Penantian Kinara

Penantian Kinara
Cukup sudah


__ADS_3

Lana dan Malda pun kembali ceria kembali. Mereka akan membicarakan hal ini setelah acara berkumpul ini selesai.


Walau ada sedikit masalah tadi, sekarang mereka akhirnya bisa ceria kembali dengan semua sepupu itu bercengkrama bersama.


Kinara bersyukur satu persatu masalahnya selesai. Kini mereka harus pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


Dan para pegawainya pun harus istirahat. Walau ada pergantian sip. Tetap saja mereka harus istirahat.


Semua keluarga berpisah dan pulang kerumah masing-masing. Ali dan Kinara membawa seluruh keluarganya yang dari Bandung, sedang Mami Alisa membawa pulang Algi, Rayyan dan juga istri, anak mereka.


Saat ini cucu Opa Gilang hampir sekompi. Bagaimana tidak. Satu anak nya saja melahirkan tiga orang cucu.


Kak Ira saja udah lima. Kak Annisa enam. Lana lima. Rayyan empat. Algi lima dan Kinara empat.


Papi Gilang sampai geleng-geleng kepala saat melihat semuanya cucu nya berkumpul. Tidak hanya saat lebaran saja.

__ADS_1


Pada saat berkumpul ada acara keluarga pun rumah mereka itu menjadi riuh gegara cucu mereka yang sekompi itu.


Walaupun kadangnya beliau sering kesal dan tiba-tiba saja darah tingginya kumat, tetapi pria paruh baya itu tetap senang.


Karena semua anaknya itu sudah sukses sama seperti mereka berdua.


Malam ini mereka berpisah sementara dulu. Besok pagi mereka akan kerumah Mami Alisa karena disana akan mengadakan pengajian rutin sebulan sekali.


Dan kebetulan sekali Ali baru saja pulang, maka itulah saatnya untuk paruh baya beda usia itu mendoakan anak-anak mereka sama seperti yang mereka lakukan saat ini.


Mereka baru saja selesai beberes. Salah satunya kedua orang tua Ali. Saat ini mereka sedang duduk lesehan bersama saudara iparnya.


Ali tidak menyangka jika Arfan, Abang sepupunya menikahi adik kandungnya yang saat itu suaminya mendapat musibah karena kecelakaan dan meninggal dunia.


Karena tidak ingin membuat keluarga Abi Husen malu, maka Arfan lah yang menggantikan posisi suami dari adimk kedua Ali yang saat itu ia tinggal sudah bertunangan.

__ADS_1


"Kami tidak menyangka jika kamu masih hidup. Awalnya Abi pernah bilang, bahwa kamu itu masih tersesat dan belum bisa pulang. Abang nggak percaya dong. Tetapi setelah mendengar cerita kamu baru saja, Abang yakin. Itulah dulu yang Abi lihat disaat kamu di Arab Saudi sana." Ucap Arfan Abang sepupu Ali yang kini sudah menjadi adik iparnya.


"Ya.. Beginilah hidup Bang. Aku pun tak menyangka, jika saat ini aku bisa kembali kesini. Semua ini karena doa dari kalian semua yang selalu mendoakan ku."


"Terutama istrimu. Ia lah yang begitu yakin jika kamu suatu saat akan kembali lagi. Keyakinan nya itulah yang Abi salutkan. Jika mungkin itu wanita lain. Pastilah ia sudah tidak tahan. Tetapi lihatlah istrimu. Bahkan ketika ia hamil begitu banyak cobaan menimpanya tetapi ia tidak pernah menyerah. Ia tetap berjuang membesarkan anak kalian hingga saat ini. Ada Lana juga yang membantunya. Bahkan air susunya kini mengalir pada bayi kembar Abang ipar mu. Semua itu karena dia sangat menyayangi saudaranya."


"Begitupun sebaliknya. Bang Lana sampai rela melepaskan Kakak ipar agar posisi mereka sama. Sunghuh, Kinara saat itu dalam keadaan yang sangat beruntung. Makanya Abang nggak meragukan apapun pada saat itu. Karena Abang yakin, jika Kinara dan Bang Lana mampu mengurus dan mendidik anak kita dengan baik. Dan terbukti sekarang. Lihatlah Alkira dan Gading. Mereka tidak pernah terpisahkan. Sedari bayi hingga saat ini, mereka tetap bersama." Ucap Ali sambil tersenyum melirik putri kecilnya bersama Gading dalam satu selimut yang sama.


Jika Gading miring, maka ia akan memeluknya. Tetapi jika Gading terlentang maka ia akan tidur diatas tubuh kurus itu.


Ali terkekeh begitupun dengan Arfan. Abi Husen menggelengkan kepalanya melihat tingkah cucu bungsunya dari Ali itu.


Ali melirik Kinara yang saat ini sudah terlelap. Puas sekali hatinya bisa melihat keluarganya kembali.


Ali tidak ingin pergi-pergi lagi. Cukup sudah ia membuat Kinara menunggu. Dan sekarang tidak lagi. Ia ingin hidup bersama anak-anaknya sampai maut memisahkan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2