
Setelah pembicaraan tadi pagi bersama Ummi Siti tentang ketakutan ali pada jarum dan benang, saat ini keduanya sednag duudk bersama di ranjang karena Kinara sedang menyusui bayi kembarnya secara bergantian.
"Bang?"
"Hem, susui dulu anak kita baru nanti kamu bertanya." Jawab Ali masih dengan menepuk-nepuk lembut tubuh bayinya yang belum mereka beri nama itu.
"Abang tau ya apa yang ingin adek tanya?"
"Hem, sesuatu yang menjadi rahasia ketakutan seorang Ali Jabel Al Bashri!"
Kinara terkejut, "Kok tau?"
Ali terkekeh, "Ya taulah ayangku. Abang dengat kok apa ynag kamu dan Ummi bicarakan? Emang penting banget ya kamu harus tau?"
Kinara mengangguk, "Harus! Agar suatu saat tidakada lagi kejadian saat dirumah sakit. Tubuh Abang bergetar tetapi pura-pura baik-baik saja."
__ADS_1
Ali tersenyum dan menghela nafasnya.
"Kenapa? Apakah ada kejadian buruk hingga membuat trauma dengan benang dan jarum?" lanjut Kinara sambil menyususi kedua bayinya bergantian.
Ali merebahkan dirinya di ranjang dan meletakkan kepalanya di pangkuan Kinara tepat pada tubuh bayinya.
Ia mencium tubuh bayinya yang terbungkus bedong itu. "Awal mula kejadian itu saat Abang pulang sekolah bersama teman-teman. Kami pulang bersama sambil tertawa-tawa karena mengejek salah satu teman kami yang suka sekali bermain lumpur. Kami sering mengejeknya, ia biasa saja. Tetapi pada hari itu ia terlihat aneh. Seperti yang bukan dirinya. Matanya merah menyala tetapi bukan karena menangis. Tubuhnya sering bergerak secara reflek hingga kami sering kali ketakutan tetapi juga mengerjainya!" Ali terkekeh mengingat itu.
Kinara pun ikut terkekeh, "Terus?"
"Saat itu ia seperti bukan teman kami. Kami yang tidak sadar jika terjadi perubahan padanya, seketika saja ia mendorong kami semua hingga terjatuh ke dalam lumpur yang sering ia amsuki. Katanya, kami ini sangat suka menekan cucu nya. Kami sangat suka mengejeknya hingga teman kami itu sering menagis seorang diri."
Kinara yang paham, segera meletakkan anakanya disebelah anaknya yang satu lagi tetap diranjang mereka berdua.
"Mereka bilang apa? Apakah mereka mengatakan akan menjahit mulut kalian yang selalu mengejeknya? Atau kalian akan dijahit bersama menggunakan jarum jahit goni itu?" tebak Kinara yang semakin membuat tubuh Ali bergetar karena ketakutan.
__ADS_1
Kinara menghela nfasnya. "Abang! Lihat adek!" titahnya pada Ali yang kini sednag memejamkan kedua matanya.
Ali menurut karena mendengar suraa Kinara. Perlahan mata itu terbuka, tetapi terkejut saat melihat wajah kinara terlihat menyeramkan seperti teman sekelasnya itu.
"Nggak! Ka-kamu pe-opergi! Mu-mundur!" serunya dengan mata terpejam lagi.
Lagi, Kinara menghela nafasnya. "Dengarkan Kinara Bang Ali! Yang saat ini sednag berbicara dengan Bnag Ali bukanlah teman masa lalu Abang. Tetapi istrimu. Kinara Zivanna! Buka matamu!"
Blam!
Spontan saja mata itu terbuka dan menatap Kinara dengan dalam dan sangat ketakutanm. "D-dia mana? A-abang nggak mau ketemu dia lagi! Nggak! Nggak mau!" serunya lagi.
Semua orang terkejut mendengar suara Ali yang lumayan keras itu, mereka semau membuka pinu secara tiba-tiba.
Semuanya berdiri mematung di depan pintu melihat Ali yang kini tubuhnya bergetar dalam pelukan Kinara.
__ADS_1
Wajah tampan itu pucat apsi seperti tidak d aliri darah. "Dengarkan Kinara, Bang Ali! Lihat wajahku! Ini KINARA ZIVANNA! BUKAN TEMAN MASA LALU MU! LIHAT AKU!" ucapnay dengan susra lembut tetapi begitu tegas terdenagr.
Spontan saja Ali mengerjabkan matanya.