
Selesai dengan ibadahnya, kini mereka semua berpencar. Mak Alisa dan Papi Gilang membawa kedua cucu kembarnya untuk jalan-jalan.
Sedangkan Malda bersama Algi. Katanya untuk menemaninya mengambil buah di depan sana. yaitu buah duku dan jambu madu.
Kini tinggallah dua pasangan itu. Ali dan Nara memilih pergi dari pondok itu dan duduk di pondok lain berdua. Mereka juga ingin menyendiri sejenak. Ingin meredakan rasa penat dan letih dari bertugas mereka.
''Ayo, kita tinggalkan Abang dan Kakak ipar. Mereka juga butuh waktu berdua, hem?'' ucap Ali pada Nara.
Nara mengangguk patuh. ''Oke! Kita pun butuh waktu berdua. Ayo!'' Kinara menarik tangan Ali untuk menuju pondok sebelah.
Kini Tinggallah Lana dan mahar yang sedang saling bercengkrama bersama.
''Sayang?''
''Hem, apa Bang?'' tanya Maura pada Lana
Lana tersenyum dan mendekati Maura yang sedang duduk menatap tanaman padi yang begitu hijau. Tumbuh dengan baik dan bergoyang ketika tertiup angin sepoi-sepoi.
''Hem... nyaman nya ..'' Maura terkekeh. ''Ya iyalah nyaman. Wong Abang lagi tidur di pangkuan ku? Kayak si kembar aja!'' celutuk Maura sambil tertawa mengingat si kembar yang sedang bersama Oma dan Opa nya.
Lana pun ikut tertawa. ''Hahaha.. kamu bisa saja. Hemm.. Abang senang bisa berdua dengan mu seperti ini. Sangat jarang kita bisa berdua seperti ini. Semua itu di karenakan tugas Abang yang begitu jauh. Setelah ini, Abang tidak mau ditugaskan lagi jauh dari kalian semua. Cukup satu setengah tahun lagi. Abang ingin berkumpul bersama kalian setiap puasa Ramadhan. Sama saat Abang masih tinggal sama Mak dulu. Bangun sahur dan berbuka rumah kita pasti akan riuh dengan kedua bocah kembar itu.''
__ADS_1
Maura tertawa. ''Haha.. begitu juga dengan rumah Adek, Bang. Faiz dan Faizah pasti berisik setiap kali sahur dan berbuka. Hahaha... Seru kali ya Bang kalau kita punya anak kembar tiga??'' kata Maura sambil menunduk melihat Lana.
Lana tersenyum, ''Tentu. Kamu nggak nyumbat nya kan sayang??''
''Eh? Nyumbat?? Apanya yang disumbat??'' tanya Maura kebingungan, wajahnya menunduk melihat Lana yang kini sedang menengadah melihat nya.
''Iya sumbat. Kamu nggak kb kan ya?''
Maura tertawa. ''Ya enggaklah Bang! Mana ada adek pakai itu. Lagipun Abang kan nggak ngijinin adek buat pakai benda itu??''
Lana tertawa. ''Ya mana Abang tau. Kan bisa saja kamu sembunyi-sembunyi memakainya??''
''Ishh.. mana ada kayak gitu. Apakah Abang merasakan perbedaan nya?''
Plaakk..
Hahaha..
Lana tertawa begitu keras ketika Maura memukulnya begitu kuat. Bukannya marah, Lana malah tambah tertawa melihat Maura merengut karena ucapan nya seperti itu.
''Jadi menurut Abang aku sudah tidak se ENAK dulu gitu?!'' ketus Maura begitu kesal.
__ADS_1
Lana tertawa lagi, semua pengunjung disana menoleh pada Lana dan Maura yang sedang beradu pendapat menurut mereka. Pada kenyataannya, Maura sedang kesal pada Lana tapi di balas Lana dengan tertawa. Hingga merubah atensi orang-orang.
Mereka mengira jika Lana dan Maura sedang bertengkar, dan merajuk. Tapi Lana berhasil membujuknya. Begitu pikir mereka. Ali dan Nara yang tidak jauh berada dari mereka pun ikut Terkekeh kecil.
''Abang mau Allah adek pakai KB? KB itu apaan Bang??'' tanya Kinara pada Ali yang kini sedang berbaring di pangkuan Kinara dan menghadap pada perutnya.
Tangan Nara tidak berhenti untuk mengelus surai hiatm milik Ali yang begitu lembut menurutnya.
Ali tersenyum, ia membalikkan tubuhnya ada mendongak mengahadap pada Nara. ''KB itu artinya keluarga berencana. Tanah mana kita akan membatasi kelahiran buah hati kiat setiap tahunnya. Jarak antar satu dengan yang lainnya itu lima tahun,'' jelas Ali membuat Nara terkejut.
''Lima tahun?? Maksud Abang kalau misal nih ya adek hamil kan ya? Andi pertama harus diberi jarak hingga yang sulung berusia lima tahun??''
Ali tersenyum, ''Brnar sekali sayangku! Kamu pintar!'' puji Ali pada Kinara.
Kinara melongo. ''Hoooiii.. ambboooiii... Lana bingit Bang?! Lima tahun?!'' Setu Kinara dengan sedikit keras.
Lana dan Maura sempat melirik mereka dan bertanya. ''Kenapa dek? Apanya yang kiamat tahun??'' tanya Lana masih dengan berbaring.
Kinara menatap Lana dan Ali dengan wajah cengonya. Setelahnya ia terkekeh, Ali pun ikut terkekeh. Wajah Kinara sangat lucu terlihat di matanya.
Ali menarik tengkuk Kinara dan mengecup sebentar putik ranum itu membuat Lana melotot.
__ADS_1
''Ck! Dasar Ali! Main sosor aja nggak tau tempat!'' sewot Lana tidak suka. Maura tertawa.
Sedangkan Kinara menepuk ringan dada Ali. Ia jadi malu pada kedua orang itu. Lana dan Maura. Ali tertawa melihat tingkah Nara yang seperti itu.