ceritanya Ali di Filipina tetapi bisa Ke Arab Saudi.


Ali terkekeh.


"Ali pergi untuk menyelamatkan kakek, Nak. Karena Kakek di sekap disana hingga hampir dua puluh tahun lamanya. Beruntungnya Ali dan Istri kakek ini. Nenek Ayu," katanya sambil merangkul bahu Nenek Ayu yang kini tersenyum pada semua orang, "Mereka berdua lah yang telah menyelamatkan Kekek dan bisa membebaskan kakek. Serta rekan kerja Kakek yang lainnya pun selamat karena Ali. Kami berhutang budi padanya. Ali rela bertaruh nyawa demi menolong kami yang berjumlah dua ratus lima puluh orang di penjara Arab Saudi. Dan kamu tau, Nak Kinara? Suami kamu ini ternyata mendapatkan ilmu teka teki sulit tentang matematika dari kamu ternyata!" katanya sambil tertawa.


Kinara kebingungan. "Teka teki soal matematika yang sulit? Kapan rupa nya Adek ngajari Abang?Perasaan nggak ada tuh?" ucap Kinara dan disambut gelak tawa lagi oleh ke kelima orang itu.


Sementara yang lainnya terdiam dan bingung sendiri. Mereka hanya menyimak setiap kata yang Ali dan orang yang dianggap penyelamat Ali ini.

__ADS_1


"Nanti kamu tau. Nanti kita bahas itu. Sekarang tentang ini dulu. Kamu tau sayang? Bahkan Abang saat itu mengingat teka-teki yang pernah kamu ajukan dulu. Abang masih ingat saat itu kamu pernah mengajari Gading tentang-,"


"Anak kambing berekor lima tapi kakinya tiga. Saat ia melahirkan bukan kambing yang keluar tetapi kucing berjumlah tujuh ekor dikurang dengan dua ekor buntut kuda yang di sop kemudian dibuat daging rendang sebanyak lima kilo lalu di jadikan dendeng sebanyak Seratus kilo!" celutuk Gading yang membuat semua orang melongo.


Tetapi tidak tidak dengan Nenek Ayu, Kakek Raja dan Ali. Ketiganya tertawa keras. Gading pun ikut tertawa.


Ia ikut duduk dihadapan mami dan papinya tak lupa Alkira yang selalu menempel padanya. Walau sang Papi sudah kembali, tetapi tetap Gading yang ia mau.


"Apa itu maksudnya? Kok aneh ya? Kenapa jadi berbelit-belit begitu? Apapan itu?'' Tanya Lana tetapi dengan tertawa keras.


Ada yang tau apa itu?

__ADS_1


__ADS_2